
"Kau bisa melakukannya kan sayang?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Tentu saja Mas, aku akan meminta beberapa orang untuk ikut denganku, Aku akan menyewa salah satu mobil besar untuk mengangkut mereka. Oh ya bagaimana kalau aku mengajak Pak RT dan trio cerewet itu?" tanya Jihan kepada Daniel.
"Terserah kamu mau mengajak berapa orang saja, aku akan mencari makanan untuk dibawa ke sana. tidak mungkin kan acara seperti itu kita tidak membawa makanan." ucap Daniel yang terlihat menghentikan mobilnya untuk memesan makanan cepat saji, ayam goreng dan beberapa makanan yang lain untuk diantar ke alamat yang sudah di tulis oleh Armala.
"Ada apa Jihan?" tanya Mbok Sri yang terlihat menatap Jihan yang sedang mengangkat ponsel dari sang suami.
"Mbok Sri sama yang lain ganti pakaian kalian sekarang, kita akan ke pesta untuk menghadiri perkawinan seseorang." ucap Jihan.
"Memangnya siapa yang menikah Jihan?" tanya Mbok Sri yang masih belum tahu mengenai Wawan.
"Sudah, nggak usah banyak tanya. lebih baik Mbok Sri segera ganti pakaian aku akan menelepon Pak RT dan trio cerewet itu nanti aku akan meminta persewaan mobil untuk mengangkut kalian semuanya." ucap Jihan.
Akhirnya para pekerja yang ada di rumah Jihan ikut semua ke pesta yang diadakan oleh Armala dan Wawan. Ayah Jefri yang tidak ada di rumah karena sedang berada di kota untuk melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan asing, terlihat pria itu sudah diberi tahu oleh Daniel mengenai dia yang sudah mempunyai saudara dari Rita.
"Ya sudah kalau begitu, kalian harus hati-hati jangan kalian harus mencari tahu mengenai wanita ular itu. karena Ayah juga akan mencari tahu mengenai wanita ular itu." ucap Ayah Jefri.
"Tenang saja Ayah, kami semua sudah mencari informasi mengenai wanita itu, Ayah tidak usah khawatir." jawab Daniel yang kemudian mematikan ponselnya.
"Hari ini kita akan dibiarkan wanita sundel bolong itu sendirian di rumah besar dengan kondisi sendirian dan lampu yang dimatikan." ucap Jihan. Jihan benar-benar ingin tertawa saat ini karena dia ingin membuat Rita merasakan apa yang namanya dikerjai di rumah asing yang diakui sekarang menjadi rumahnya.
"Kenapa kau tertawa sayang?" tanya Daniel yang sudah menjemput sang istri.
__ADS_1
"Tentu saja aku tertawa sayang, karena sebentar lagi wanita itu akan berteriak sangat kesal saat dia mendapati rumah dalam kondisi mati lampu. tidak ada makanan dan tidak ada apapun." jawab Jihan.
"Kok bisa gitu?" tanya Daniel yang terlihat bingung dengan cerita sang istri.
"Tentu saja Daniel, tadi sebelum kami berangkat, pakde mu itu sudah mematikan listrik yang ada di rumah. setelah itu kami buru-buru pergi, makanan tidak ada minuman pun sudah tidak ada. lemari es sudah Aku bersihkan dan aku taruh di freezer gudang." jawab Mbok Sri yang juga ikut tertawa karena dia ingin melihat bagaimana Rita akan berteriak sangat keras saat dia mengetahui hal itu.
"Terserah, terserah, karena aku tidak mungkin kan menyuruh kalian melakukan sesuatu yang tidak kalian inginkan." ucap Daniel sambil tersenyum kepada sang istri.
"Lihat saja sayang, kemungkinan kita akan pulang malam karena aku tidak ingin pulang siang ataupun pulang sore." jawab Jihan.
"Pulang sore Bagaimana, Sayang? ini kan udah sore, kita aja baru berangkat beberapa menit sedangkan ibu-ibu juga baru berangkat." jawab Daniel.
Sekitar 45 menit kemudian akhirnya mereka semuanya sudah sampai di rumah, Armala. rumah berlantai 2 namun terkesan sederhana.
"Aku tadi sudah memesan makanan dan kue, jadi kita harus menunggunya sebagai hantaran." jawab Daniel.
"Wah, wah, ternyata Daniel mempunyai pemikiran seperti itu ya." ucap Mbok Sri yang membuat Daniel nampak tersenyum.
Akhirnya hari itu diadakan acara pernikahan Armala dan Wawan, walaupun acara itu masih acara pernikahan secara agama belum secara negara namun Wawan dan Armala sangat senang karena Daniel dan sang istri mau menyaksikan pernikahan mereka. acara pesta pun diadakan di sana dengan kemewahan yang sederhana. walaupun tidak ada makanan yang begitu banyak.
Di tempat lain orang-orang sedang bersenang-senang saat berada di acara pernikahan Wawan dan Armala, terlihat di rumah Ayah Jefri nampak Rita sedang mencari sesuatu. lampu listrik yang ada di kamarnya tiba-tiba mati karena tadi terlihat Rita kecapekan dan langsung tertidur di kamarnya. sehingga dia tidak tahu kalau listrik yang ada di rumah Ayah Jefri mengalami pemadaman.
"Ada apa ini? kenapa listrik di tempat ini mati semua." ucap Rita yang terlihat menatap tempat keberadaannya mengalami lampu mati, dengan langkah kaki yang kebingungan wanita itu meraba untuk mencari pintu yang ada di kamarnya.
__ADS_1
"Mbok Sri, Mbok Sri!!" seru Rita yang mencari Mbok Sri. wanita itu ingin meminta mbok sri untuk menghidupkan lampu yang ada di kamarnya. "Kenapa para pembantu itu tidak menjawab panggilanku?! ke mana saja para pembantu itu." ucap Rita yang berjalan sambil meraba mencari pintu kamarnya.
Sesaat kemudian malah dia tersandung oleh sesuatu hingga membuat wanita itu terjatuh, terjatuh di kamarnya kemudian wanita itu merangkak dan menemukan pintu kamarnya.
Huf..
Huf..
nafasnya terasa sesak saat kegelapan menyelimuti tempat keberadaannya. "Dasar kurang ajar, dimana para pembantu itu?! Kenapa mereka tidak segera menghampiriku!!" seru Rita.
Buat apa mereka datang, toh mereka juga tidak ada di rumah. sesaat kemudian terlihat Rita mengambil ponselnya dan memakai senter ponsel untuk penerangan. Dia berjalan terus berjalan mencari orang-orang yang ada di rumah itu.
"Mbok Sri! penjaga rumah! tukang kebun!!" teriak Rita. wanita itu terus berteriak namun tidak ada yang menjawabnya.
Setelah beberapa jam kemudian Rita benar-benar kesal, lampu ponselnya langsung mati dan Rita benar-benar dibuat emosi karena tidak ada satu orangpun di tempatnya.
"Aaaaaaaa!!!" teriak Rita saat tidak ada yang menjawab panggilannya. wanita itu mulai kelaparan, dia mencari sesuatu untuk dimakan namun saat berada di dapur tidak ada satu makanan pun. "Kenapa para pembantu ini tidak memasak? Apakah mereka digaji hanya untuk berdiam diri saja!!" teriak Rita. terlihat Rita membuka penanak nasi, lemari es dan seluruh barang yang ada di dapur. tidak ada satu makanan pun.
"Dasar para pembantu malas, kenapa mereka tidak ada yang memasak! apa mereka ingin aku mati kelaparan!!" teriak Rita kembali.
Memangnya siapa yang akan peduli dia mau makan atau tidak. Setelah beberapa jam kemudian terlihat Rita sudah lemas, wanita itu terduduk di ruang tamu dengan perut keroncongan dan tubuh yang begitu lemas. tidak ada yang keluar dari rumah tersebut hingga malam telah menunjukkan pukul 11 malam.
** bersambung **
__ADS_1