IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Terbongkarnya kebohongan pak lurah dan Erwita


__ADS_3

"Aaaaa!!!" suara teriakan erwita ketika semua kejahatannya sudah terungkap.


"Kenapa kau harus berteriak seperti itu, Sedangkan itu adalah bukti kejahatan dirimu." ucap Jihan.


"Bohong, semuanya itu bohong. Aku tidak pernah melakukannya! aku tidak mengenal pria itu!" seru Erwita.


"Benarkah?" tanya Jihan yang terlihat menatap wajah wanita yang benar-benar tidak mau mengakui semua kejahatannya.


"Hahaha.., jadi kau tidak mau mengakui semua kejahatanmu ya?" tanya Jihan.


"Tentu saja aku tidak mau mengakui kejahatan ku, karena aku tidak pernah melakukannya!!" seru Erwita.


"Benarkah?" tanya Jihan.


"Tentu saja." Jawab Erwita.


"Lalu bagaimana dengan semua bukti-bukti yang aku berikan itu?" tanya Jihan.


"Aku tidak akan mengakuinya!" seru Erwita kembali.


"Baiklah kalau begitu, kalau kau tidak mau mengakuinya. Bagaimana denganmu Pak lurah? Apakah kamu mau mengakui semua kejahatan yang kau lakukan itu? kau membuat para penduduk desa ini semakin menderita, kau melakukan korupsi kau menyiksa orang-orang yang ada di desa ini!?!" seru Jihan.


"Kenapa aku harus mengakui seluruh kejahatan ku? Aku tidak pernah melakukan korupsi, Aku bekerja untuk warga desa ini dan aku selalu menjadi panutan orang-orang yang ada di desa ini!!" seru Pak lurah.


"Dasar kalian tidak tahu diri, Dasar pria pembohong!!" seru Bu Cece dan beberapa ibu-ibu yang lain.


"Kalian itu adalah orang-orang brengsek!!" seru Ibu Lita.


"Aku tidak pernah melakukan hal itu, aku selalu membantu kalian. Memangnya apa yang tidak aku lakukan untuk kalian?!" tanya Pak lurah.


"Anda benar-benar orang-orang yang tidak punya hati sama sekali, bahkan kalau selalu membuat kami tersiksa. kau menaikkan pajak, kau menyiksa kami!!" seru Bu Lita.


Terlihat Pak RT memberikan beberapa pembukuan dari desa untuk para penduduk yang ada di sana.


"Apa yang kalian lakukan!!"seru Pak lurah.


"Mengapa pak lurah?! Mengapa kau takut saat aku memberikan semua bukti-bukti ini?" tanya pak RT yang membuat Pak lurah wajahnya langsung begitu muram.


"Dengarkanlah aku, buang seluruh kertas-kertas itu!!" seru Pak lurah.


Beberapa saat kemudian terlihat Erwita mengambil sesuatu dan ingin memukulkannya kepada Jihan. tentu saja Daniel yang berada di sana langsung mendorong tubuh Erwita hingga tersungkur.


"Apa yang akan kamu lakukan!!" seru Daniel kepada Erwita.

__ADS_1


"Aku akan membunuh wanita itu mas, wanita itu pembohong!!" seru Erwita kepada Daniel.


"Kamulah yang pembohong!!" seru Daniel kembali.


"Semuanya itu bohong, Mas! aku tidak pernah melakukan hal itu!!" seru Erwita.


Tak berselang lama teman dari Edi sudah berada di sana, dia mengungkapkan Semua fakta mengenai Erwita, ternyata sekarang Erwita sudah mengandung 1 bulan. tentu saja hal itu akan dijadikan sebagai alat untuk mendesak Daniel itu.


"Bohong!!" seru Erwita.


"Benarkah?" tanya Jihan.


"Kau benar-benar wanita kurang ajar!!" seru Erwita kembali.


"Apakah kau tidak salah berbicara?" tanya Jihan .


Terlihat beberapa ibu-ibu sudah memegang tubuh Erwita, tentu saja mereka takut kalau wanita itu akan melakukan sesuatu kepada Jihan.


"Segera bawa wanita ini ke kantor polisi!!" seru Jihan.


"Aku tidak pernah melakukannya!" seru Pak lurah.


"Kenapa Bapak terus berpura-pura dan tidak mau mengakui semua kejahatan Bapak?" tanya Jihan.


"Aku tidak pernah melakukan korupsi!!" seru Pak lurah.


"Dasar wanita pembohong!" seru Pak lurah kembali.


"Kau atau aku yang berbohong?!" seru Jihan.


"Tentu saja kau yang berbohong." jawab Pak lurah.


Sesaat kemudian terlihat beberapa polisi sudah berada di tempat itu,


"Kenapa ada polisi di sini?!" seru Erwita.


"Tentu saja untuk menangkap kalian." jawab Mbok Sri yang dari tadi diam saja,


"Tentu saja mereka ke sini karena ingin menangkap kalian." jawab Jihan.


"Lalu, apa yang ingin mereka lakukan?!" seru Pak lurah kembali.


"Tentu saja untuk menangkap Kalian, mau apalagi para polisi di sini." jawab Jihan.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Jihan dan Mbok Sri, mereka berdua nampak ingin melarikan diri.


"Tangkap Mereka!!" seru Ayah Jefri yang sudah menyuruh beberapa orang untuk langsung menangkap Erwita dan Pak lurah.


"Lepaskanlah kami, lepaskan!!" seru Pak lurah.


"Mengapa harus dilepaskan? semua bukti-bukti sudah berada di tangan polisi, Jadi kalian tidak akan bisa menyangkal semua perbuatan kalian!!" seru Ayah Jefri.


"Kau benar-benar brengsek, Jefri!!" seru Pak lurah.


"Aku tidak pernah mengerti, Budiman. kenapa dari dulu kau selalu iri padaku, Kenapa kau selalu ingin menghancurkan ku?" tanya ayah Jefri kepada Pak lurah.


"Tentu saja aku tidak suka kau menjadi kaya, aku tidak ingin kau menguasai Desa ini!" seru Pak lurah.


"Otakmu benar-benar picik, Budiman!" seru Ayah Jefri yang terlihat meminta para polisi untuk membawa Pak lurah dan Erwita.


"Lalu, apakah pernikahannya jadi?" tanya Pak penghulu yang dari tadi begitu kebingungan dengan semua yang terjadi di kelurahan.


"Tentu saja jadi Pak." jawab Jihan.


"Lalu, siapa yang akan menikah?" tanya Pak penghulu kembali.


"tentu saja kami, pak." jawab Daniel yang kemudian duduk di depan Pak penghulu dan meminta pria itu untuk menikahkan mereka berdua. sorak-sorai benar-benar terdengar begitu meriah di tempat itu, para warga bertepuk tangan dan menyemangati Jihan dan Daniel.


"Ayo Pak penghulu, nikah Kan mereka berdua!!" seru para warga.


Akhirnya hari itu Jihan dan Daniel menikah kembali,, pernikahan Kedua mereka dilaksanakan dengan cinta.


"Apakah sah, para saksi!" seru pak penghulu.


"Sah jawab para saksi yang di antaranya ayah Jihan,


Kejadian hari itu benar-benar menjadi bukti kalau kejahatan pasti akan terungkap entah kapan waktunya. buktinya hari ini kejahatan Erwita dan Pak lurah bertahun-tahun lamanya kini terungkap juga, Pak lurah telah mengkorupsi dana Desa hingga ratusan juta itu pun sudah tertangkap dan dipenjarakan. para warga benar-benar terbebas dari kekangan pimpinan yang begitu menyiksa mereka.


Sesuai dengan janji Jessica. jika pria itu sudah tertangkap maka Jessica akan mengadakan tasyakuran untuk penduduk desa, apalagi hari ini Jihan juga telah menikah.


"Mbak Jihan, kapan akan diadakan perayaan pernikahan kalian?" tanya ibu Cece.


"Bagaimana kalau hari Minggu aja, kan tepat sama libur pabrik?" tanya Jihan.


"Benar itu tidak akan mengganggu pekerjaan kami." jawab ibu Lita.


Suara tawa benar-benar membuat Desa itu itu menjadi desa yang hidup, sedangkan di tempat lain Pak lurah dan Erwita mengamuk di kantor polisi mereka terus-menerus menyangkal perbuatan mereka. padahal bukti sudah berada di tangan para polisi.

__ADS_1


** bersambung **


Mohon dukungannya, like,komen dan vote. terimakasih atas dukungannya di setiap novelku.❤️❤️❤️👍👍👍😊💋


__ADS_2