
"Lihat saja, berani sekali Dia berbicara seperti itu pada majikannya. Apakah dia tidak tahu kalau posisinya itu hanyalah seorang pembantu. sok-sokan dia ingin menguasai rumah ini. jangan-jangan dia mempunyai pikiran licik untuk menjadikan pria incaranku ini menjadi suaminya, dasar wanita tua tidak tahu diri." ucap Rita yang terlihat terus melakukan sesuatu tu agar mendapatkan perhatian dari ayah Jefri.
"Auchhh.."
rintih Rita yang membuat Ayah Jefri langsung menoleh.
"Ada apa Rita tanya ayah Jefri kepada Rita.
"Nggak tahu Mas, tiba-tiba kakiku sakit dan kram." jawab Rita.
"Diamlah Sebentar, aku akan melihat kakimu." ucap Ayah Jefri.
"Nggak usah, biar aku aja yang melihatnya. Mbok kan juga bisa memijitnya." ucap Mbok Sri yang terlihat langsung membungkukkan badannya dan melihat kaki Rita
"Dasar wanita suka berbohong, lihat aja kakinya aja tidak apa-apa berani sekali dia mencoba untuk mengelabui Jefri." guman Mbok Sri dalam hati.
"Ada apa Mbok? Apakah dia baik-baik saja?" tanya ayah Jefri kepada Mbok Sri.
"Enggak apa-apa, dia baik-baik saja." Jawab mbok sri yang kemudian duduk kembali.
"Auchhh..,"
rintih cerita kembali saat Ayah Jefri tidak memberikan perhatian.
"Ada apa Rita?" tanya ayah Jefri kembali.
"Tanganku tiba-tiba keram mas, sakit." ucap Rita kembali.
"Apakah kau bisa makan?" tanya ayah Jefri.
"Nggak bisa mas, tangan tanganku nggak bisa ditekuk, sakit." jawab Rita yang terus berakting.
Tatapan mata mbok.sri menatap Rita yang daritadi terus-menerus berakting
"Dasar wanita licik, apa yang akan kulakukan pada Jefri." guman Mbok Sri kembali.
"Kalau begitu aku akan menyuapimu." ucap Ayah Jefri.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Rita yang membuat Mbok Sri menatap wajah seorang wanita yang tidak dia kenal dan tiba-tiba sudah berada di rumahnya.
__ADS_1
"Iya Mas, aku lapar. tapi tanganku sakit tidak bisa ditekuk." ucap Rita.
Kedua alis Mbok Sri nampak sedikit naik karena melihat seluruh kelakuan dari Rita, wanita itu terus menerus menatap kelakuan Rita yang benar-benar sangat menyebalkan. sesaat kemudian suami Mbok Sri yang juga bekerja di tempat itu sebagai penjaga rumah nampak dia sudah masuk ke sana.
"Jefri, tadi ada seseorang yang menunggumu di luar, kelihatannya dia adalah orang dari pabrik perhiasan." ucap suami Mbok Sri.
"Iya sebentar dulu, bang. aku akan ke sana." Jawab Ayah Jefri.
"Sudah-sudah Jefri, Lebih baik kau lihat dulu siapa yang ke sini, biar aku yang akan melakukan sesuatu pada wanita ini. aku akan memijat tangan dan kakinya." ucap mbok sri yang terlihat tertawa dalam hati.
"Hahaha...,ternyata Tuhan saja tidak berkehendak atas semua rencanamu. aku yakin kalau kau mempunyai rencana jahat kepada saudaraku ini." guman Mbok Sri dalam hati.
Senyum yang tadi ditunjukkan oleh Rita seketika senyum itu langsung hilang terbawa oleh angin.
"Mana tangan dan kakimu yang sakit?" tanya Mbok Sri kepada Rita.
"Sudah nggak usah, aku bisa mengurus diriku sendiri." bentak Rita kepada Mbok Sri.
Mbok Sri hanya bisa tersenyum dengan semua perlakuan Rita, ternyata pemikirannya kepada wanita itu benar adanya. seorang wanita yang mempunyai rencana licik untuk menjebak Ayah Jefri.
"Tidak apa-apa aku akan memijit mu, lagipula kalau kau bertambah sakit itu akan menyusahkan majikanku." ucap Mbok Sri.
Ketika mendengar kata-kata yang diucapkan Rita, ingin sekali mbok sri menampar wajah wanita itu, seorang wanita asing dengan mulut yang benar-benar begitu tajam.
"Lihat saja, sebentar lagi kau akan merasakan apa yang namanya mulutmu adalah harimaumu. aku yakin kamu punya rencana agar kau bisa menjadi istri dari saudaraku." ucap Mbok Sri dalam hati.
"Kenapa kau di sini terus, cepat pergi dari sini!" seru Rita yang sudah mengusir mbok sri dari ruang makan.
Tentu saja mbok sri harus mengalah untuk melihat siapa sebenarnya wanita yang ada di depannya itu.
"Siapa kau sebenarnya dan Apa maksudmu kesini? aku yakin kau adalah wanita berwajah serigala, Aku yakin ada maksud terselubung dari niatmu menabrakkan diri di mobil saudaraku." guman Mbok Sri yang kemudian pergi dari ruang makan.
Di tempat lain terlihat Jihan benar-benar kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh wanita asing yang sudah berada di rumahnya tersebut.
"Siapa sebenarnya wanita itu? kenapa berani sekali Dia mengatakan hal itu, aku yakin dia mempunyai niat yang buruk kepada saudara, ayah, dan suamiku." guman Jihan dalam hati.
"Ada apa Mbak Jihan? Kenapa kau marah-marah?" tanya Nisa kepada Jihan.
"Kau tahu tidak Nisa, di rumahku ada wanita asing yang sikapnya sok menjadi tuan rumah." jawab Jihan.
__ADS_1
"Benarkah? siapa dia Mbak?" tanya Nisa.
"Aku mana tahu, Kata Ayah sama suamiku kalau wanita itu ditemukan di jalan. kami semuanya tidak tahu siapa sebenarnya wanita itu, aku yakin wanita itu mempunyai niat jahat kepada keluarga ku." jawab Jihan.
"Lalu kenapa Mbak Jihan diam saja?" tanya Nisa.
"Sudahlah Nis, aku itu sudah pusing malah kau buat tambah pusing." jawab Jihan.
"Mbak Jihan kok marah sama aku sih, seharusnya Mbak Jihan jangan marah sama aku. marah saja sama wanita yang baru datang itu." ucap Nisa.
"Kamu sendiri kan yang membuatku marah." jawab Jihan.
"Ya enggak gitu juga kali, Mbak. tadi kan Mbak Jihan bilang aku yang buat masalah." jawab jawab Nissa yang terlihat tersenyum cengengesan.
"Oh ya, bilang sama Edi untuk memperbaiki beberapa mesin jahit yang katanya kemarin mengalami kerusakan." ucap Jihan.
"Sudah Mbak, tadi sudah di perbaiki oleh Mas Edi." jawab Nisa.
"Kalau kau ada waktu luang Coba kau Kau ke rumahku dan Cari tahu mengenai wanita itu, kalau kau bisa mencari tahu mengenai wanita itu Aku akan memberikanmu bonus." ucap Jihan.
"Benarkah? bonus apa Mbak?" tanya Nisa yang begitu penasaran.
"Kalau kau menikah dengan Edi aku yang akan membayar semua pengeluarannya." jawab Jihan.
Seketika Nisa matanya langsung berbinar cerah seperti bintang malam yang bersinar begitu terang.
"Apa mbak yakin?" tanya Nisa kepada Jihan.
"Sudah jangan banyak bicara, nanti malam kamu ke rumahku dan foto wanita itu dengan diam-diam, kalau sampai ketahuan awas saja ya." ucap Jihan.
"Tenang saja bos, ini semuanya demi pernikahan gratis yang akan kau janjikan itu." jawab Nisa sambil tersenyum cengengesan.
"Tutup mulutmu, kau kirain ini ladang apa, cengengesan. mulutmu itu tutup dulu, kalau tidak kemasukan lalat." ucap Jihan yang membuat Nisa langsung menutup mulutnya.
** bersambung**
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa untuk tinggalin jejak, like,vote dan komentar. dukungan kalian sangat berarti.terima kasih😊
😍👍👍👍❤️❤️❤️😊💋😍
__ADS_1