
Di sebuah rumah makan atau warung sederhana Daniel mengajak Jihan masuk, pria itu harus membuat Jihan merasakan bagaimana rasanya menjadi orang sederhana seperti yang diperintahkan oleh ayah Jefri.
"Apa kau yakin makanan-makanan disini bisa dimakan?" tanya Jihan yang benar-benar tidak percaya kalau tempat sesederhana itu memiliki makanan yang lezat. apalagi tempat itu terlihat benar-benar membuat Jihan sangat tidak nyaman.
"Kau tidak usah khawatir, tempat ini bersih dan juga makanannya enak." jawab Daniel yang kemudian menarik Jihan dan membawa Gadis itu duduk di dalam warung makan.
"Diam di sini, aku akan memesan makanan. kau jangan sampai bergerak kalau nanti kalau bergerak di sini banyak preman, banyak pria hidung belang hati-hati!" seru Daniel yang membuat Jihan langsung terduduk.
"Cari aman deh kalo gitu." jawab Jihan dalam hati yang kemudian menatap bangunan kecil namun terlihat bersih. sekitar 15 menit kemudian makanan pesanan Jihan dan Daniel sudah datang,
"Sudah lama tidak melihat kamu Nak Daniel," seorang wanita yang terlihat begitu kenal dengan Daniel. Jihan menatap wanita tua itu, entah mengapa di desa Ini kebanyakan orang benar-benar mengenal Daniel, mereka begitu sopan kepada Daniel bahkan para wanita yang ada di desa itu terlihat sangat mengagumi Daniel.
"Iya bu sudah lama, habis pekerjaan di kota belum kelar." jawab Daniel dengan sopan. Jihan menatap Daniel kemudian menatap wanita pemilik warung itu. Jihan terlihat memperhatikan percakapan dua orang itu. Jihan selama ini tidak pernah mengenal Daniel, tidak pernah tahu siapa Daniel. Daniel benar-benar adalah pria yang sangat sopan, sabar dan murah senyum. oleh karena itu banyak orang yang sangat menyukainya, berbeda dengan dirinya yang selalu angkuh dan sombong karena kekayaan orang tuanya.
"Siapa wanita ini Daniel?" tanya ibu pemilik warung.
"Dia Putri Pak Jefri, pemilik pabrik perhiasan di tempat ini Bu." jawab Daniel.
"Cantiknya." ucap Ibu pemilik warung.
Tidak ada perkataan sambutan atau senyum dari Jihan, Karena Wanita itu adalah wanita yang super duper menjengkelkan.
"Bisa tidak Kau berikan senyum sedikit kepada Ibu pemilik warung ini, biar terlihat kalau kau itu sopan dan memiliki naluri kemanusiaan." sindir Daniel yang membuat Jihan melotot.
"Kau kira aku ini turunan hantu, turunan setan tidak mempunyai jiwa kemanusiaan." jawab Jihan yang kemudian menatap masakan yang sudah ada di depan meja.
Sorot mata Jihan langsung menatap makanan sederhana yang ada di meja.
__ADS_1
"Kau gila ya, masa aku harus memakan makanan ini. tidak ada menu lain apa!" seru Jihan.
"Cobalah kau makan, orang yang kelaparan itu akan mensyukuri semua nikmat Tuhan." jawab Daniel yang kemudian mencuci tangannya dan mulai memakan makanan yang ada di meja.
"Kenapa kau tidak memakai sendok, itu sangat jorok!" seru Jihan kembali.
"Ini namanya aku menikmati pemberian Tuhan, Kalau kau mau coba..,coba lah ini sangat nikmat." jawab Daniel.
"Idih jorok!" seru Jihan.
Sesaat kemudian terlihat Daniel langsung mengambil sejumput nasi dan melihat Jihan yang terus mengomel tidak karuan. dengan segera pria itu menyuapi Jihan dengan tangannya.
"Apa yang kau lakukan!" seru Jihan yang mulutnya sudah dipenuhi makanan dari tangan Daniel.
"Jangan berani kau membuang makanan itu, kalau kau berani membuangnya nanti aku akan bilang pada Mbok Sri tidak usah membuatkan makanan. Aku mau lihat Apakah kau bisa memasak!" seru Daniel yang membuat Jihan mengunyah makanan itu.
"Apakah enak?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Tidak terlalu." jawab Jihan yang terlihat berbohong.
"Apakah kau mau aku suapin lagi?" tanya Daniel .
"Tidak," jawab Jihan.
"Kalau kamu tidak mau aku suapi tidak apa-apa, di sini tidak ada sendok jadi kalau kau makan makanlah dengan tangan." jawab Daniel. Jihan tidak pernah sekalipun makan nasi dengan tangan tentu saja wanita itu akan terdiam. karena hal itu Jihan tidak pernah mau melakukannya, dengan terpaksa Jihan menuruti perkataan Daniel, wanita itu membuka mulutnya sambil menunjuk mulutnya pada Daniel.
"Apakah apakah kau yakin kalau mau aku suapin?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Cepat lakukan, aku tidak mau membuka mulutku terus-menerus." jawab Jihan.
Daniel menyuapi Jihan sembari makan untuk dirinya sendiri, wanita itu nampak terus menatap semua pergerakan dari Daniel. senyum Daniel, wajah Daniel ketika berkeringat dan bibir Daniel yang benar-benar sangat seksi dan menggairahkan.
DEG...
jantung Jihan tiba-tiba berdebar tidak karuan kembali. Dia mulai membayangkan Daniel dengan pemikiran pemikiran yang sangat liar, hal itu membuat wanita itu menepuk pipinya sendiri.
"Apa sih yang aku pikirkan, Kenapa otakku ngeres gini ya...," ucap Jihan yang kemudian meminum air yang ada di sampingnya.
"Uhuk..Uhuk.."
Jihan tersedak karena pemikirannya yang sedikit ngelantur, hal itu membuatnya tanpa sadar langsung tersedak makanan.
BUG..bug..
dengan segera Daniel menepuk-nepuk punggung Jihan karena tersedak oleh makanan.
"Kau ini sedang memikirkan apa? bagaimana bisa kau sampai tersedak seperti ini." ucap Daniel yang kemudian mengambilkan es teh yang ada di meja.
"Entahlah, Apa mungkin karena aku kau suapi hingga mulutku ini tidak terima." ucap Jihan yang membuat Daniel tersenyum.
"Kalau kau tidak terima Kenapa tidak dari tadi saja kau buang makanan itu." jawab Daniel yang membuat Jihan langsung mencibirkan bibirnya.
"Sudah, aku sudah kenyang. nanti perutku bisa melar." ucap Jihan yang membuat Daniel menyudahi menyuapi wanita yang sekarang menjadi istrinya itu.
** bersambung **
__ADS_1