IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Rasa itu memang ada


__ADS_3

"Waktu Ibu bertemu dengan kalian berdua Ibu kira kalian itu pasangan suami istri lo...," ucap Ibu pemilik warung.


Jihan mendongakkan kepalanya, menatap wanita tua yang berumur sekitar 50 tahun. Daniel ingin mengatakan sesuatu agar tidak membuat Jihan malu karena perkataan si pemilik warung, Namun ternyata malah Jihan tersenyum kepada si pemilik warung.


"Apakah kami serasi Bu?" tanya Jihan.


"Kalian itu benar-benar cocok deh, tapi apakah wah Pak Jefri mau punya menantu bawahannya." canda Ibu pemilik warung.


"Kenapa tidak Bu, kalau aku suka tentu itu terjadi." jawab Jihan. Satu kejutan lagi yang terucap dari bibir wanita cantik itu, terlihat senyuman begitu menawan di bibir Daniel saat mendengar jawaban dari Jihan.


"Udah, udah. kita makan dulu nggak usah bahas itu." ucap Daniel.


"Mas suapin aku dong." pinta Jihan.


"Pakai tangan atau sendok?" tanya Daniel.


"Pakai tangan aja Mas, biar lebih enak." jawab Jihan yang dari hari ke hari wanita itu semakin manja. Jihan ingin Daniel mengetahui perasaannya, wanita itu benar-benar bertekad ingin menjadi seorang istri dari seorang Daniel.


Pemandangan yang ada di warung makan itu nampak membuat beberapa pembeli tersipu malu dengan semua perlakuan dari Daniel kepada Jihan.


"Mas Daniel!" seru Nisa yang sudah berada di sana.


Jihan yang mendengar suara seorang wanita yang begitu familiar di telinganya nampak membuat wanita itu benar-benar sangat kesal.


"Kenapa sih kecebong ini di sini, apa Dia tidak punya pekerjaan lain selain mengekor pada suamiku." cibir Jihan dalam hati yang melihat kecentilan dari sikap Nisa.


"Hai Jihan, gimana Apakah sudah sembuh?" tanya Deni yang ternyata juga berada di sana.

__ADS_1


"Hai Deni!" seru seorang pelanggan yang ada di warung.


"Halo, bro. kalian lagi makan juga di sini?" tanya Deni.


"Iya, Apakah kau kenal dengan gadis cantik itu?" tanya seorang pemuda kepada Deni.


"Iya, aku sangat kenal dia. Dia adalah wanita yang aku sukai." jawab Deni yang membuat Daniel langsung tersedak ketika mendengar kata-kata Deni.


Jihan sangat kebingungan, dengan segera ia mengambilkan air dan menepuk punggung Daniel. "Kamu bicara apaan sih! Siapa bilang aku ini kekasihmu, lagipula kalau kamu cari kekasih cari saja kekasih aku nggak mau sama kamu!" seru Jihan.


"Memangnya aku kurang kaya? aku ini juga punya usaha loh dan suatu hari pasti aku akan jadi pengusaha kaya raya seperti Papamu!" seru Deni.


Hanya satu lontaran kata yang terucap dari bibir Jihan ketika pria itu mengatakan kalau dirinya sudah mempunyai kekasih.


"Kalian berdua Ini kenapa sih? Kalian selalu mengganggu aku dan Mas Daniel, Apakah kalian tidak punya pekerjaan selain keluyuran kesana kemari." cibir Jihan yang kemudian meminta Daniel untuk segera pergi dari sana.


Seketika ini bisa yang melihat hal itu nampak wanita itu berpura-pura terjatuh dan menempel di tubuh Jihan.


DUG..


"Ya ampun Mbak, ngapain sih Mbak dorong aku." ucap Nisa yang terlihat berakting kesakitan.


"Jihan, Apa yang kamu lakukan! Jangan bersikap seperti itu pada Nisa!" seru Daniel yang kemudian membantu Nisa yang terjatuh


"Lagian siapa sih Mas yang dorong dia, aku enggak dorong dia." jawab Jihan dengan suaranya sedikit emosi.


"Bagaimana kamu tidak mendorong dia, Lihatlah dia sampai tersungkur dan terluka seperti itu." ucap Daniel.

__ADS_1


"Kau ini bagaimana sih, lebih percaya Wanita itu. sudah jelas-jelas aku tadi tidak mendorongnya dia sendiri yang nempel-nempel sama aku!" seru Jihan.


" Ya udah kalau gitu nggak usah marah seperti itu." ucap Daniel.


Nisa yang diperlakukan seperti itu wanita itu sangat bahagia, di depan matanya Daniel memarahi Jihan karena mendorongnya.


"Ya udah kalau gitu Mas, tolong dia, bawa dia berobat aku mau pulang." ucap Jihan.


"Kau mau ke mana!" seru Daniel yang terlihat mencekal tangan Jihan.


"Auchhh, sakit Mas...,"suara rintihan dari Nisa ketika terlihat kepalanya terbentur sesuatu.


"Udah nggak usah pakai pura-pura seperti itu, kok itu banyak acting." ucap Jihan.


"Kau tidak usah bersikap seperti itu, Apakah kau tidak lihat kalau dahinya terluka." jawab Daniel yang membuat Jihan benar-benar sangat emosi. seketika kakinya yang terluka dia buat berjalan dan mendorong tubuh Daniel yang ingin memapah Nisa hingga membuat Daniel terjatuh.


"Deni, Bisakah kau mengantarkanku pulang. Apakah kamu membawa sepeda motor atau mobil?" tanya Jihan.


"Aku membawa mobil." jawab Deni.


"Kamu mau ke mana!" seru Daniel.


"Enggak usah menghiraukan aku, tolong kekasihmu itu dan jangan sentuh-sentuh aku!" seru Jihan yang tersulut emosi saat melihat suaminya menolong wanita lain dan menuduh dirinya melukai wanita itu. memang Nisa ternyata sungguh pandai berakting hingga membuat Nisa benar-benar kesal melihat adegan itu.


"Mas, tolong aku Mas kepalaku pusing!" seru Nisa yang kemudian berpura-pura pingsan. seketika Daniel langsung memapah Nisa dan membawa wanita itu ke dalam mobil.


Sedangkan Jihan, terlihat Dia sudah pergi dari tempat itu bersama dengan Deni.

__ADS_1


"Apakah seperti ini rasanya cemburu, Mengapa rasanya sesakit ini." ucap Jihan.


** bersambung **


__ADS_2