
Saat Rita ditangkap oleh para polisi, tiba-tiba saja Jihan langsung pingsan.
"Sayang!!" seru Daniel yang melihat istrinya sudah tidak sadarkan diri. seketika Daniel langsung menggendong sang istri dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
"Cepat kita bawah Jihan ke Puskesmas!!" seru Mbok Sri yang ikut berlari mengejar Daniel. Ayah Jefri juga benar-benar sangat terkejut saat melihat putrinya tiba-tiba tidak sadar, pria itu berlari sekencang mungkin.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di Puskesmas terdekat, dokter dan beberapa perawat langsung membawa Jihan ke ruang IGD untuk melihat apa yang terjadi.
"Tuan, anda tidak boleh ikut Anda di sini saja!!" seru Seorang perawat.
"Tapi suster, istri saya!!" seru Daniel.
"Ya Tuan, kami akan memeriksanya sebentar." jawab sang perawat yang kemudian menutup pintu tersebut tak berselang lama seorang dokter sudah keluar dari ruang perawatan. seorang dokter wanita tersenyum sambil mencari siapakah gerangan Ayah suami dari wanita tadi.
"Siapa suami Mbak yang tadi?" tanya bu dokter.
"Saya dokter!!" seru Daniel yang benar-benar sangat khawatir.
Apa yang terjadi sama istri saya dokter? Apakah ada sesuatu yang serius?" tanya Daniel.
"Iya Dokter, katakan Ada apa dengan putri saya!" seru Ayah Jefri yang benar-benar sangat ketakutan.
"Kalau bertanya satu per satu dulu ya Pak, saya jawab jangan bertanya semuanya. Saya bingung menjawabnya." jawab bu dokter yang kemudian menghela nafasnya dan tersenyum kepada ada orang-orang yang ada di sana.
"Katakan dokter, apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Daniel kembali.
"Tenang saja Tuan, istri dan bayi anda baik-baik saja. mungkin saja karena istri anda kecapean hingga membuat istri anda pingsan." jawab dokter wanita.
"Bayi? bayi siapa dokter?" tanya Daniel yang sangat kebingungan.
"Loh kok bayi siapa sih, Ya tentu saja bayi yang ada di kandungan istri anda." jawab Bu dokter.
Daniel dan ayah Jefri menatap satu sama lain, Mereka kebingungan sekaligus keheranan dengan apa yang dikatakan oleh dokter wanita itu.
"Apa yang terjadi sama istri saya, dokter?" tanya Daniel kembali yang seolah ingin menanyakan bagaimana kondisi istrinya.
"Istri anda kondisinya baik-baik saja, Tuan. istri anda baik-baik saja, bayi yang ada di kandungan istri anda juga baik-baik saja." Jawab dokter.
"Apakah maksud dokter Kalau Putri saya mengandung?" tanya ayah Jefri yang juga bertanya seolah dia tidak percaya kalau Jihan sekarang mengandung.
__ADS_1
"Benar tuan, apakah istri anda tidak memberitahukan kepada anda kalau Dia sudah mengandung dengan usia kandungan 3 bulan." jawab dokter.
Seketika ayah Jefri dan Daniel langsung melompat kegirangan, mbok Sri yang berada di sana pun sangat senang dengan kabar yang diberikan oleh dokter wanita itu.
"Benarkah dokter, kalau keponakanku sudah hamil!!" seru Mbok Sri.
"Iya Bu, keponakan anda sudah mengandung 3 bulan. kemungkinan jalan 4 bulan, apakah kalian ini tidak merasa ada sesuatu yang aneh? perutnya sudah semakin besar loh kok kalian tidak tahu sih?" tanya bu dokter yang juga ikut kebingungan. karena mereka semua tidak tahu bahwa wanita yang mereka bawa itu sekarang sudah mengandung 3 bulan lebih.
"Aku akan menjadi ayah, ayah!!" seru Daniel yang berteriak kegirangan.
"Kau benar Daniel, aku juga akan menjadi seorang kakek!!" teriak Ayah Jefri dengan begitu bersemangat.
"Jangan lupakan aku juga dong, aku juga akan menjadi nenek." jawab Mbok Sri yang terlihat juga ikut memeluk Ayah Jefri dan Daniel.
Suasana haru itu begitu terasa di Puskesmas tersebut, berbeda dengan Jihan yang berada di dalam kamar rawat. terlihat wanita itu belum menyadari kalau sekarang dirinya Sudah hamil 3 bulan.
Beberapa minggu kemudian akhirnya Ayah Jefri meminta putrinya untuk melakukan tasyakuran atas kehamilannya, tentu saja Jihan sangat setuju dan para pekerja yang ada di pabrik perhiasan dan konveksi sangat senang karena Jihan akan mempunyai momongan.
Waktu berjalan begitu cepat. beberapa hari lagi Jihan akan melahirkan bayi pertama yang begitu membuatnya bahagia.
"Sayang, jangan banyak keluar rumah! kita tidak akan tahu kapan kau akan melahirkan!!" seru Daniel.
"Lihatlah perut mu itu sudah semakin membesar, aku tidak mengizinkanmu untuk keluar dari rumah!!" seru Daniel yang membuat Jihan langsung menghentikan langkahnya.
"Tidak apa-apa sayang, lagi pula aku ke tapi kan bersama denganmu. aku tidak akan ke sana sendirian." jawab Jihan yang kemudian menarik paksa sang suami untuk mengantarkannya melihat kondisi pabrik.
Nisa yang melihat Jihan sudah berada di tempat itu, seketika dia berlari. Dia benar-benar sangat kebingungan saat melihat Jihan pabrik.
"Mbak Jihan, Jihan lagi ngapain sih disini? beberapa hari ini Mbak Jihan akan melahirkan lo.., nggak tahu kapan? ngapain sih Mbak jangan jalan-jalan terus!!" seru Nisa yang terlihat kebingungan.
Kedua tangannya memegangi perut Jihan.
"Apa yang kau lakukan Nisa, Memangnya tangan mu itu Mau apa?" tanya Jihan kepada Nisa.
"Mbak, mbak ini mau melahirkan loh, apa Mbak nggak takut kalau mbak melahirkan di pabrik ini!!" seru Nisa.
"Jangan main-main, bisa masih satu minggu lagi kok." jawab Jihan.
Ternyata yang diperkirakan Jihan itu salah, saat berada di tempat itu tiba-tiba saja perut Jihan merasakan mulas yang sangat luar biasa. Daniel yang melihat sang istri memegang perutnya, Daniel langsung berlari menggendong sang istri.
__ADS_1
"Nisa, kau ikut aku ke rumah sakit. bilang sama Edi untuk menghandle pabrik!!" seru Daniel yang membuat Nisa gelagapan. dengan segera wanita itu berlari mengikuti Daniel dan Jihan.
Beberapa menit kemudian akhirnya Jihan sudah berada di Puskesmas terdekat dan benar-benar sangat kebingungan. saat dia menunggu sang istri yang akan melahirkan.
"Mas stop dong, kepalaku jadi pusing!" seru Nisa.
"Diam." menjawab Daniel. tak berselang lama Ayah Jefri dan orang-orang yang ada di rumah Ayah Jefri sudah berdatangan ke sana.
"Bagaimana Daniel!!" seru Ayah Jefri dan Mbok Sri.
"Belum keluar Ayah." jawab Daniel.
10 menit kemudian terdengar suara tangisan bayi kecil, Ayah Jefri dan Daniel langsung menatap nyalang pintu kamar persalinan.
Oekk...
Oekk...
suara tangisan bayi.
"Sudah lahir Ayah!!" seru Daniel.
beberapa saat kemudian seorang dokter wanita keluar dengan membawa bayi kecil tersebut.
"Mas Daniel, Tolong diadzani ya mas." pinta bu dokter.
Seketika Daniel mengumandangkan adzan ditelinga seorang Putra yang sudah lahir dari rahim istrinya. Daniel dan Jihan begitu bahagia, mereka sudah mendapatkan kesempurnaan berumah tangga.
Satu minggu kemudian akhirnya Putra Daniel diberi nama Kevin Arista, seorang Putra yang benar-benar sangat tampan seperti Jihan. cerita cinta yang begitu indah dari kebencian yang berubah menjadi benih-benih cinta antara Jihan dan Daniel. sekarang keluarga itu sudah bahagia di sebuah desa kecil yang bernama Desa alas terpencil.
"Terima kasih ya Mas, karena kau telah mengizinkan ku untuk mencintaimu." ucap Jihan.
"Terima kasih banyak karena kau memberikan aku semua cintanya tidak pernah aku rasakan." jawab Daniel yang memberikan kecupan kepada sang istri dan anaknya
Ayah Jefri dan Mbok Sri benar-benar merasakan kebahagiaan saat mendengar suara tawa anak kecil yang sudah lama tidak pernah mereka dengarkan. Nisa sekarang bisa sudah menikah dengan Edi, pernikahan gratis seperti yang dijanjikan oleh Jihan. Wawan juga sudah merasakan kebahagiaan sama seperti adiknya, mereka semua berkumpul Setelah semua siksa yang telah mereka rasakan.
**TAMAT **
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA SELALU SAMPAI NOVEL INI TAMAT TERIMA KASIH TELAH MEMBERIKAN KOMENTAR DAN VOTE.
__ADS_1
๐๐๐๐งก๐งก๐งก๐๐๐โค๏ธโค๏ธโค๏ธ๐๐