
"Sudahlah Paman, sebaiknya Paman tidak usah terlalu keras kepada Jihan.." ucap Daniel.
"Kau tahu Daniel, wanita itu benar-benar sombong dan aku, Bahkan dia adalah wanita paling arogan di dunia ini." jawab Pak Jefri.
"Anda sudah mengetahui benar Bagaimana sifat Putri Anda, Paman. Mengapa anda harus main hati sendiri.." ucap Daniel dengan begitu santai.
Pak Jefri menatap wajah Daniel, pria itu tahu kalau Daniel menanggung beban yang begitu besar karena harus menikahi wanita yang benar-benar sangat menyebalkan seperti Jihan.
"Maafkan aku Daniel, jika aku memaksamu untuk menikah dengan Putri Ku.." ucap pak Jefri.
"Paman tidak usah mengatakan hal itu, karena apapun yang Paman minta aku akan melakukannya." jawab Daniel.
"Kau tidak usah memanggilku dengan sebutan Paman lagi, panggil aku dengan panggilan Ayah. Karena sekarang kau adalah menantu ku." jawab Pak Jefri.
Tentu saja lidah Daniel sangat kaku saat mengatakan kata ayah untuk pria yang ada di hadapannya. entah pantas atau tidak Daniel terlihat begitu risih saat ingin mengatakannya, bukan karena apapun terlihat perbedaan mereka yang begitu jauh membuat Daniel merasa malu.
Bolehkah aku membiasakan diri sebentar Paman.." ucap Daniel.
"Tentu, kalau bisa kau panggil aku Ayah jangan memanggilku Paman. sekarang kau adalah menantuku tidak mungkin menantuku memanggilku dengan sebutan Paman." jawab Pak Jefri yang membuat Daniel tersenyum.
Satu minggu kemudian
__ADS_1
Sudah 1 minggu usia pernikahan Daniel dan Jihan, namun terlihat sekali kalau kedua insan itu masih enggan dan tidak mau menerima pernikahan itu.
Jihan masih tetap sama, bergulat di semua kesibukan bisnisnya dia memperbesar perusahaan yang telah dirintis. mulai dari nol, sedangkan Daniel terlihat pria itu sekarang memegang salah satu perusahaan Pak Jefri. karena Pak Jefri ingin Daniel menjadi pria yang benar-benar bisa dipandang oleh Jihan, walaupun selama ini Daniel adalah orang yang selalu berjasa untuk membesarkan perusahaan pak Jefri.
Pagi ini Daniel sudah didatangi oleh salah satu wanita yang menjadi sekretaris nya, seorang wanita cantik yang bernama Camelia. seorang wanita cantik yang masih berusia 21 tahun, Wanita itu benar-benar sangat Anggun, lemah lembut dan selalu berkata dengan begitu ramah kepada orang-orang yang berada di sekitar Daniel.
"Oh ya Camelia, nanti kau ikutlah Daniel untuk melakukan rapat. Jangan lupa nanti kau juga uruslah semua keperluan dari bosmu itu." pinta Pak Jefri kepada Camelia.
"Baik Pak.." jawab Camelia.
Jihan sudah mendapat kabar Kalau hari ini suaminya sudah mendapatkan sekretaris baru. seorang wanita yang berusia 1 tahun lebih muda darinya, seorang wanita yang terlihat benar-benar begitu ramah bahkan begitu lembut. sangat berbeda dengan Jihan yang bersikap sedikit kasar bahkan bersikap begitu arogan.
"Iya ada apa Jihan?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Hari ini kau ada presentasi bisnis dengan perusahaan ku kan?" tanya Jihan.
"Iya Memangnya ada apa." jawab Daniel.
"Nanti aku minta padamu untuk mempresentasikan perusahaan Ayah dengan bagus, jangan lupa Kalau kau melakukan presentasi Jangan pernah mengatakan kalau kau adalah suamiku atau menantu Ayahku." perintah Jihan.
Daniel yang berada di kantor Pak Jefri itu nampak hanya tersenyum,
__ADS_1
"Aku tahu dimana posisiku, Jihan. Aku tidak akan pernah mengatakan kalau kau adalah istriku dan aku tidak akan pernah mengeluarkan sepatah kata pun yang berhubungan dengan pernikahan kita. kita sudah berjanji kan kalau kau sudah menemukan pria tambatan hatimu maka surat perceraian kita akan tercetak." ucap Daniel.
"Baguslah kalau kau sudah mengerti di mana posisimu, karena aku tidak harus selalu memperingatkanmu!!" seru Jihan.
Akhirnya wanita itu menutup ponselnya kemudian meletakkan ponselnya di meja kantor.
"Jika dia berani mengatakan kepada para rekan bisnis ku kalau dia adalah suamiku.. maka lihat saja aku pasti akan melakukan sesuatu yang sangat kejam padamu." ucap Jihan yang kemudian membuka berkas-berkas yang ada di meja kerjanya.
Dari hari kehari Jihan tidak pernah mau mengurus Daniel, begitu pula dengan Daniel. pria itu tidak akan pernah mengharap apapun dari Jihan, karena dia tahu Dimana posisinya Bahkan dia tahu kalau tidak mungkin baginya untuk mengharapkan perasaan apapun kepada Jihan.
Sore ini Daniel sudah berada di rumah Pak Jefri, terlihat pria itu sudah memasak dengan begitu cekatan, Entah berapa masakan yang telah dia buat para pembantu yang ada di rumah pak Jefri nampak mereka sangat terpukau dengan pria yang ada di depan mereka. pelayan wanita itu benar-benar tersenyum sembari meremas kedua tangannya.
"Mas Daniel benar-benar adalah pria pujaan hatiku, dia sopan, tampan Bahkan dia adalah seorang pria yang selalu menghargai wanita." ucap salah satu pembantu wanita. tak berselang lama masakan yang dibuat oleh Daniel sudah matang.
"Apakah Mas butuh bantuan?" tanya para pembantu wanita.
"Tidak usah, semuanya sudah selesai. kalau kalian mau istirahat istirahat saja." ucap Daniel yang membuat para pelayan wanita itu semakin kesengsem dengan sikap Daniel.
Langkah kaki Daniel mendatangi ruang makan, pria itu meletakkan seluruh hasil masakannya. Pak Jefri yang selalu bersama Daniel pria itu tahu kalau Daniel adalah sosok seorang pria yang sangat disiplin, mandiri Bahkan dia adalah pria yang sangat bertanggung jawab.
** bersambung **
__ADS_1