
"Coba ulangi lagi kata-katamu!" seru Jihan yang membuat Daniel menggelengkan kepalanya. "Cepat ulangi tadi perkataanmu!" seru Jihan.
"Maaf-maaf aku kan cuma bercanda, gitu aja marah. nanti wajahmu yang cantik itu berubah jadi nenek lampir!" seru Daniel yang kemudian berdiri mengikuti Jihan dan mendorong tubuh sang istri mengikuti Mbok Sri.
"Kalian ini kan sudah tua-tua. Masa kalian bertengkar seperti itu terus, Kalian kira kalian ini masih muda, ABG SMA umur 20 tahun ke bawah!" sindir Mbok Sri yang membuat Jihan dan Daniel nampak saling menatap satu sama lain yang membuat mereka benar-benar merasa malu karena sindiran Mbok Sri.
"Ya ampun mbok, kata-kata mbok Sri ini nggak dijaga banget ya. Aku ini masih berumur 22 tahun lho Mbok. Mbok kira umurku ini 30 atau 50 tahun seumuran mbok." cibir Jihan yang kemudian melihat Mbok Sri yang sudah mulai memasak. "Mbok ajarin aku membuat masakan dong." pinta Jihan.
"Buat apa?" tanya Mbok Sri.
"Ya dibuat makan dong Mbok." jawab Jihan dengan nada suara yang sedikit keras.
"Maksud Mbok itu Mau masakin siapa?" tanya Mbok Sri.
Jihan nampak tidak menjawab, Dia tidak mungkin mengatakan dia ingin memasak untuk Daniel.
"Kan Mbok Sri tadi tanya, Memangnya nak Jihan mau masak itu buat siapa? Biar mbok aja yang masakin." tanya Mbok Sri. padahal wanita itu tahu kalau Jihan berniat belajar memasak agar Daniel tahu kalau dia sudah berusaha.
Jihan nampak tidak menjawab, Namun sorot matanya melirik kearah Daniel yang ada di belakangnya.
Mbok sri tersenyum. "Gitu aja kok malu, bilang aja kalau kamu belajar masak buat Daniel!" seru Mbok Sri yang membuat Daniel menutup mulutnya karena ia ingin tertawa.
"Gak kayak gitu dong Mbok, kalau aku sendirian di rumah kan nggak enak, aku mau belajar masak!" seru Jihan yang mengalihkan pembicaraan. "Ih..., Mbok Sri ini kelewatan." gerutu Jihan.
"Nggak usah, kalian ganti pakaian saja, setelah itu berangkat ke rumah Pak lurah. nanti karena ketinggalan pesta!" seru Mbok Sri yang kemudian mengusir Jihan dan Daniel dari dapur. belum tuntas permasalahan Daniel di dapur. suara ketokan pintu membuat Daniel berjalan ke arah pintu rumah.
TOK...
__ADS_1
TOK...
"Siapa?" tanya Jihan.
"Tidak tahu, kan belum dibuka." jawab Daniel.
"Kau itu menyebalkan." cibir Jihan yang kemudian mengikuti Daniel.
"Ngapain ikut?" tanya Daniel.
"Nggak boleh?" tanya Jihan.
"Boleh." jawab Daniel.
"Lalu?" tanya Jihan lagi.
Terlihat di sana seorang gadis muda yang ternyata adalah Putri ketiga Pak RT sekaligus karyawan yang ada di pabrik perhiasan milik Jihan dan saudara dari Deni.
"Hai Pak Daniel!" sapa Sarmila Putri Pak RT.
"Halo, Iya ada apa Ya?" tanya Daniel kepada putri Pak RT.
"Saya Sarmila, yang bekerja di pabrik perhiasan milik Pak Jefri." ucap Sharmila.
"Lalu?" tanya Daniel.
"Saya tadi memasak kelebihan Pak, saya ingin Pak Daniel mencicipi masakan saya." ucap Sarmila yang terlihat memberikan kotak makanan untuk Daniel. Jihan yang berada di belakang tubuh Daniel seketika keluar.
__ADS_1
"Masakan apa?" tanya Jihan.
"Mbak Jihan, Selamat pagi Mbak?!" seru Sarmila yang melihat Jihan keluar dari belakang tubuh Daniel.
"Jangan selamat pagi kali, ini sudah siang bolong. kalau pagi mataharinya nggak terlalu nampak." jawab Jihan yang membuat Sarmila wajahnya sedikit tersipu malu.
Sarmila menunggu di luar pintu rumah sambil menggoyangkan kakinya,
"Ada apa lagi?" tanya Jihan.
"Boleh saya masuk sebentar Pak? saya ingin berkunjung ke tempat Bapak." ucap Sarmila.
"Maaf ya Mbak Sarmila, sebaiknya kamu pulang saja karena kami ada pekerjaan menumpuk yang harus aku selesaikan bersama dengan pria ini." jawab Jihan.
Daniel tidak mengeluarkan sepatah kata pun, mengeluarkan sepatah kata berarti bom waktu yang akan membuatnya meledak.
"Oh gitu ya Mas?" tanya Sarmila. Daniel hanya menganggukkan kepalanya.
"Hello...., dia ini Suamiku tahu, kenapa kamu dan wanita yang lain enggak berhenti-berhenti sih ngejar suami orang. Dasar kalian para wanita ganjen, apa di desa ini tidak ada pria lain selain suamiku." gerutu Jihan dalam hati saat melihat beberapa wanita sering sekali berkunjung ke rumahnya. gara-gara Mereka ingin bertemu dengan Daniel. "Lihat aja, ya akan ku balas. akan ku buat pemuda-pemuda yang ada di desa ini ke tempatku, pasti pria ini akan kebakaran jenggot dan kebakaran lahan perkebunan, rumah Jihan dalam hati sambil merasakan panas di hatinya.
"Baiklah kalau begitu, Mas Daniel. Saya pergi dulu kapan-kapan saya boleh ya Ya main di sini." ucap Sarmila.
Daniel tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia tidak menjawab, mengiyakan atau tidak memperbolehkan nya. dia hanya diam saja sembari menerima kotak makanan dari Sarmila.
"Pagi-pagi buta seperti ini udah didatangi para gadis-gadis, Aku tidak tahu apa yang kau lakukan dibelakangku. lihat aja akan ku buat para pria datang ke sini untuk mencari Ku." ucap Jihan dengan nada suara Sedikit keras. sehingga membuat Daniel benar-benar menelan ludahnya dengan begitu susah.
** bersambung **
__ADS_1