
Setelah hari itu, kejadian itu menjadi trending topic di desa. belum selesai acara Erwita yang menjebak Daniel malah sekarang Ayah Jefri yang dijebak oleh Rita.
Jihan dan Daniel terus mencari bukti-bukti untuk mengusir Rita dari tempat mereka, Ayah Jefri sudah tidak bisa lagi mengatakan apapun, Rita terus-menerus mengatakan kalau Ayah Jefri mencoba untuk menghancurkannya, dia tidak sanggup lagi dia sudah dihancurkan oleh suaminya sekarang dia ingin dilecehkan Ayah Jefri.
Rita berusaha untuk meyakinkan Ayah Jefri untuk menikahinya agar dia tidak menjadi gunjingan para warga desa. tentu saja Ayah Jefri tidak akan melakukannya Jika dia melakukannya maka dia akan masuk jebakan Rita, Ayah Jefri hanya terdiam pria itu meminta Rita untuk menunggu keadaan lebih baik. Ayah jefri menjanjikan Rita agar wanita itu tidak terus-menerus menyebarkan gosip gosip panas mengenai dirinya dan ayah Jefri.
"Aku yakin kalau kau adalah wanita yang mencoba untuk menjebak ku. situasi ini begitu mirip dengan situasi yang terjadi pada Daniel." ucap Ayah Jefri yang benar-benar sangat yakin kalau kita sudah melakukan sesuatu hingga membuat dirinya terjebak pada permainan wanita yang ditolong oleh dirinya tersebut.
"Aku benar-benar sangat tidak percaya kalau wanita itu mencoba untuk menjebakku, apa sebenarnya yang dia inginkan wanita tidak tahu diri yang mencoba untuk menjadi bagian dari keluargaku." guman Ayah Jefri.
Bukan Rita namanya Jika dia menyerah begitu mudah, karena Rita sudah memikirkan 1000 cara untuk mendapatkan ayah Jefri. hari ini terlihat Ayah Jefri sudah menelepon Jihan dan Daniel, mereka berdua sudah mengatakan kalau Daniel dan Jihan akan mencari bukti-bukti mengenai wanita itu.
Di tempat lain ternyata Wawan juga mencari keberadaan ibunya, pria itu takut kalau ibunya akan menghancurkan rumah tangga adiknya. Wawan sudah berada di desa tempat Jihan, langkah kakinya benar-benar terburu-buru, dia terhenti ketika melihat salah satu warga tempat Jessica berada sudah keluar.
"Maaf Ibu, Bisakah saya bertanya." ucap Wawan kepada salah satu wanita yang ada di desa tersebut. beruntungnya wanita yang ditanyain oleh Wawan adalah ibu Cece.
"Iya ada apa, Mas?" tanya ibu Cece.
"Aku kesini karena ingin menanyakan Siapa Di mana rumah pemilik perusahaan di desa ini." jawab Wawan.
Ibu Cece terlihat memikirkan sesuatu, sesaat kemudian otaknya yang sudah tersambung itu mulai paham dengan apa yang ditanyakan oleh Wawan.
"Maksudmu rumah pemilik dari 2 perusahaan terbesar di desa ini?" tanya ibu Cece.
"Benar Bu." jawab Wawan.
"Oh..., dia itu Mbak Jihan sama Mas Daniel toh?" tanya ibu Cece kembali.
Wawan menganggukkan kepalanya, karena dia juga tidak tahu siapa Nama isteri Daniel yang sebenarnya dan siapa nama Jihan itu.
tuh orangnya sedang lewat seru
"Daniel!" seru Wawan kepada Daniel yang sudah berada di dekat Ibu Cece.
"Iya." jawab Daniel.
__ADS_1
"lho Mas Daniel sama Mbak Jihan mau kemana?!" seru Ibu Cece yang melihat Jihan dan Daniel pergi cara terburu-buru.
"Jihan, Daniel? Bukankah itu adalah Daniel adikku." ucap Wawan dalam hati.
Terlihat Wawan terus memperhatikan Daniel dan Jihan. pria itu terus memandang seorang pria yang mempunyai nama seperti seperti nama yang akan dia temui.
"Mas Daniel Mbak Jihan Ada yang ingin bertemu dengan kalian!!" seru Ibu Cece kepada Jihan.
Seketika langkah kaki Daniel langsung terhenti.
"Ada apa Bu?" tanya Jihan.
"Ada orang yang ingin bertemu dengan kalian." jawab ibu Cece.
"Siapa?" tanya Jihan sambil memandang Ibu Cece.
"Ini orangnya." jawab ibu Cece sambil menunjuk Wawan dan Jihan.
"Ada apa Mbak, Mas. kalian mencariku?" tanya Jihan kepada Wawan dan Armala.
"Apakah kau yang bernama Daniel?" tanya Wawan kepada Daniel.
"Ada apa ya Mas?" tanya Daniel kembali.
"Bisakah saya berbicara dengan kalian berdua sebentar?" tanya Wawan yang membuat Jihan dan Daniel menatap pria itu.
"Ada apa Ya?" tanya Jihan.
"Bisakah kita ke suatu tempat." pinta Armala.
"Baiklah kalau begitu, ikutlah saya karena kita akan berbicara di suatu tempat." jawab Jihan yang kemudian mengajak mereka ke sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari tempat Jihan..
"Ada apa ya Mbak, Mas?" tanya Jihan kepada Wawan dan Armala.
"Apakah di tempat kalian ada seorang wanita yang berumur sekitar 50 tahun?" tanya Wawan.
__ADS_1
Jihan dan Daniel nampak saling menatap satu sama lain,
"Maksudnya?" tanya Daniel yang terlihat kebingungan.
"Saya tanya sekali lagi, apakah di tempat kalian ada seorang wanita yang berusia sekitar 50 tahun atau 50 tahun lebih?" tanya Wawan yang membuat Jihan dan Daniel saling mengangguk.
"Benar, di tempat saya ada seorang wanita. namanya Ibu Rita, Memangnya ada apa?" tanya Daniel.
Wawan sangat terkejut, ternyata ibunya sudah menemukan keberadaan adiknya.
"Bisakah kita berbicara dengan serius?" tanya Wawan yang membuat Jihan dan Daniel begitu kebingungan. karena pria yang ada di depannya itu berbicara sedikit membingungkan.
"Tunggu-tunggu, apa sebenarnya yang ingin kau katakan? Kenapa kelihatannya kau berbicara sedikit berputar-putar?" tanya Daniel.
"Dengarkanlah baik-baik, jauhi wanita itu, segera usir dia dari tempat kalian." pinta Wawan.
"Kenapa? kenapa kami harus ngusir nya?" tanya Jihan.
Wawan menatap Armala terlihat Armala menganggukkan kepalanya, itu berarti Wawan harus menceritakan semuanya kepada Daniel.
"Dengarkanlah apa yang aku katakan ini, agar kalian tidak terjebak oleh wanita itu." ucap Daniel.
Seketika Wawan menceritakan mengenai Rita, Sebenarnya dia juga menceritakan mengenai dirinya. Daniel benar-benar sangat tidak suka dengan kenyataan kalau dirinya masih mempunyai kakak dan ibu. selama ini yang dia tahu kalau Daniel sebatang kara di dunia ini, selain ayah Jefri.
Namun sekarang seorang pria mengatakan kalau dirinya adalah kakaknya dan wanita yang berada di tempatnya adalah ibunya.
"Apakah kau bercanda!!" seru Daniel yang tidak percaya. terlihat dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Wawan.
"Aku tahu kau tidak akan percaya, namun percayalah sekali ini jauhi wanita itu jangan sampai kalian mendekatinya. Dia adalah wanita tidak tahu diri, dia adalah wanita brengsek yang telah mencampakkanmu dan diriku." jawab Wawan.
"Apa maksudmu? aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan!!" seru Daniel yang terlihat begitu emosi.
Dia tidak ingin menganggap apa yang dikatakan oleh Wawan itu sebuah kebenaran,.
"Aku tahu kalau kau tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh pria ini, namun percayalah kau harus berhati-hati dengan wanita yang bernama Rita." ucap Armala.
__ADS_1
"Dia adalah ibuku sekaligus ibumu, tapi dia juga adalah wanita licik yang akan melakukan sesuatu yang membuatmu terluka. dia tidak peduli dia akan melukaimu, yang dia inginkan hanyalah membuatmu terluka dan terluka. dia akan membuatmu menderita seperti yang dia lakukan padaku." jawab Wawan.
** bersambung **