IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Rencana licik Pria tua


__ADS_3

Pak lurah sudah mendengar kabar mengenai Jihan yang akan membuka pabrik lagi, sudah 1 bulan ini para warga begitu bahagia dengan rencana pembukaan pabrik Jihan. semua peralatan sudah Jihan datang kan dari kota, Ayah Jefri masih tetap berada di desa itu. Daniel begitu sibuk bersama mertuanya untuk menyingkirkan seorang pria yang menjadi penghianat di pabrik perhiasan. Ayah Jefri sudah mengetahui kalau pria itu adalah Pak lurah Budiman, temannya dahulu.


Namun Ayah Jefri harus menemukan bukti mengenai kejahatan pria itu, hari ini Jihan bersama beberapa warga nampak bergotong-royong untuk mempersiapkan semua barang-barang untuk pabrik pakaian.


"Mbak Jihan, ini mau ditaruh di mana?!" seru Bu Cece.


"Taruh di situ aja lah, Bu. mau ditaruh di mana?" Jawab Jihan.


Sekarang Nisa lebih memilih untuk menyerah daripada dia harus mengejar sesuatu yang tidak bisa dia dapatkan.


"Nisa, kau bantu ibu-ibu itu! kalau tidak mereka mengacaukan tempat ini!" teriak Jihan.


"Iya Mbak, jangan teriak-teriak! telingaku masih berfungsi." jawab Nisa.


"Kau itu bandel sekali sih!" seru Jihan.


Ibu pemilik memiliki warung tempat Jihan selalu makan, jihan meminta wanita itu untuk memasak di pabrik Jihan. karena dia akan memberikan makan saat jam istirahat kepada para pekerja pabrik. para warga benar-benar bersemangat karena mereka tidak akan lagi menjadi di orang-orang bodoh dan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan karena di desa mereka tidak ada pabrik, hanya ada ladang dan sawah.


Di tempat lain pria tua membuat rencana untuk membakar tempat Jihan, dia ingin membuat Jihan hancur, pria itu ingin menghancurkan semua cita-cita yang dimiliki oleh Jihan.


"Kalian lakukan seperti yang aku katakan, jangan sampai kalian mengacaukannya!" seru pria tua.


"Baik bos!" jawab anak buah pria tua.


Hari itu semuanya sudah dipersiapkan oleh pria tua untuk membakar pabrik yang akan dibuka sekitar 1 minggu ini, sedangkan di tempat lain para warga juga tidak mengetahui kalau di pabrik yang akan dibuka itu sudah terpasang CCTV.


"Ini kan sudah sore, lebih baik kalian pulang dulu. besok kita lanjutkan!" seru Jihan.


"kenapa nggak sekalian saja,Mbak." Jawab para warga.


"Jangan dulu, kita jangan menghabiskan tenaga untuk hari ini. besok masih ada waktu apa lagi Aku harus memberi kalian pelajaran untuk membuka bisnis online di pabrik ini, biar usaha kita bertambah maju, Oke!!" seru Jihan.


Akhirnya para warga memilih untuk kembali ke rumah mereka masing-masing, mereka benar-benar sangat antusias untuk pembukaan pabrik milik Jihan.

__ADS_1


"Kita pasti akan menjadi orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan kita tidak akan menjadi pengangguran!" teriak para warga yang berjalan keluar dari pabrik Jihan.


Malam ini terlihat pabrik milik Jihan sudah begitu sepi, tidak ada orang disana hingga membuat orang-orang suruhan pria tua masuk dengan begitu mudahnya. mereka membawa beberapa dirigen bensin.


"Kita lakukan seperti yang diperintahkan oleh Bos!" seru anak buah pria tua.


"Tentu kita akan membakar pabrik ini dan kita akan membuat pabrik ini meledak." jawab anak buah yang lain.


Sekitar 5 orang yang pria sudah menyiram pabrik Jihan dengan bensin, mereka begitu bersemangat untuk menghancurkan Jihan. Pria tua yang juga ikut dalam misi menghancurkan pabrik Jihan pria itu begitu bahagia, dia tertawa karena dia mengira akan bisa menghancurkan Jihan.


"Kami sudah menyiram pabrik ini dengan bensin, Bos." jawab anak buah pria tua.


"Bagus, jangan sampai kalian melewatkan 1 inci pun dari tempat ini!" seru pria tua.


"Kau tenang saja, Bos. kami sudah menyiram tempat ini, tidak ada tempat yang terlewatkan bahkan di depan pintu kami menyiram nya dengan begitu banyak, di atas dan di tempat-tempat lain juga!" seru anak buah pria tua.


"Baiklah kalau begitu, sekarang tinggal kita bakar tempat ini. biar tempat ini menjadi kumpulan barang bekas!" seru Pria tua yang kemudian meminta anak buahnya untuk menyulut api.


"Apa ini?!" teriak pria tua.


Prokk..


Prokk..


Prokk..


"Wow.., ternyata kau lah dalang dari semua yang terjadi pada hidupku, Kau telah membuat fotoku terpampang jelas di koran-koran desa dan kota!" seru Jihan yang sudah keluar bersama beberapa warga. lebih tepatnya sekitar 50 warga.


Pria tua dan anak buahnya sangat terkejut saat melihat hal itu, ternyata mereka berada di dalam pabrik bukannya pulang. Mereka berjalan memutar dan kembali ke pabrik sesuai perintah Jihan. Ayah Jefri dan Daniel juga keluar dari dalam pabrik, dua pria itu begitu marah karena melihat orang kesayangan mereka harus dipermalukan terus-menerus oleh pria tua.


Buk.


Buk..

__ADS_1


Daniel yang langsung menghajar pria tua.


"Beraninya kau mempermalukan istriku!" teriak Daniel yang sudah menghajar pria tua bertubi-tubi. Sedangkan para warga yang melihat anak buah pria tua ingin melarikan diri ketika mereka langsung menangkap 5 orang anak buah pria tua dan memukuli mereka habis-habisan.


"Beraninya Kalian mau membakar tempat ini, tempat ini adalah tempat Kami mencari nafkah!" teriak para warga yang bertubi-tubi memukuli pria tua dan anak buahnya.


"Rasakan, rasakan ini!" seru Bu Cece, bu ana, Bu Lita dan beberapa warga lain yang memukuli ke enam orang itu dengan sandal, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya l.


Tidak bisa dikatakan lagi. Bagaimana tampang ke 6 orang itu, tentu saja tanpang mereka sudah benyok-benyok tidak karuan. Jihan tertawa terbahak-bahak saat melihat pria tua.


"Aku pasti akan membalas mu!" seru pria tua.


"Kau tidak akan bisa membalas ku, karena sebentar lagi para polisi akan menangkap kalian." jawab Jihan.


"Tentu kami akan membela Mbak Jihan dan kami akan membuat kalian tidak akan bisa keluar dari penjara!" teriak para warga.


Pria tua dan anak buahnya sudah tidak bisa berkutik lagi, mereka sudah terkapar di tanah dekat pabrik.


"Rasakan kau ya..,berani sekali kau mau membakar pabrik ini!" seru Bu Cece.


"Pukul saja ibu-ibu, biar mereka tahu rasa." jawab Pak RT yang memprovokasi anak buahnya saat mereka melakukan hal itu. tak berselang lama para polisi sudah datang ke tempat itu.


"Hentikan!" seru para polisi.


Para warga yang mendengar suara teriakan itu, seketika mereka berhenti. tatapan mata mereka menatap para polisi yang sudah berada di tempat itu.


"Tangkap mereka Pak!" seru para warga.


"Ini semuanya adalah bukti dari kejahatan pria ini pak polisi." ucap Jihan yang sudah memberikan rekaman CCTV yang ada di pabriknya.


** bersambung **


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 😍👍👍👍❤️❤️❤️😊

__ADS_1


__ADS_2