
Akhirnya Daniel lebih memilih untuk pergi bersama Jihan menaiki motor berdua saja. sedangkan Nisa.., terlihat wanita itu benar-benar sangat marah karena dia tiba-tiba ditinggalkan oleh Daniel di rumah itu. 2 kaki Nisa terlihat menghentak-hentak di lantai, karena dia sangat bahagia namun sekarang kebahagiaannya langsung dirampas paksa oleh Jihan.
"Yeeee, Tuh kan dia lebih memilih aku karena aku istrinya. dasar wanita ganjen." guman Jihan dalam hati sambil melirik Nisa.
Tentu saja lirik kan tajam Jihan membuat Nisa seperti dihina habis-habisan oleh wanita itu.
"Lihat saja, aku pasti tidak akan melepaskan Mas Daniel!" seru Nisa.
Mbok Sri yang mendengar hal itu nampak wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Udahlah Nisa, kamu itu nggak berhak sama Daniel. Daniel itu adalah suami dari Jihan Kalau kamu masih keras seperti itu nanti malah kamu sendiri yang terluka." ucap Mbok Sri.
"Nggak mau, Aku nggak mau. Aku bakal mempertahankan kan Mas Daniel!" seru Nisa.
"Kamu itu lho Nis..., kamu nggak punya malu mau merebut suami orang, apa di desa ini nggak ada cowok lagi selain Daniel." sindir Mbok Sri yang membuat Nisa menatap wajah wanita tua itu.
"Tidak bisa seperti itu dong Mbok, aku itu juga berhak bahagia lo..," jawab Nisa.
"Bahagia? bahagia tapi tidak harus mengambil milik orang lain kan." jawab Mbok Sri yang kemudian meninggalkan Nisa yang sedang marah-marah karena dia tidak jadi pergi bersama Daniel.
"Pokoknya aku harus mendapatkan Mas Daniel Apapun yang terjadi, nggak bisa.., Aku enggak mau kehilangan Mas Daniel!" seru Nisa yang terlihat seperti wanita gila Bahkan dia benar-benar tidak tahu malu karena menginginkan suami orang untuk menjadi miliknya.
"Terserah apa keinginanmu Nisa, Namun yang pasti aku tidak akan membiarkanmu melakukan sesuatu hingga membuat pasangan suami istri itu berpisah." ucap Mbok Sri yang kemudian pergi meninggalkan Nisa di tempat lain.
__ADS_1
Terlihat Jihan dan Daniel terus menerus saling berguman tidak karuan.
"Kalau mulutmu tidak bisa diam Lebih baik kau turunkan aku, biarkan aku membawa motor ini sendiri!" seru Jihan.
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu." jawab Daniel.
"Kalau begitu Diamlah, dari tadi kau terus menggerutu hingga membuat telingaku benar-benar sangat panas." jawab Jihan.
"Kalau begitu Tidak usah kau dengarkan, tutup saja telingamu." jawab Daniel.
"Dasar pria menyebalkan." ucap Jihan yang kemudian memukul punggung sang suami.
"Kalau kamu tidak mau berpegangan aku akan mempercepat laju motor ini dan aku mau tahu apa yang akan terjadi." perkataan yang dikeluarkan oleh Daniel membuat Jihan langsung berpegangan erat kepada suaminya itu.
Sebuah senyum benar-benar terukir begitu indah di bibir Daniel ketika melihat sang istri berpegangan erat kepadanya.
"Apa kau yakin aku takut? Bagaimana kalau aku melepaskan pegangan tanganku dan aku terjatuh lalu ditabrak oleh mobil, lalu....," ucap Jihan dengan panjang lebar.
Saat mendengar hal itu seketika Daniel langsung menghentikan motornya, pria itu menatap wajah sang istri kemudian menarik tangannya. "Kalau begitu aku tidak akan melepaskan tanganmu, akan ku pegang terus sampai kapan pun." jawab Daniel yang terlihat menghidupkan motornya kemudian melajukan motor itu dengan kecepatan sedang.
DEG...
Jihan yang mendapat perkataan Daniel seperti itu, dia tersenyum simpul sembari senyum-senyum tidak karuan. dia bahagia dia benar-benar menyukai semua sikap yang ditunjukkan oleh Daniel suaminya.
__ADS_1
"Tuh kan takut sendiri." guman Jihan dalam hati yang kemudian menempelkan tubuhnya di punggung sang suami.
Deg..
jantung Daniel benar-benar berdebar tidak karuan saat Jihan Mau menyentuh tubuhnya. berpegangan erat seolah Mereka adalah pasangan suami istri yang sebenarnya.
"Mulai besok kita naik motor ya, kita berangkat berdua seperti ini." pinta Jihan kepada Daniel.
Entah mengapa Daniel benar-benar sangat suka, sangat suka dengan semua kemanjaan Jihan, kemarahan Jihan kemudian. istrinya itu akan selalu membuatnya seperti seorang ABG yang sedang jatuh cinta.
"Apa kamu tidak malu boncengan sama aku yang hanya pekerjamu?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Ngapain juga aku harus malu, kau kan suamiku." jawab Jihan secara spontan yang tidak sadar.
Daniel bahagia, pria itu benar-benar sangat senang ketika mendengar jawaban dari istrinya.
"Kau harus selalu berpegangan padaku dan tidak boleh melepaskannya. karena aku tidak akan membiarkanmu lepas dari tanganku dan pandanganku." jawab Daniel yang kemudian melajukan motornya.
Beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di pabrik perhiasan, para pekerja wanita yang ada disana juga belum mengetahui kalau Daniel adalah istri dari wanita yang berada di tempat itu.
"Selamat pagi Mas Daniel!" seru para pekerja wanita.
"Pagi." jawab Daniel yang kemudian memegang erat tangan Jihan.
__ADS_1
"Ye.., dia suamiku tahu." guman Jihan dalam hati sambil tersenyum begitu senang.
** bersambung **