IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Warga bersatu


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan dari Jihan, akhirnya para warga desa memutuskan untuk membantu Jihan menangkap beberapa penghianat yang ada di pabrik perhiasan. mereka tidak ingin pabrik itu ditutup karena di sanalah mereka mencari nafkah, Karena disana di sanalah mereka menggantungkan hidup mereka.


Pak RT juga tidak mau kalah, pria itu tidak akan membiarkan seorang penghianat menghancurkan pabrik perhiasan tempatnya bekerja puluhan tahun. kalau hal itu sampai terjadi apa yang akan terjadi dengan pria tua itu, dia harus menafkahi istrinya, dia masih mempunyai anak yang masih sekolah.


Daniel benar-benar begitu bahagia saat melihat istrinya Semakin menjadi wanita dewasa, berpikir untuk mempertahankan pabrik perhiasan dan tidak menjadi wanita manja seperti dulu.


1 Minggu kemudian


Hari ini terpampang kembali foto-foto mesra Jihan dengan pria tua mesum yang selalu memintanya menjadi istrinya.


"Sayang, sayang, sini deh!" seru Daniel.


"Ada apa sih, Mas. aku ini sedang masak loh, kok diganggu terus sih." jawab Jihan.


"Sini dulu, nanti ketinggalan berita yang sangat penting." jawab Daniel.


Sesaat kemudian terlihat Jihan mendekati sang suami, disana Daniel sedang membaca koran.


"Ada apa sih Mas?" tanya Jihan.


"Sini deh, lihat dulu, duduk yang manis sambil bawa air." jawab Daniel.


"Ngapain juga bawa air? Memangnya kamu haus ya?" tanya Jihan.


"Udah, nurut saja sama suami, Jangan membantah terus." jawab Daniel sambil tersenyum kepada sang istri.


Sesaat kemudian akhirnya Jihan kembali dengan membawa segelas air dingin,


"Ini Mas..,"ucap Jihan.


"Taruh aja di meja, setelah itu duduk manis di samping Mas." jawab Daniel.


Sesaat kemudian Akhirnya Jihan duduk di samping suami, wanita itu menatap sang suami yang dari tadi senyum-senyum.


"Ada apa sih, Mas?" tanya Jihan kembali.


"Ini baca, Tapi jangan marah." ucap Daniel yang kemudian mengelus punggung sang istri.


Saat mendapatkan perlakuan seperti itu, tentu saja Jihan tahu pasti ada sesuatu yang terjadi. Jihan Mulai mengambil koran yang tadi diberikan oleh suaminya, wanita itu membaca setiap kata dan setiap bait disana. ada foto-foto dirinya dan pria tua yang selalu mengejar-ngejar dia.


"Apa ini? foto apa ini?!" seru Jihan.

__ADS_1


"Kan tadi mas bilang ambil air buat minum agar tidak bertambah marah." jawab Daniel.


"Kok bisa seperti ini sih, Mas?!" seru Jihan.


"Ya enggak tahu, Memangnya Mas yang mencetak foto itu." jawab Daniel.


"Kok bisa gitu?" tanya Jihan kembali.


"Ya Mas nggak tahu." jawab Daniel.


Nampak Daniel tersenyum kepada sang istri, sesaat kemudian pria itu memberikan kecupan di pipi istrinya.


"Mas enggak marah lihat foto-foto ini?" tanya Jihan kepada sang suami.


"Ngapain juga aku harus marah, foto ini foto palsu dan editan." jawab Daniel.


"Kok kamu tahu?" tanya Jihan.


"Aku sudah memproses masalah ini dengan salah satu orang kepercayaan Ayah Jefri, dan ternyata benar kalau foto-foto itu adalah foto-foto editan yang sudah dimanipulasi oleh seseorang." jawab Daniel.


"Kamu yakin?" tanya Jihan.


"Dasar pria tua kurang ajar, lihat aja pasti akan kukirim dia racun!" seru Jihan.


"Sudah jangan terlalu marah, jangan diladenin biar dia gak bertambah semangat karena kamu terbawa emosi. kalau kamu bersikap seperti itu dia pasti mengira kalau rumah tangga kita itu dalam masalah karena hal itu." jawab Daniel dengan begitu santai.


"Heh..., aku benar-benar tidak mengira Kalau pria itu tidak tahu malu. Bahkan dia terus mengejarmu." ucap Daniel.


"Karena hal itu Mas, aku mau membuat pria itu merasakan bagaimana rasanya dihancurkan oleh seseorang!" seru Jihan.


"Kemarin Ayah sudah berbicara denganku, kalau Ayah sudah melakukan penandatanganan kontrak dengan salah satu perusahaan yang ada di Taiwan dan Singapura." jawab Daniel.


"Memangnya Apa yang dilakukan Ayah?" tanya Jihan.


"Ayah Jefri ingin pabrik perhiasan yang ada di desa ini dia dilihat oleh banyak orang, sehingga membuat peluang Desa ini semakin maju dan perhiasan kita semakin besar." jawab Daniel.


"Oh ya Mas, bagaimana kalau aku membuka toko pakaian di sini? aku akan membuka pabrik konveksi kecil-kecilan agar para ibu-ibu yang suka bergosip itu mempunyai pekerjaan." ucap Jihan.


"Tentu saja Kalau kau mau, kalau kau bisa melakukannya." jawab Daniel.


"Kau tahu Mas, butik dan pabrik ku yang ada di kota Kan lumayan besar. Aku ingin membuka pabrik di sini dan merekrut beberapa pegawai wanita, setelah pabriknya lumayan besar Aku ingin membantunya yang lebih besar." ucap Jihan.

__ADS_1


"Aku akan selalu mendukungmu dengan semua yang kau lakukan, asalkan jalan itu jalan benar." jawab Daniel.


"Makasih ya Mas. kau benar-benar suami yang fantastis!" seru Jihan yang kemudian mencium bibir sang suami.


"Aku benar-benar tidak habis pikir, ternyata pria itu tidak pernah menyerah sama sekali. Dia selalu membuat dirimu menjadi bahan lelucon." ucap Daniel.


"Sudah, gak usah dipikirin pria itu. pokoknya masalah pria itu aku serahkan pada mas Daniel, pokoknya aku mau membuka konveksi pakaian di tempat ini. aku akan menjualnya dengan harga murah, anggap saja sebagai amal juga." Jawab Jihan sambil tersenyum.


"Terserah kamu aja deh, Mas ikut aja." jawab Daniel yang kemudian menelpon salah satu orang kepercayaan Ayah Jefri yang selalu bersamanya. pria itu meminta untuk menyelidiki sosok Roni yang selalu mengejar-ngejar istrinya. beberapa menit kemudian ternyata anak buah Daniel mengirimkan pesan.


"Ada apa, Sayang?" tanya Jihan.


"Belum tahu, Mas belum buka pesannya." jawab Daniel.


Sesaat kemudian Daniel nampak menatap ponselnya, Betapa terkejutnya dia saat membaca isi pesan itu.


"Ada apa Mas?" tanya Jihan kembali.


'Apakah kau tahu, sayang. ternyata pria itu berada di desa ini, dia sengaja melakukan hal itu untuk membuat mu malu dan berpisah dari ku." jawab Daniel.


"Apa, pria itu ada di desa ini?" tanya Jihan.


"Benar sayang, pria itu ada di desa ini. bahkan pria itu sekarang memakai identitas orang lain dan memakai penyamaran agar kau tidak bisa mengenalinya." jawab Daniel.


"Lalu apa yang kita lakukan, Mas?' tanya Jihan.


"Serahkan saja pada para warga, kalau bisa komporin aja mereka Biar mereka memberikan pelajaran pada pria itu." jawab Daniel.


"Hahahaha.., Ternyata kau itu sama saja denganku." ucap Jihan.


"Biarin saja, lowong dia mencoba untuk merebutmu dariku." jawab Daniel.


"Oh ya Mas, bagaimana kalau aku membeli gudang besar itu?" tanya Jihan.


"Gudang besar yang mana?" tanya Daniel balik.


"Itu loh, bekas bangunan tua itu." jawab Jihan.


"Terserah, Kalau kau mau kita bisa melihatnya sekarang juga." Jawab Daniel yang kemudian menaruh koran dan berdiri Untuk mengantarkan sang istri untuk melihat gudang tua yang mau mereka beli.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2