
BUG..
BUG..
Jihan memukul para pemuda yang berbuat kurang ajar padanya.
"Ampun, ampun!!" seru dua pemuda.
"Enak saja ampun, ampun. berani sekali kalian berbuat kurang ajar pada seorang wanita!" seru Jihan.
Daniel menghela nafas saat melihat kelakuan brutal isterinya. "Sudah-sudah." pinta Daniel yang berusaha melerai Jihan.
"Enak aja sudah-sudah, lihat aja pria yang wajahnya tidak karuan itu berani berbuat kurang ajar padaku. pasti saat dia melihat seluruh wanita tangannya itu gatal ingin menyentuh mereka!" seru Jihan yang berusaha menendang beberapa pemuda itu. namun terlihat Daniel memeluk erat tubuh Jihan agar tidak terus memukuli para pemuda desa.
"Maafkan kami Mbak, Jihan. kami akan membawa mereka ke kelurahan." jawab salah satu Pria tua yang ternyata adalah pak RT yang ada di desa itu. rumah Pak RT tidak jauh dari rumah Pak Arif, apalagi Pak RT adalah teman baik dari Pak Arif sewaktu kecil.
"Jangan bawa mereka ke kelurahan, langsung saja bawa mereka ke kantor polisi. Biar mereka merasakan dinginnya jeruji penjara!" seru Jihan .
"Tidak Mbak, sebaiknya dibawa ke kelurahan dulu, nanti kami akan memberikannya hukuman." jawab Pak RT yang berada di sana.
terlihat dari jauh seorang wanita itu sedikit tersenyum saat melihat para pria berusaha untuk mengerjai Jihan.
"Makanya jadi wanita itu jangan sok cantik." guman Nisa yang melihat Jihan marah-marah.
"Pasti sekarang Mas Daniel tidak akan melirik wanita sok cantik dan sok baik itu." ucap Nisa kembali.
"Ada apa Nisa?" tanya beberapa wanita yang ada di desa,
"Kalian lihat sendiri kan wanita sok cantik dan sok kaya itu." ucap Nisa.
"Memangnya ada apa?" tanya para gadis.
"Aku bener-bener kesel sama dia, dia itu selalu merebut perhatian Mas Daniel." jawab Nisa.
"Benar, gara-gara wanita itu mas Daniel jarang berolahraga." ucap para gadis.
Nisa terus melihat semua kejadian itu, sesaat kemudian Nisa berjalan mendekati Daniel. Jihan yang masih merasa emosi nampak wanita itu terus menghela nafasnya.
__ADS_1
"Tidak usah marah seperti itu, mereka akan diberikan hukuman." ucap Daniel.
"Aku tidak mau, aku mau membawa mereka ke kantor polisi." jawab Jihan.
Daniel menghela nafasnya. "Tidak usah seperti itu, lagian nanti aku akan memberikan mereka pelajaran." jawab Daniel.
"Benarkah? Lalu bagaimana caranya?" tanya Jihan yang begitu bahagia karena Daniel akan memberikan mereka pelajaran.
"Kita lihat besok saja." Jawab Daniel.
"Mengapa harus besok?" tanya Jihan.
"Mas, Mas Daniel!" seru Nisa yang datang bersama beberapa gadis desa.
"Hai Mas Daniel!" seru para gadis.
"Hai." jawab Daniel.
Jihan hatinya benar-benar sangat panas saat melihat Daniel bercengkrama dengan para wanita yang ada di desa ini,
"Tuhkan sok ganteng nya muncul lagi, penyakit gitu mau dipelihara lagi." ucap Jihan yang kemudian berjalan meninggalkan Daniel.
"Mau minggat." jawab Jihan.
Daniel hendak mengejar Jihan, namun terlihat Nisa langsung menarik tangan Daniel agar tidak mengejar Jihan.
"Sudah Mas, tidak usah dikejar majikanmu itu. wanita seperti itu kok dipelihara." ucap Nisa.
"Jaga mulutmu!" seru Daniel yang kemudian menghempaskan tangan Nisa dengan kasar. mana ada pria yang akan meninggalkan istrinya di keramaian seperti itu, apalagi barusan Jihan mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari para pemuda desa.
Langkah kaki jihan terus berjalan, sesaat kemudian seorang pria nampak sudah berdiri di depan Jihan dengan senyum yang begitu merekah
"Aku kira kau tidak akan datang kesini." ucap Deni lagi.
"Ngapain juga aku harus bertemu pria ini." guman Jihan dalam hati.
"Mau jalan-jalan sama aku nggak?" tanya Deni.
__ADS_1
Jihan nampak terdiam, tadi dia melihat Daniel terus dikerumuni oleh para wanita hingga membuat hati Jihan benar-benar sangat panas. "Kau mau mengajakku jalan-jalan ke mana?" tanya Jihan.
"Ke mana saja yang kau mau." jawab Deni.
"Mau naik bianglala nggak?" tanya Jihan kepada Deni.
"Apakah kau tidak takut?" tanya Deni.
"Ngapain juga takut." jawab Jihan yang sedikit emosi.
Terlihat Daniel melihat Jihan pergi bersama dengan Deni dengan segera pria itu berlari dan menarik tangan Jihan.
"Kau mau kemana?!" seru Daniel.
"Tadi kan aku sudah bilang mau minggat." jawab Jihan. wanita itu hatinya masih terasa panas apalagi Nisa dan para gadis yang lain nampak mengikuti Daniel terus menerus.
"Aku tanya sekali lagi, kau Mau ke mana?!" seru Daniel yang benar-benar sangat marah.
"Aku akan mengajaknya naik bianglala." jawab Deni yang kemudian menarik tangan Jihan.
Daniel yang melihat hal itu nampak wanita pria itu sangat kesal karena melihat istrinya dibawa pergi oleh pria lain.
"Ayo kita pulang!" seru Daniel.
"Tidak mau." jawab Jihan.
"Sudah Mas biarin saja, kita pergi saja!" seru Nisa yang kemudian menarik Daniel pergi dari tempat itu.
Akhirnya Daniel diseret paksa oleh Nisa dan beberapa wanita, sesaat kemudian entah apa yang terjadi. tiba-tiba Deni berteriak memanggil nama Jihan.
"Jihan!" seru Deni dengan begitu keras.
Daniel yang berada tidak jauh dari tempat keberadaan Jihan, pria itu langsung menoleh menatap istrinya yang sudah tergeletak di tanah.
"Jihan!" seru Daniel yang kemudian berlari ke arah Jihan yang sudah bersimbah darah. Daniel menatap Jihan yang sudah tidak sadarkan diri dengan dahi yang mengeluarkan darah yang begitu banyak.
"Jihan!" seru Daniel.
__ADS_1
** bersambung **