IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Di bonceng Daniel


__ADS_3

Beberapa pelanggan yang ada di warung makan nampak melihat sepasang sejoli yang sedang terduduk di tempat itu. Deni terlihat tidak menyukai pemandangan yang ada di depannya, pria itu sangat ketar-ketir dengan semua perlakuan Daniel kepada putri majikannya itu.


"Hai Mas Daniel!" seru Deni yang sudah berada di warung makan.


"Deni." jawab Daniel yang kemudian mencuci tangannya dan memberikan tisu agar Jihan membersihkan mulutnya.


"Cepat kita pulang, aku sudah ngantuk ini juga sudah sore aku capek." pinta Jihan yang kemudian berdiri.


"Mau kena kemana Jihan?" tanya Deni.


"Tentu saja aku mau kembali ke rumah, Memangnya mau ngapain." Jawab Jihan.


"Jalan-jalan saja di sekitaran sini, kalau malam pemandangan di tempat ini sangat bagus lho Jihan." ucap Deni.


"Nggak ah kapan-kapan aja, aku hari ini capek banget lagipula besok pagi-pagi banget aku harus melakukan pekerjaan ku." jawab Jihan. nampak terlihat Daniel tersenyum dengan kata-kata Jihan. walaupun senyum yang dikeluarkan oleh Daniel nampak begitu samar.


"Kelihatannya kau benar-benar ingin mendekati istriku, lihat saja kau tidak akan bisa melakukannya." guman Daniel dalam hati.


"Kau lihat sendiri kan Deni, Jihan tidak mau keluar. lagipula tubuhnya juga capek karena dari tadi keliling pabrik." jawab Daniel.


"Bagaimana kalau besok aku akan menjemputmu dan mengajakmu keliling tempat ini?" tanya Deni.


"Aku nggak tahu, lihat aja besok." jawab Jihan yang kemudian menarik tangan Daniel untuk segera pergi dari tempat itu. suara motor sudah terdengar, Daniel sudah menghidupkan sepeda motornya dan membawa Jihan kembali pulang ke rumah.


"Kenapa kau tidak mau di ajak dia jalan-jalan?" tanya Daniel kepada Jihan.


"Dari sorot matanya saja dia ingin mendekatiku Karena Aku adalah Putri seorang pria kaya." jawab Jihan.


"Kenapa kamu mempunyai pemikiran seperti itu?" tanya Daniel.


"Walaupun aku begini, Aku mempunyai karisma untuk melihat apakah pria itu benar-benar pria baik atau dia cuma mau mendekatiku untuk numpang hidup padaku." jawab Jihan.


"Lalu, Bukankah aku menikahimu juga seperti itu?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Enggak juga sih, kalau kau berniat melakukan hal itu Mengapa juga kau tidak mendekatiku dari dulu." jawab Jihan yang terlihat begitu serius namun matanya menatap pemandangan jalan.


"Oh ya, apakah benar di tempat ini pemandangannya bagus?" tanya Jihan.


"Lumayan sih, tapi nggak tau juga kalau sekarang. kalau beberapa tahun yang lalu tempat ini lumayan bagus pemandangannya 0kalau malam." jawab Daniel.


"Nanti malam ajak aku keluar ya, aku bosan di rumah." pinta Jihan.


"Oke, nanti malam aku akan mengajakmu jalan-jalan di sekitar sini." jawab Jihan.


Terlihat Daniel k sedikit iseng dengan memainkan kopling motor.


"Apa yang kau lakukan!" seru Jihan.


"Memangnya apa yang aku lakukan." jawab Daniel.


"Lalu Mengapa sepeda motornya seperti ini?" tanya Jihan yang membuat Daniel tersenyum.


Akhirnya karena sedikit ketakutan Jihan memeluk erat tubuh Daniel agar tidak terjatuh.


"Dasar kau pria tidak tahu diri, tidak tahu diuntung berani sekali kau melajukan motor itu dengan sangat kencang. kau ingin membunuhku ya." gerutu Jihan yang kemudian memukul tubuh Daniel kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


"Nanti jadi keluar tidak?!" seru Daniel kepada Jihan.


"Aku tidak tahu, kau saja tadi hampir membunuhku!" seru Jihan.


"Aku janji tidak akan melakukannya lagi." jawab Daniel.


"Aku mau istirahat dulu, jantungku mau copot." jawab Jihan yang kemudian masuk ke dalam rumah. sedangkan Daniel nampak pria itu memasukkan motor kesayangan Ayah Jefri ke dalam garasi.


Ketika malam telah tiba, terlihat Jihan keluar dari kamarnya. wanita itu bermaksud ke dapur untuk mencari minuman, namun yang terlihat malah Nisa terus menempel erat pada Daniel.


"Mas Daniel, katanya Nanti Mas mau keluar ya?" tanya Nisa.

__ADS_1


"Memangnya kenapa." jawab Daniel.


"Aku ikut dong Mas." pinta Nisa.


"Nggak bisa dong Nisa, nanti mas Daniel mau bawa sepeda motor sama Jihan. nanti kalau kamu ikut mau naik di mana." jawab Daniel.


Jihan yang mendengar jawaban Daniel nampak wanita itu tersenyum, ternyata pria itu bisa menolak permintaan gadis genit yang selalu menempel erat padanya.


"Apa maksud wanita itu, enak sekali Dia terus-menerus mendekati Daniel. apa dia tidak tahu kalau pria itu adalah suamiku dasar wanita ganjen." guman Jihan dalam hati yang kemudian masuk secara tiba-tiba ke dapur.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jihan kepada Daniel.


"Aku sedang masak nasi goreng." jawab Daniel.


"Buat banyak nggak?" tanya Jihan kembali..


Daniel menganggukkan kepalanya,


"Aku mau dong..," ucap Jihan.


Nisa yang melihat hal itu nampak dia ikut-ikutan meminta nasi goreng yang akan dimasak Daniel.


"Aku juga minta dong Mas, aku dari tadi lapar belum makan." ucap Nisa.


"Dari tadi kan kau bersama dengan Mbok Sri, masa belum makan." jawab Daniel.


Jihan tersenyum dengan jawaban Daniel kembali.


"Awas kau, akan ku buat kau kebakaran jenggot." guman Jihan dalam hati. sesaat kemudian ternyata nasi yang ada di dapur tinggal sedikit, akhirnya Daniel hanya memasak satu porsi makanan.


"Kenapa Cuma segini?" tanya Jihan.


"Sudah, makan saja. nanti aku akan beli makanan diluar." ucap Daniel. secara spontan Jihan langsung menarik tangan Daniel dan membuat pria itu terduduk disampingnya.

__ADS_1


"Kita makan sepiring berdua." ucap Jihan yang membuat Daniel sedikit terkejut.


** bersambung **


__ADS_2