
Sebuah rencana sudah berjalan, rencana untuk membuat Erwita dan Pak lurah hancur. Hari ini Jihan dan keluarganya akan kembali ke desa, Daniel berencana untuk membuat acara untuk menikahi Erwita dan menjadikan wanita itu menjadi istri keduanya. Daniel benar-benar kesal dengan semua rencana yang akan dilakukan oleh istrinya, namun pria itu harus mengikuti semua keinginan istrinya, jika tidak kita tidak.., Erwita tidak akan pernah bisa tertangkap.
Perjalanan 3 jam, itulah waktu yang harus ditempuh oleh Jihan dan yang lain.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.
"Tentu saja aku baik-baik saja,Mbak. kau jangan khawatir." jawab Jihan.
"Kalau begitu rencana kita akan berjalan dengan sangat mudah, karena Erwita sebentar lagi akan mendapatkan hasil dari perbuatannya." ucap Mbok Sri.
"Tentu saja Mbok, dia akan mendapatkan pembalasan dari semua kejahatannya. berani sekali dia menjebak suamiku dan menginginkan suamiku." jawab Jihan.
"Sudah-sudah, kita tidak usah mengatakan hal itu lagi. lebih baik kita harus memikirkan cara untuk mendapatkan bukti utuh dari semua kejahatan Erwita dan Budiman. jika tidak maka rencana ini akan berbalik menyerang kita." ucap Ayah Jefri.
"Tentu saja Ayah, Ayah jangan khawatir semuanya akan berjalan dengan baik. tidak akan kubiarkan pria itu jatuh ke pelukan Erwita. dia adalah suamiku, dia tidak akan menjadi milik orang lain selain milikku." jawab Jihan.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di tempat itu, 3 jam 25 menit waktu yang dibutuhkan mereka semua untuk sampai di desa itu.
Erwita benar-benar sangat senang ketika dia mendengar kabar Kalau Daniel sudah sampai di sana. Wanita itu sudah mempersiapkan segala sesuatu mengenai pernikahan mereka, Pak lurah mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan putrinya.
"Aku tidak pernah menyangka kalau kau memiliki memiliki pemikiran yang sangat luar biasa, Erwita." ucap Pak Budiman.
"Tentu saja Ayah, aku mempunyai otak licik sepertimu. Jadi kau jangan khawatir aku pasti akan mendapatkan keinginanku sesuai rencana ku." jawab Erwita.
Pak RT yang sudah mengetahui kedatangan Jihan dan ayah Jefri, seketika pria itu ke rumah Ayah Jefri dan dengan beberapa ibu-ibu.
"Pak, Apakah benar kalau nak Daniel akan menikahi Erwita?" tanya Pak lurah.
Ayah Jefri tidak berani menjawab atau mengeluarkan sepatah kata pun, pria itu hanya terdiam sambil menatap putrinya. ibu-ibu menatap wajah Jihan dan menanyakan hal itu kembali.
"Apakah benar kalau Mas Daniel akan menikahi Erwita, Mbak Jihan?" tanya Bu Cece kepada Jihan.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Jihan, hanya ada sebuah senyum yang ditunjukkan oleh Jihan kepada Pak RT dan 3 ibu-ibu yang sudah berada di rumahnya.
__ADS_1
Di mana Mas Daniel,Mbak?" tanya ibu Lita.
"Dia sedang berada di kamar Bu." jawab Jihan.
"Apakah dia mempersiapkan diri untuk menikahi wanita tidak tahu diri itu?" jawab tanya ibu Bu Ana.
"Memangnya kenapa Bu?" tanya Jihan balik.
"Kenapa Mbak Jihan memperbolehkan suami Mbak Jihan untuk menikahi wanita itu? wanita kurang ajar, Tidak tahu malu, wanita murahan, wanita tidak punya harga diri!!" seru bu Ana yang terlihat begitu marah saat mendengar kalau Daniel akan menikahi Erwita.
"Ibu tenang saja, dia tidak akan menjadi istri pertama suamiku. dia hanya akan menjadi istri kedua suami ku." jawab Jihan.
"Tapi, tidak bisa begitu dong, Mbak. ngapain juga Mas Daniel harus menerima semua persyaratan wanita itu, wanita brengsek tidak tahu diri, wanita hina, wanita murahan." ucap Bu Cece.
'Tenanglah Bu, ini semua juga demi kebebasan dari Mas Daniel." jawab Jihan.
"Tapi tidak ada jalan lain apa Mbak? selain menikahkan mereka berdua?" tanya Pak RT kepada Jihan.
"Kalau ada, aku tidak mungkin melakukannya Pak." jawab Jihan.
"Memangnya ada apa, Pak?" tanya ayah Jefri kepada Pak RT.
"Tentu saja Pak, Pak Budiman itu adalah lurah yang suka korupsi di tempat ini." jawab Pak RT.
Seketika Jihan dan ayahnya menatap pak RT yang begitu emosional saat mengatakan hal itu, apakah Bapak yakin!" tanya Jihan.
"Tentu saja saya yakin, hanya saja saya tidak bisa menemukan bukti-bukti itu." jawab Pak RT.
"Lalu, apakah Bapak melihat sendiri penggelapan uang itu?" tanya ayah Jefri.
"Tentu saja Pak, Waktu itu saya yang ikut saat penandatanganan bantuan dari pemerintah." jawab Pak RT.
"Lalu, mengapa bapak tidak melaporkannya ke pusat?" tanya ayah Jefri.
__ADS_1
"Bagaimana bisa saya melaporkannya, sedangkan saya mencari bukti-bukti itu. bukti-bukti itu sudah hilang Tidak bisa saya temukan." jawab Pak RT.
"Lalu apa saja yang dilakukan oleh pria itu?" tanya Pak Jefri yang begitu bersemangat dengan kata-kata yang diucapkan oleh Pak RT.
Akhirnya menceritakan semuanya kepada ayah Jefri dan Jihan.
"Ternyata Tuhan masih mempunyai kehendak baik kepada kita, Jihan." ucap Ayah Jefri.
"Benar ayah, Sebentar lagi kita akan mendapatkan bukti-bukti itu, kita tinggal meminta seseorang untuk menyelidiki masalah ini." jawab Jihan.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya ayah Jefri kepada putrinya.
"Tentu saja aku akan membayar seseorang untuk mendapatkan bukti-bukti lebih tepatnya orang terdekat dari Pak lurah sendiri." jawab Jihan.
"Kau benar, Dengan begitu kita akan mendapatkan semua bukti-bukti yang akan menyeret pria itu masuk ke penjara." jawab ayah Jefri.
"Kau tahu, ayah. sebentar lagi Pak lurah dan putrinya akan segera masuk penjara, jadi kita bermain secantik saja, dan kau tahu ayah sebentar lagi Pak lurah dan putrinya akan segera masuk penjara. jadi kita bermain cantik saja dan kita hancurkan mereka satu persatu. tidak menyenangkan jika kita langsung menghancurkan Mereka dalam satu kali pukulan." ucap Jihan.
"Kau benar,Jihan." jawab ayah Jefri.
Pak lurah dan ibu-ibu nampak kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh ayah Jefri dan Jihan.
"Nanti malam kalian datanglah ke belakang rumah." pinta Jihan.
"Memangnya ada apa, Mbak?" tanya Pak RT.
"Sudahlah, kalian nanti malam datanglah ke belakang rumah tanpa ada yang mengetahui kalian. jika kalian melakukan hal itu rencanaku dan keluargaku akan terbongkar." jawab Jihan.
"Tenang saja, Mbak. kami akan melakukan seperti yang Mbak perintahkan." jawab ibu Cece dan yang lain.
3 hari waktu yang diminta oleh Jihan, dan 3 hari kemudian Daniel akan menikahi Erwita di desa itu. selama tiga hari itu juga Jihan akan mendapatkan semua bukti-bukti korupsi yang dilakukan oleh Pak lurah dan beberapa anak buahnya.
"Bagus, dengan begini kita akan mendapatkan bukti-bukti itu,Ayah. aku yakin sebentar lagi mereka akan mendekam di penjara." ucap Jihan.
__ADS_1
**bersambung**
💋💋