
"Siapa dia, Mas?" tanya Jihan kepada Daniel.
"Yang Aku tahu dia cuma sebagai model perhiasan di perusahaan Ayah Jefri, selain itu Aku tidak tahu." jawab Daniel.
"Kau bohong Mas, kenapa kau harus berbohong? kau bahkan sering sekali mengantarkanku, membawaku berjalan-jalan bahkan Kau sering memberikanku makanan dan minuman." ucap Lola yang berakting begitu memilukan.
"Benarkah Mas?" tanya Jihan sambil melirik sang suami.
"Buat apa aku harus melakukannya, sayang. kau tahu sendiri kan hampir 24 jam lamanya Aku selalu bersamamu, dan kau tahu sendiri di mana tempat keberadaan ku? jika aku tidak ada di rumah Apakah Ayahmu akan melepaskan pekerjaannya begitu saja?" tanya Daniel yang membuat Jihan nampak memutar bola matanya dengan begitu jengah.
Api cemburu mulai membakar, sesaat kemudian terlihat Nisa juga Mulai mendekati wanita asing yang mengaku sebagai calon istri Daniel.
"Dasar wanita tidak tahu malu, berani sekali kau mengaku sebagai calon istri dari Mas Daniel. dia itu mas Daniel ku, milikku!" seru Nisa.
"Nih cewek, Kenapa juga dia masih tetap ngotot mengakui suamiku sebagai kekasihnya, dan ini wanita yang ada di depan pintu. Berani banget dia mengakui suamiku sebagai calon suaminya." gerutu Jihan yang melihat kedua wanita itu.
"Pergi sana, jangan berani mengganggu Mas Daniel ku!" seru Nisa.
"Mas Daniel mu? apaan kau, dia itu calon suamiku!" seru Lola.
__ADS_1
Wajah Daniel terlihat sudah mulai pucat saat mendengar dua wanita memperebutkan nya, tatapan mata Daniel terus menatap Jihan yang melotot padanya. pria itu tidak bisa berkutik sama sekali, Dia hanya tersenyum sembari menatap wajah sang istri.
"Nisa, ajak wanita ini berantem di luar. jangan di sini, kau tahu sendiri kan kalau Daniel habis dilukai oleh seseorang." ucap Mbok Sri yang membuat Nisa langsung menyeret wanita itu dan mengajaknya bertengkar di luar rumah Jihan.
"Kenapa kau melotot padaku, Sayang?" tanya Daniel.
"Berani sekali kau bermain-main dengan ku sayang? Apakah kau tidak tahu kalau aku adalah gadis yang pandai berantem, pandai berkelahi dan benar-benar pandai menggunakan semua jenis senjata. Aku mau tahu bagaimana suamiku ini dengan sengaja mengundang calon istrinya ke tempat istrinya." ucap Jihan yang membuat Daniel terdiam kembali.
"Cepat ikut aku masuk kedalam, Sayang. karena aku ingin mendengar semua penjelasanmu, jika kau meninggalkan satu garis cerita itu maka jangan salahkan aku jika aku akan membuatmu menjadi di pembantu yang ada di desa ini!" seru Jihan yang kemudian menarik tubuh Sang suami dan membawanya ke dalam kamar mereka.
Mbok sri hanya terdiam, wanita tua itu tahu kalau Jihan pasti akan dapat menyelesaikan permasalahan ini. apalagi mbok Sri juga tahu kalau Jihan adalah sosok istri yang sangat posesif kepada suaminya.
"Siap-siap saja Daniel, kau akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar membuatmu tidak akan bisa bergerak lagi." ucap Mbok Sri yang kemudian pergi ke dapur rumah.
"Ceritakanlah mulai dari awal." pinta Jihan.
Akhirnya Daniel menceritakan awal pertemuannya dengan Lola, pertama kali Lola bekerja, bahkan Daniel harus menjadi supir pribadi Lola. Karena Wanita itu bukan berasal dari tempat itu.
"Apakah kau yakin tidak ada lagi yang kau sembunyikan?" tanya Jihan.
__ADS_1
"Tidak Sayang." jawab Daniel sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu Mengapa wanita itu bilang kalau kau berjanji akan menikahinya?" tanya Jihan.
"Aku tidak tahu, Sayang. lagi pula kenapa aku harus menikahinya? aku saja setiap hari dibuat sibuk dengan pekerjaan dan juga harus menjagamu, tidak ada wanita lain yang bisa ku lirik selain melirikmu yang setiap hari harus aku jaga." jawab Daniel.
"Jadi kau menyesal telah menjagaku dari kecil sampai sekarang?!" seru Jihan.
"Ya tidak seperti itu Sayang, kenapa dari tadi kau marah-marah. aku kan tidak melakukan kesalahan apapun." jawab Daniel.
"Lalu bagaimana bisa wanita itu mengaku sebagai calon istrimu?" tanya Jihan kembali.
"Aku benar-benar tidak tahu, Sayang. Yang aku tahu kalau wanita itu pernah menyatakan cinta padaku namun aku tidak pernah membalasnya, dan juga tidak pernah berjanji sesuatu kepada dia." jawab Daniel.
"Aku benar-benar tidak terima kalau kau diakui oleh wanita lain sebagai calon istrinya." ucap Jihan.
"Lagipula Apa yang bisa aku lakukan, Sayang? aku saja tidak pernah berpacaran dengan satu gadis pun, bahkan Ayah Jefri seolah membuatku sibuk dengan semua rutinitas perusahaan dari pagi sampai malam. Saat aku selesai pun aku langsung tertidur." jawab Daniel.
Benar apa yang dikatakan oleh Daniel, karena dari pagi sampai malam pria itu selalu bersama dengan ayah Jefri. setelah ada sedikit waktu luang pasti Jihan selalu mengganggunya, dengan meminta mengantarkan kesana kemari.
__ADS_1
Terlihat Jihan menghela nafasnya begitu kasar, dia memegang dadanya dan berusaha untuk menetralkan jantungnya. dia tidak ingin marah kepada sang suami, dia tidak ingin tersulut emosi karena kedatangan seorang wanita asing.
** bersambung **