
"Hari ini kamu mau jalan-jalan keliling Desa ini enggak, sudah dua minggu kau tetap berada di dalam tempat ini saja. Apakah kau tidak bosan?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Memangnya Desa ini sebagus itu?" tanya Jihan.
"Tentu saja bagus, kalau kau mau aku akan mengajakmu jalan-jalan di sekitar sungai yang ada di tempat ini." jawab Daniel yang kemudian meletakkan buah-buahan dan pisau itu. Sedangkan bisa terlihat Gadis itu seperti seseorang yang tidak terlihat di sana, dia tidak diajak berbicara, di asinkan seperti seorang arwah halus yang tidak nampak sama sekali.
"Boleh." jawab Jihan yang kemudian segera berdiri dan meninggalkan tempat itu untuk mengambil pakaian lengan panjang.
"Mas Daniel mau ke mana?" tanya Nisa kepada Daniel.
"Aku Mau mengajak wanita cerewet itu jalan-jalan, biar tidak kuper dan membuat keributan terus-menerus di rumah." jawab Daniel.
"Boleh aku ikut tidak?" tanya Nisa dengan raut wajah yang dibuat semanis mungkin.
"Terserah Kalau kau mau ikut." jawab Daniel.
Beberapa menit kemudian terlihat Jihan sudah keluar dengan pakaian lengan panjang, celana selutut dan kacamata hitam serta memakai topi pantai. Daniel yang melihat hal itu nampak pria itu melihat Jihan dari kepala sampai kaki.
"Kau mau kemana?" tanya Daniel yang terlihat aneh saat melihat penampilan Jihan.
"Tentu saja mau jalan-jalan." jawab Jihan.
"Lalu kenapa kau memakai topi pantai sama kacamata hitam?" tanya Daniel kembali.
"Biar tidak panas dan tidak silau." jawab Jihan.
"Kau kira kita berada di pantai hingga kau memakai topi pantai dan kacamata hitam." jawab Daniel sembari memegang kepalanya.
"Memangnya tidak boleh ya?" tanya Jihan. Daniel menganggukkan kepalanya, pria itu berjalan mendekati Jihan kemudian melepas topinya dan melepas kacamata hitamnya.
__ADS_1
"Kau mau bawa kemana kacamata itu? itu harganya mahal!" seru Jihan.
"Biar aku bawa kacamata ini, kau jangan sampai memakainya. Kau kira kau itu artis datang ke desa." jawab Daniel.
Terlihat Nisa yang mendengar kata-kata Daniel wanita itu ingin menertawakan semua kelakuan seorang wanita kota yang seperti deso banget.
"Halo Mas Daniel!" sapa beberapa wanita yang berada di jalan desa, beberapa wanita nampak melambaikan tangannya kepada Daniel ketika pria itu sedang berjalan-jalan dengan Jihan.
"Apa-apaan para wanita ini, kenapa mereka nampak begitu kenal dengan pria ini." guman Jihan dalam hati. nampak Daniel tersenyum kepada para gadis yang menyapanya.
"Kau terkenal sekali ya di tempat ini." ucap Jihan kepada Daniel.
"Tentu saja Nona Jihan, Karena Mas Daniel adalah orang seorang pria yang paling sopan, sangat baik dan selalu membantu kami." jawab Nisa yang langsung memotong pembicaraan Daniel dan Jihan.
"Kamu ini kenapa sih, tidak bisa menutup mulutmu sedikit. aku ini sedang berbicara dengan Daniel lalu mengapa kau selalu saja hadir diantara pembicaraan kami!" bentak Jihan yang membuat Nisa ingin sekali menjambak rambut wanita yang ada di depannya itu.
Eit..., jangan macam-macam ya sama Jihan. Karena Wanita itu adalah macan betina Bahkan dia mampu berkelahi dengan orang para pria yang bermaksud jelek padanya.
"Apa yang mereka lakukan, Kenapa mereka senyum-senyum seperti itu?" tanya Jihan kepada Daniel.
Tentu saja Daniel tersenyum karena Jihan adalah tipe seorang wanita yang tidak suka digoda oleh seorang pria.
"Tentu saja mereka tersenyum padamu, karena mereka baru pertama kali melihat gadis asing di tempat mereka. apalagi kalau memakai pakaian seperti itu dengan wajah cantik dan berkeliaran di desa ini." jawab Daniel sambil tersenyum.
"Kau mengejekku ya!" seru Jihan.
"Tidak, mengapa juga aku harus mengejek mu." jawab Daniel. Jihan nampak memanyunkan bibirnya karena jelas-jelas Daniel pasti sekarang sedang menyindirnya.
Sesaat kemudian terlihat Daniel menarik tangan Jihan dan membawanya ke suatu tempat,
__ADS_1
"Kita mau kemana!" seru Jihan.
"Katanya tadi kau ingin bermain di sungai." jawab Daniel.
"Tunggu mas, aku juga ikut!" seru Nisa yang juga ikut berlari mengikuti dan melihat wanita itu menarik tangan Daniel dan berpura-pura Ingin jatuh.
"Hati-hati Nisa, jalan ini licin. Apa kau lupa." ucap Daniel yang kemudian berusaha untuk mengulurkan tangannya untuk menolong Nisa.
Tatapan mata seorang pria terlihat menatap seorang wanita cantik yang sedang bersama dengan Daniel, namanya adalah Deni.., dia adalah putra salah satu orang yang berpengaruh di desa itu, langkah kaki Deni mendekati ketiga orang yang sedang berada di tepi sungai.
"Apa yang kalian lakukan di sini!" seru Deni kepada Daniel, Jihan dan Nisa.
"Mas Deni, apa yang Mas lakukan di sini." jawab Nisa dengan nada suara yang keras.
"Tadi aku melihat mas Daniel berada di sini, jadi aku hanya mau mampir untuk menyapanya." jawab Deni.
"Hai, Deni!" seru Daniel.
"Gimana kabar mas Daniel?" tanya Deni.
"Baik." jawab Daniel.
"Siapa wanita itu, Mas?" tanya Deni.
"Dia putri dari pak Jefri." jawab Daniel.
"Senang mengenalmu, nona....," ucap Deni yang terlihat mau berkenalan dengan Jihan.
"Hem.., maaf aku harus segera pergi karena ada sesuatu yang penting." jawab Jihan yang kemudian meninggalkan Daniel dan Nisa.
__ADS_1
** bersambung **