
Di tempat lain, terlihat Wawan sudah ada di rumah Armala.
"Terima kasih ya, karena kau sudah mau menolong ku." ucap Wawan.
"Jangan seperti itu, Mas. aku pasti akan menolongmu." jawab Armala.
"Maafkan aku ya." ucap Wawan.
"Mengapa harus seperti itu, mas?" tanya Armala.
"Aku harus segera mencari keberadaan ibuku, karena aku yakin dia akan membuat hidup adikku semakin menderita." jawab Wawan.
"Adik? adik yang mana?" tanya Armala saat Wawan mengatakan kalau dirinya mempunyai adik.
"Aku mempunyai seorang adik, usianya terpaut tidak jauh dariku." jawab Wawan.
"Lalu, apa yang terjadi?" tanya Armala.
"Kelihatannya Ibu ingin menumpang hidup pada adikku yang sekarang menjadi menantu orang kaya." jawab Wawan.
"Ibumu benar-benar tidak bisa berubah sama sekali, dari dulu sampai sekarang sifatnya tidak pernah berubah. Bahkan dia selalu saja menyakiti orang-orang yang ada disekitarnya." ucap Armala.
"Kau benar, memang Ibu tidak pernah berubah sama sekali, Dia selalu membuat orang-orang yang ada disekitarnya menderita tanpa bisa merasakan kebahagiaan." jawab Wawan.
"Kau sembuhkan dulu dirimu dulu, baru kita akan mencari keberadaan ibumu." ucap Armala.
"Tidak, aku harus segera mencari keberadaan ibu. aku takut kalau dia tiba-tiba menghancurkan keluarga adikku." jawab Wawan.
"Tapi, kondisimu masih seperti ini." jawab Armala yang kemudian menarik tubuh Wawan dan mengobati luka-luka yang ada di tubuh Wawan.
Negitu pilu perasaan yang dirasakan oleh Armala ketika melihat tubuh Wawan terluka begitu parah,
"Di mana insting keibuan ibumu, Mas. dia benar-benar seperti binatang." ucap Armala.
"Binatang saja akan melindungi anaknya jika anaknya dalam bahaya." jawab Wawan.
"Aku tidak tahu, Mas. apa yang harus aku katakan, ibumu seperti monster." ucap Armala.
"Kau benar, ibuku adalah seorang monster. seorang iblis, kalau dia bukanlah monster dan iblis dia tidak akan menghancurkan anaknya sendiri." jawab Wawan.
Ketika Wawan mengatakan hal itu, hati armala benar-benar sangat tersentak. Bagaimana tidak, Rita benar-benar sudah menghancurkan kehidupan Wawan. menjadikannya pemuas ***** para pria sesuka sesama jenis dan para wanita kesepian.
"Lebih baik kau istirahat dahulu, Mas. aku akan minta tolong kepada salah satu kenalanku untuk mencari keberadaan ibumu." ucap Armala.
__ADS_1
"Tidak Armala, aku tidak ingin melibatkan mu dalam masalah ibuku." jawab Wawan.
"Apakah kau sudah tidak menganggapku lagi Mas?" tanya Armala.
Wawan menatap wajah Armala, seorang wanita yang dia cintai hingga sekarang. namun Wawan benar-benar sangat takut, dia sudah kotor dan benar-benar begitu menjijikkan.
"Kenapa kau masih mencintaiku, Armala? Aku adalah pria kotor, Aku adalah pria yang begitu itu menjijikkan." ucap Wawan.
"itu bukan kesalahanmu, Mas." jawab Armala yang kemudian memberikan pelukan kepada Wawan.
Sepasang kekasih yang sudah terpisah itu masih memiliki perasaan yang benar-benar sangat luar biasa, berharap Tuhan akan memberikan mereka jalan keluar. nyatanya mereka sekarang bertemu, Wawan ingin memulai kehidupan baru Namun Wawan juga takut akan membuat armala terluka karena masa lalunya.
"Aku malu Armala," ucap Wawan.
"Kenapa harus malu, Mas. Memangnya apa kesalahanmu?" tanya Armala.
"Aku malu dengan semua yang terjadi padaku." jawab Wawan.
"Kenapa kau harus malu, itu semua bukanlah kesalahanmu." jawab Armala yang kemudian meminta Wawan untuk segera beristirahat.
Armala mulai menelepon salah satu kenalannya untuk mencari tahu di mana keberadaan Rita yang sedang mencari keberadaan anaknya.
Bahkan wanita itu juga meminta salah satu dokter pribadinya untuk memeriksa Wawan, memeriksa kondisi Wawan seluruhnya, bahkan Armala memeriksa kondisi mental Wawan.
Di tempat lain terlihat Rita masih berpura-pura kesakitan, berpura-pura pingsan dengan semua kondisi luka di tubuhnya. Rita adalah seorang wanita yang benar-benar luar biasa dan begitu pandai berbohong. dia membuat sebuah kenaifan yang sungguh luar biasa.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Daniel yang melihat wajah istrinya benar-benar kesal karena perbuatan Rita.
"Apakah Mas tahu, kemarin apa yang terjadi? bahkan wanita itu dengan berani menghina Mbok Sri, dia tidak tahu sebenarnya Mbok si itu siapa? kalau dia tahu aku yakin dia sangat malu." jawab Jihan.
"Sudahlah sayang, kamu nggak usah marah-marah seperti itu. apalagi akhir-akhir ini tingkat emosimu sangat luar biasa." ucap Daniel.
"Ya Mas, aku nggak tahu kenapa emosiku akhir-akhir ini begitu luar biasa. Apa karena wanita itu ya?" tanya Daniel.
"Aku nggak tau juga sih, sayang. tapi kelihatannya emosimu itu begitu luar biasa." jawab Daniel.
Mbok Sri yang duduk bersama Jihan dan Daniel, nampak wanita itu menatap tubuh Jihan dari atas sampai ke bawah.
"Oh ya Jihan, Apakah kau tidak pernah merasakan sesuatu?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.
"Memangnya merasakan apa Mbok." jawab Jihan.
"Apakah kau merasakan ada perbedaan pada tubuhmu? mual, pusing atau sesuatu?" tanya Mbok Sri kembali.
__ADS_1
Jihan menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar, tadi dia sudah mendengar kata-kata dari wanita ular itu. namun sekarang Mbok Sri harus menanyakan hal itu kembali.
"Apakah Mbok tidak tahu aku ini sudah sangat kesal karena sundel bolong itu? malah sekarang mbok mengatakan hal itu." jawab Jihan.
"Oh ya, bagaimana kalau kita intip aja itu wanita lagi ngapain." ucap Mbok Sri yang membuat Jihan langsung berdiri dan menarik tangan sang suami.
"Ada apa Sayang?" tanya Daniel.
"Aku yakin wanita itu membuat rencana licik." jawab Jihan.
"Rencana apa?" tanya Daniel.
"Menjebak ayahku." jawab Jihan.
Perkataan Jihan, itu ada benarnya juga. Rita yang berada di kamar nampak dia benar-benar berakting kesakitan. dia memegang dadanya, mengatakan kalau nafasnya benar-benar begitu berat.
"Apakah kamu tidak apa-apa?" tanya ayah Jefri kepada Rita.
"Nggak tahu Mas, kelihatannya dadaku sangat sakit." jawab Rita.
"Memangnya kenapa?" tanya ayah Jefri.
"Aku nggak tahu Mas, tiba-tiba dadaku terasa sakit." jawab Rita.
"Benarkah?" tanya ayah Jefri.
"Benar Mas." jawab Rita yang kemudian menarik tangan Ayah Jefri dan menaruhnya di dadanya.
Seketika Ayah Jefri langsung menarik tangannya, Ayah Jefri bukanlah tipe seorang pria dengan kelakuan minus.
"Apa yang kau lakukan, Rita!!" seru Ayah Jefri.
"Dadaku benar-benar sakit Mas." ucap Rita yang masih berpura-pura.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan menelepon dokter!" seru Ayah Jefri yang kemudian keluar hendak mencari dokter.
Saat dia baru membuka pintu itu, terlihat disana Jihan sudah berdiri di luar pintu bersama Daniel dan mbok Sri.
"Tidak usah menelpon Dokter ayah, karena dokter sudah datang." jawab Jihan yang terlihat sudah membawa sang dokter di tempat itu.
"Lihat aja, sebentar lagi kau akan merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita tidak tahu malu, berani sekali kau mengganggu Ayahku." guman Jihan dalam hati.
** bersambung**
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa untuk tinggalin jejak, like,vote dan komentar. dukungan kalian sangat berarti.terima kasih😊
😍👍👍👍❤️❤️❤️😊💋😍