
Jihan sudah memutuskan untuk membantu suaminya, wanita itu akan mencari bukti-bukti mengenai Sang suami.
"Ayah aku titipkan Suamiku di sini, aku akan mencari tahu mengenai kejadian waktu itu." ucap Jihan.
"Kau tenang saja, Sayang. aku akan selalu menjaga suamimu." jawab ayah Jefri.
Terlihat Jihan dan Mbok Sri sudah kembali ke kota.
"Jadi kau akan mencari bukti-bukti mengenai suamimu?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.
"Tentu saja aku akan mencari bukti-bukti mengenai apa yang terjadi." jawab Jihan.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Mbak Sri Tentu saja aku akan kembali ke tempat itu ke tempat pameran yang aku lakukan jawab Jihan.
"Baiklah kalau begitu, Mbok akan membantumu." ucap Mbok Sri.
"Terima kasih, Mbok. karena selalu mau membantuku." jawab Jihan yang kemudian mengajak Mbok Sri kembali ke rumah Ayah Jefri.
Wanita itu sudah menelpon beberapa temannya untuk meminta bantuan kepada teman-temannya. beberapa teman Jihan sudah menyetujui untuk membantu wanita itu, tentu saja Jihan sangat senang saat mendengar hal itu.
"Bagaimana?" tanya Mbok Sri.
"Tenang saja, semuanya berjalan sesuai rencana." jawab Jihan.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Mbok Sri.
"Kita selidiki Besok saja mbok, aku sekarang mau beristirahat dulu." jawab Jihan yang kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon Nisa. Jihan juga ingin mencari tahu keadaan yang terjadi di pabrik konveksi.
"Nisa!" seru Jihan yang sudah menelepon Nisa yang berada di pabrik konveksi.
"Mbak, Jihan. Bagaimana kabar mbak Jihan?" tanya Nisa kepada Jihan.
"Tidak Begitu baik, Nisa. kau sudah dengarkan kabar mengenai kejadian yang dialami Mas Daniel, kan?" tanya Jihan.
"Tentu saja Mbak, kami sudah mengetahuinya. bahkan para warga yang ada di desa ini tidak percaya kalau Mas Daniel melakukan hal itu." jawab Nisa.
__ADS_1
"Aku minta kau pegang dulu masalah pabrik konfeksi, dan aku minta tolong bicaralah kepada Pak RT untuk membantu mencari bukti mengenai kelakuan Erwita." pinta Jihan kepada Nisa.
"Tentu saja, Mbak. sebelum Mbak Nisa meminta bantuan kepada kami.., kami sudah mempersiapkan semuanya." jawab Nisa.
"Terima kasih, Nisa." ucap Jihan. "Oya, katakan juga terima kasih kepada Pak RT dan yang lain, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan." ucap Jihan.
"Kamilah yang harus berterima kasih kepada mbak Jihan. karena berkat Mbak Jihan Kami semuanya bisa hidup dengan layak." jawab Nisa.
"Baiklah kalau begitu, Nisa. Aku harap kau menjaga pabrik itu dengan baik, karena mungkin aku kembali ke sana dalam waktu yang cukup lama. aku harus menyelesaikan semua permasalahan suamiku dahulu." ucap Jihan.
"Tentu saja, Mbak. kami akan menjaga pabrik ini, pabrik yang menjadi tempat Kami mencari nafkah, tumpuan hidup kami." jawab Nisa.
Setelah menelepon Nisa, akhirnya Jihan mulai menyelidiki mengenai masalah yang terjadi pada suaminya.
Di tempat lain Erwita tertawa terbahak-bahak karena rencananya sudah berjalan, apalagi sekarang Daniel sudah masuk ke penjara. Suatu saat mau tidak mau Daniel pasti akan menjadi miliknya.
"Ada apa, Erwita?" tanya Pak lurah kepada Erwita.
"Tentu, saja aku sangat senang, Ayah. karena aku akan mendapatkan pria itu." jawab Erwita.
"Tentu saja aku yakin, bahkan sebentar lagi pria itu akan menjadi milikku." jawab Erwita kembali. terlihat Erwita sedang menyanyikan lagu dengan begitu kerasnya. "Hahaha.., aku benar-benar yakin, setelah ini Mas Daniel akan bersedia menjadi suami ku. aku tidak perduli kalau Dia menjadikanku istri kedua, yang penting pria itu akan menjadi milikku!" seru Erwita.
"Jangan senang dulu, Erwita. kita harus menyelidiki masalah ini dahulu, aku yakin Jefri tidak akan diam saja melihat menantunya masuk ke penjara. Aku yakin dia akan meminta bantuan kepada teman-temannya." ucap pak lurah kepada putrinya.
"Hahaha...,Aku tidak peduli, Yang penting pria itu akan menjadi milikku, aku sangat yakin dia bakal menyerah dan lebih memilih menikahiku daripada masuk penjara dengan kurun waktu 10 sampai 20 tahun." jawab Erwita.
"Terserah, namun kau harus berhati-hati karena Jefri bukanlah orang bodoh seperti perkiraanmu." jawab Pak lurah yang kemudian tidur di kamarnya.
Sekarang Pak lurah dan putrinya berada di kota, di sebuah rumah yang dimiliki oleh pria itu, dia benar-benar bersikeras untuk menghancurkan Ayah Jefri hingga pria itu menjadi miskin. Namun nyatanya bertahun-tahun lamanya usahanya tidak ada hasilnya juga.
"Aku harus memikirkan bagaimana caranya aku harus membuat pria itu jatuh miskin. seribu cara telah aku lakukan, namun Jefri tidak kunjung miskin juga." ucap pak lurah.
Di sebuah rumah sederhana berlantai dua pak lurah selalu memata-matai ayah Jefri, di tempat itu dia selalu merencanakan sesuatu untuk menghancurkan Ayah Jefri.
Di tempat lain hari itu Erwita sudah membayangkan akan mendapatkan Daniel dan menjadikannya suami.
__ADS_1
"Mas Daniel, Mas Daniel. aku yakin suatu saat kau akan menjadi milikku." ucap cerita yang terlihat menari seperti orang gila.
Di tempat lain terlihat Jihan mulai mendapatkan beberapa foto dan informasi mengenai Erwita dari Nisa. bahkan Nisa juga bilang kalau Deni akan ke kota untuk memberikan beberapa bukti mengenai semua kelakuan Erwita. tentu saja Jihan begitu bersyukur karena begitu banyak orang yang menyayangi dia dan sang suami
TUT...
terlihat Jian sudah mengangkat ponselnya,
"Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan informasi mengenai yang aku minta waktu itu?" tanya Jihan kepada seorang detektif.
"Tentu saja aku sudah mendapatkannya, kau jangan khawatir." jawab teman Jihan yang menjadi detektif.
"Lalu, bagaimana?" tanya Erwita.
"Kau tenang saja, aku akan mencari seorang pria yang memiliki bukti mengenai kejadian waktu itu." ucap jadi si detektif.
"Maksudmu?" tanya Jihan.
"Ternyata wanita itu mengajak seseorang untuk foto dirinya dan suamimu." jawab detektif.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu Bagaimana hasilnya. kalau bisa segera kau berikan semua bukti-bukti itu." pinta Jihan.
"Kau jangan khawatir, Tenang saja. kita main cantik saja biar mereka tidak curiga kalau kita sudah menemukan informasi mengenai saksi mata itu." jawab detektif.
"Baiklah, aku senang karena kau sudah menemukannya. masalah uang jangan khawatir, sesuai perjanjian kita.., aku akan membayarmu dengan nominal yang sudah kita sepakati." jawab Erwita.
"Baiklah kalau begitu, aku matikan dulu ponselnya karena aku harus mencari keberadaan pria itu. apalagi istriku sedang tidak berada di rumah, aku harus menemani istriku ke tempat mertuaku." ucap detektif yang sudah mendapatkan bukti.
Nampak Jihan menghela nafasnya dengan begitu kasar, dia tidak akan melepaskan Erwita yang mempunyai pikiran untuk merebut suaminya.
"Dasar janda kurang ajar, lihat saja kau pasti akan mendapatkan pelajaran sesuai dengan kelakuanmu." ucap Jihan.
Beberapa foto yang sudah dikirim oleh Pak RT juga akan menjadi bukti atas semua kelakuan Erwita yang tidak senonoh.
** bersambung**
__ADS_1
mohon dukungannya selalu, like komen dan voteπ€πβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ terima kasih ππ