
PRANGGG...
Suara piring yang pecah.
"Ada apa ini? kenapa ada piring pecah?" tanya Jihan yang begitu terkejut karena ada suara piring pecah yang berasal dari ruang tengah. seketika Jihan langsung keluar untuk melihat Apakah benar itu piring atau sesuatu.
Terlihat di sana seorang wanita berdiri sambil membawa vas keramik milik almarhum ibunda Jihan.
"Apa yang kau lakukan?!" seru Jihan.
Rita yang melihat itu seketika dia menoleh dan menatap seorang wanita muda yang sudah berada di belakang tubuhnya
"Jihan." jawab Rita.
"Apa yang ibu lakukan di sini?!" seru Jihan kembali.
"Tadi ibu tidak sengaja menjatuhkan vas bunga ini." jawab Rita.
"Bagaimana sih, tidak mungkin vas bunga kesayangan ini bisa jatuh keluar. padahal vas bunga ini berada di dalam lemari kaca!!" seru Jihan yang begitu murka.
Ada suatu rahasia disembunyikan oleh ibunda Jihan untuk Jihan di dalam vas bunga itu, Ayah Jefri juga mengetahui hal itu.
"Ada apa Jihan?" tanya ayah Jefri yang melihat putrinya benar-benar sangat marah kepada wanita yang kemarin dia tabrak.
"Lihatlah Ayah, wanita ini memecahkan vas bunga kesayangan ibu!" seru Jihan yang benar-benar sangat marah karena vas bunga kesayangan nya dipecahkan oleh Rita.
"Maaf mas, saya tidak sengaja." ucap Rita sambil menunjukkan ekspresinya yang benar-benar begitu sedih.
"Maaf, maafkan aku Mas. aku tidak sengaja menyenggol vas bunga ini." ucap Rita yang terlihat begitu sedih. wanita berusia 50 tahun lebih itu benar-benar begitu pandai berakting.
"Sudahlah Jihan, biarkan saja." ucap Ayah Jefri.
Tentu saja pria tua itu mengatakan hal itu, mau bagaimana lagi vas bunga itu sudah pecah, tidak mungkin bisa dikembalikan seperti semula.
__ADS_1
"Tidak mungkin vas bunga ini pecah, vas bunga ini berada di lemari kaca. tidak mungkin tiba-tiba vas bunga ini pecah kalau tidak diambil dari dalam lemari!!" seru Jihan yang benar-benar begitu marah. apalagi terlihat jelas kalau Rita adalah sosok wanita yang mempunyai dua wajah.
"Mas, aku benar-benar tidak sengaja. aku tidak sengaja menjatuhkannya, Tadi aku lihat barang itu sudah berada di luar dan aku tidak sengaja menyenggol nya." jawab Rita yang berbohong.
Seketika Jihan langsung meninggalkan ayahnya, wanita itu menunjukkan emosinya yang benar-benar begitu meluap.
"Jika ayah tidak segera menyuruh wanita ini pergi dari sini, ayah akan tahu bagaimana emosiku semakin meradang." ucap Jihan yang kemudian meninggalkan ayahnya.
Sebenarnya orang-orang yang ada di rumah itu tidak menyukai keberadaan Rita, seorang wanita yang begitu sok kuasa padahal baru dua hari dia berada di sana.
"Kamu mau ke mana, Jihan!" seru Ayah Jefri.
"Aku mau pergi dulu, ayah. aku mau ke pabrik konveksi." jawab Jihan.
"Makan dulu!!" seru Ayah Jefri.
"Makan saja sendiri." jawab Jihan yang kemudian pergi dari rumah itu.
"Jihan!" seru Mbok Sri.
"Iya, Ada apa Mbok?" tanya Jihan ke mbok sri.
"Ini bekal makanannya, enggak baik Kamu marah sama makanan itu. masalah dengan wanita itu tidak usah bawa makanan kalau marah!" seru Mbok Sri yang kemudian memberikan 2 kotak bekal makanan tersebut.
"Ini sama Mas Daniel Ya mbok?" tanya Jihan.
"Tentu saja, Memangnya sama siapa." jawab Mbok Sri.
Sedikit cerita mengenai Mbok Sri, sebenarnya Mbok Sri adalah saudara tiri dari ayah Jefri. ayah dari ayah Jefri menikah dengan Ibu dari Mbok Sri. Ibu dari Mbok Sri mempunyai anak yaitu Mbok Sri, sedangkan Ayah Jefri menikah dengan istri pertamanya dan mempunyai anak ayah Jefri. bisa dibilang Mbok Sri adalah saudara tiri Ayah, Jefri semenjak dahulu wanita tua itu selalu menyayangi Ayah Jefri seperti saudara kandungnya sendiri. begitu pula dengan mbok Sri, pria pria tua itu begitu menurut kepada Mbok Sri. karena Ayah Jefri selalu menganggap mbok sri adalah panutan yang begitu baik.
Setelah ayah ayah dari ayah Jefri meninggal Mbok Sri lah yang merawat Ayah Jefri hingga dia dewasa, ayah Jefri berusaha sendiri untuk menggapai cita-citanya menjadi pengusaha sukses.
Terkadang Ayah Jefri selalu memarahi mbok sri karena dia selalu menggila Ayah Jefri dengan sebutan Tuan. padahal dia bisa saja memanggilnya dengan sebutan adik atau Jefri saja.
__ADS_1
"Mbok, Apakah Jihan sudah membawa makanannya?" tanya Ayah Jefri kepada Mbok Sri.
"Sudah, tadi Mbok bawakan bekal." jawab Mbok Sri.
"Ngapain si mbok selalu memanggilku dengan sebutan Tuan, aku ini adalah adikmu Kenapa kau tidak memanggil namaku saja. aku selalu merasa risih saat kau memanggil aku dengan sebutan Tuan. apakah kau tidak bisa memanggilku seperti seorang kakak memanggil adiknya?" tanya ayah Jefri.
"Apakah kau tidak malu saat melihat wanita sepertiku menjadi kakakmu?" tanya ayah Jefri.
"Mengapa aku harus malu Mbok? Kau adalah saudaraku satu-satunya, Aku tidak pernah malu dengan semua keadaan kita. Kau adalah pendukung ku, kau adalah ibuku dan kau adalah orang yang selalu menjadi tembok yang begitu kokoh jawab ayah Jefri.
"Aku senang kau menganggapku seperti itu, biarkan saja Aku memanggilmu dengan sebutan Tuan. walaupun Aku memanggilmu seperti itu tetaplah Jefri kecilku Yang dulu selalu mengikutiku kemana-mana." jawab Mbok Sri.
"Sekali-kali panggilan Namaku Mbok, jangan memanggil diriku dengan sebutan tuan. jika kau masih menganggapku sebagai seorang adik." ucap Ayah Jefri yang kemudian mengambil piring dan meminta Mbok Sri untuk duduk bersamanya.
Rita yang sudah berada di ruang makan, tatapan mata wanita serigala itu menatap Mbok Sri yang duduk bersama dengan ayah Jefri.
"Ngapain sih pembantu itu duduk di sana, apakah dia tidak tahu posisinya di mana." gerutu Rita yang melihat Mbok Sri duduk bersama dengan ayah Jefri.
"Makanlah Rita, biar kondisimu semakin membaik!" seru Ayah Jefri.
"Terima kasih ya Mas." jawab Rita yang kemudian duduk di samping kanan Ayah Jefri, terlihat sekali kalau kita benar-benar tidak menyukai keberadaan Mbok Sri. wanita itu terus menatap mbok.sri dengan tatapan mata seolah ingin membunuh wanita itu.
"Lihat aja, suatu saat nanti aku pasti akan membunuhmu. aku akan menyingkir kamu dari rumah ini, kau kira kau itu siapa, berani sekali kau duduk di samping Jefri. Kau kira kau adalah keluarganya." guman Rita dalam hati yang kemudian membuka piring dan mulai memakan makanan yang sudah tersaji.
"Nanti aku pulangnya agak malam, bilang sama para pekerja untuk menutup gudang dan pagar sekitar rumah." pinta Ayah Jefri.
"Tenang aja, nanti aku akan bilang sama mereka." jawab Mbok Sri.
** bersambung**
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa untuk tinggalin jejak, like,vote dan komentar. dukungan kalian sangat berarti.terima kasih😊
😍👍👍👍❤️❤️❤️😊💋😍
__ADS_1