
Arak-arakan sudah berangkat, di bangunan milik desa, di kelurahan Daniel mengadakan acara itu.
"Oh ya, apakah semuanya sudah dipersiapkan Pak RT?" tanya Jihan kepada Pak RT.
"Tentu saja sudah, PRT sudah mempersiapkan segalanya." jawab Pak RT.
"Kalau begitu aku benar-benar sangat berterima kasih kepada kalian semua, kita akan membuat sesuatu yang baru hari ini. sesuatu yang baru yang akan membuka kehidupan baru kita." jawab Jihan.
Jihan benar-benar tersenyum begitu cantik, hingga membuat orang-orang yang ada di sekitarnya nampak sangat kebingungan,
Bagaimana tidak, wanita itu akan mengantarkan suaminya menikah dengan wanita lain. sedangkan Jihan duduk di dalam mobil sambil terus menampakan senyumnya yang begitu menawan.
"Kenapa kau begitu bahagia?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.
"Tentu saja aku sangat bahagia, mbok. karena hari ini kita akan menghempaskan Pak lurah dan Erwita ke penjara. mereka tidak akan bisa kembali lagi seumur hidup mereka." jawab Jihan.
"Kau benar, kalau kita sudah memenjarakan mereka berdua bagaimana kalau kau mengadakan syukuran untuk kampung ini?" tanya Mbok Sri yang membuat Jihan menatap wanita tua itu.
"Kenapa aku harus mengadakan syukuran di desa ini?" tanya Jihan.
"Tentu saja, dengan begitu berarti kau membantu kami menyingkirkan penyakit yang ada di desa ini." jawab Mbok Sri.
"Benar Mbok, Mbok Sri benar." ucap bu Ana yang terlihat begitu bersemangat saat mbok Sri mengatakan kalau Pak lurah dan putrinya akan masuk ke penjara dan tidak akan pernah keluar lagi.
"Terserah deh, kalau begitu kalau kalian mau melakukan tasyakuran akan kubuat dengan meriah." jawab Jihan.
Daniel hanya terduduk sambil melipat tangannya di perut.
"Kenapa mas?" tanya Jihan kepada Daniel.
"Kalian begitu bahagia diatas penderitaan gue." jawab Daniel dengan muka yang sudah dilipat-lipat.
"Ya nggak gitu juga dong, Mas. Siapa juga yang akan melakukan hal itu." jawab jihan.
"Buktinya kalian tertawa diatas penderitaan ku, Apakah kau tidak tahu kalau aku ini benar-benar tertekan." ucap Daniel.
__ADS_1
"Sudah, lebih baik kita lakukan seperti yang kita rencanakan. karena kita sudah sampai di kelurahan. kita akan membuat sesuatu yang sangat luar biasa dari semua yang sudah kita rencanakan." ucap Jihan yang kemudian turun terlebih dahulu dan membuka pintu untuk sang suami.
Terlihat Daniel menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar, pria itu memakai jas hitam dengan setelan yang begitu tampan dan memakai kopiah.
"Mas Daniel, mau sholat jum'at ya?" tanya Jihan Sambil tertawa karena wanita itu melihat raut wajah suaminya benar-benar begitu kesal.
"Aku benar-benar sangat kesal padamu, sayang." ucap Daniel.
"Kenapa?" tanya Jihan.
"Tentu saja kau menyodorkanku pada serigala buas." jawab Daniel.
"Dia itu bukan serigala lho, Mas Daniel. dia itu adalah buaya ekor buntung." jawab mbok Sri yang terlihat membenarkan tatanan rambutnya.
"Udah,udah, kita segera masuk nggak usah banyak komentar." ucap Ayah Jefri yang terlihat menarik tangan Daniel dan membawa menantunya itu masuk ke dalam kelurahan.
"Aku juga benar-benar kesal sama ayah." ucap Daniel.
"Ya sudah, nggak usah banyak protes. ini juga terpaksa." jawab ayah Jefri yang menatap Daniel.
Mereka sudah berada di kelurahan, wanita itu langsung berlari dan menyambut Daniel.
"Mas Daniel!!" seru Erwita yang sudah menghampiri Daniel. Jihan yang melihat hal itu tentu saja wanita itu hatinya sudah mengkerut dan ingin sekali menonjok wajah Erwita.
"Ayo Mas!" seru Erwita yang hendak menggandeng tangan Daniel.
"Kamu masuk dulu sana, aku yang akan mengantar Mas Daniel di depan penghulu." jawab Jihan yang kemudian memegang tangan sang suami.
"Tenang aja Mas, Aku akan buat dia terjatuh di lumpur dan tidak akan bisa bangun lagi."ucap Jihan yang kemudian mengelus punggung sang suami.
Di sana sudah ada beberapa keluarga Erwita teman-teman Pak lurah, perangkat desa, para penghulu serta para warga dan Pak polisi yang sedang berjaga di suatu tempat.
"Cepat nikah kan kami!" seru Erwita yang begitu terburu-buru Ingin menjadi istri Daniel.
"Tidak bisa, sebelum itu aku akan memberikan sepatah dua kata untuk melepaskan suamiku menikahi wanita yang ada di depan ini." ucap Jihan dengan nada yang begitu mencubit hati Orang-orang yang ada di sana.
__ADS_1
Para warga yang ada di tempat itu nampak menatap Erwita, beberapa diantara mereka begitu terharu karena melihat Jihan yang akan menikahkan suaminya dengan wanita lain.
"Memangnya apa lagi yang akan kau katakan?" tanya Erwita yang terlihat begitu terburu-buru ingin menjadi istri Daniel.
"Tenang saja." ucap Jihan.
Sesaat kemudian nampak Jihan memberikan isyarat kepada Pak RT agar menutup pagar yang ada di kelurahan.
"Ada apa, cepat katakan! aku terburu-buru karena aku tidak mau membuang waktu lama!!" seru erwita.
"Tenang saja, ini tidak akan lama kok." jawab Jihan yang kemudian menyuruh seorang pria untuk membuka sebuah TV besar yang sudah diambil Jessica dari rumah, dan memasukkan beberapa kaset.
"Video Apa? yang kau lakukan! itu mengenai apa!" seru Erwita.
Terlihat Pak lurah menatap semua gerak-gerik dari Jihan dan yang lain.
"Kelihatannya ada sesuatu yang disembunyikan oleh orang-orang ini." ucap pak lurah yang terlihat menatap satu persatu orang-orang yang ada di tempat itu.
Sesaat kemudian akhirnya sebuah rekaman dari CCTV dan dari salinan ponsel milik Andi sudah mulai di nyalakan oleh seseorang, ternyata semuanya benar-benar tidak akan bisa diprediksi oleh Pak lurah dan putrinya. rekaman dari CCTV mengenai semua yang dilakukan oleh pria tua itu, tentu saja hal itu membuat Pak lurah benar-benar sangat shock. rekaman itu adalah bukti dari semua tindak-tanduk pak lurah, korupsi yang dilakukan oleh Pak lurah dan beberapa anteknya.
"Apa itu!!" seru Pak lurah yang begitu terkejut. semua kelakuannya terbongkar, sesaat kemudian Jihan meminta untuk memasukkan flashdisk ke saluran TV. Betapa terkejutnya Erwita ketika percakapan dan telepon yang dilakukan olehnya dan teman Eden juga sudah terpampang di layar besar tersebut.
"Apa itu!!" seru Erwita yang sangat terkejut dengan semua yang terjadi.
Pak RT dan yang lain hanya tersenyum, Daniel yang dari tadi sudah ketakutan tiba-tiba pria itu langsung tersenyum dengan semua bukti yang dibeberkan oleh istrinya.
"Kenapa memangnya? apa yang salah?" tanya Pak lurah dan Erwita.
"Bohong, Mas. semuanya itu bohong!" seru Erwita kepada Daniel.
"Kenapa harus bohong jika semua kejahatan kalian terbongkar hari ini." jawab Jihan.
** bersambung **
Mohon dukungannya, like,komen dan vote. terimakasih atas dukungannya di setiap novelku.❤️❤️❤️👍👍👍😊💋💋
__ADS_1