IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Pekerjaan untuk para warga


__ADS_3

"Saya bisa memasak Mas, saya mau jadi tukang bersih-bersih, saya mau jadi apa saja asalkan saya diterima. Saya mau makan, Mas. saya tidak punya uang." jawab ibu tua.


Jihan yang mendengar perkataan wanita tua itu.., dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. dirinya yang selalu mengomel jika tidak mendapatkan makanan seperti yang dia inginkan, jika dia tidak mendapatkan barang yang seperti dia inginkan, maka dia akan marah-marah. namun kenyataan seperti yang ada di depannya membuat mata Jihan benar-benar terbuka.


"Ya sudah kalau begitu, mulai besok Ibu bisa kerja di sini. Ibu bisa aku gaji satu bulan sekali atau dua minggu sekali." tanya Jihan.


"Terserah mbak, pokoknya saya bisa makan." jawab ibu tua.


Entah Kenapa Jihan tiba-tiba meneteskan air matanya, seketika wanita itu mengusap air mata yang hendak turun dari kelopak matanya. Daniel yang melihat hal itu nampak Dia mengerti bagaimana kondisi istrinya, seorang wanita yang tidak pernah tersentuh kini nampak ingin menangis.


"Kau tahu Mas, aku benar-benar sangat bersyukur ketika ayah menyuruhku ke tempat ini, aku sangat bersyukur karena Ayah memaksa aku menikah denganmu, aku benar-benar bersyukur karena kau memberikan aku pelajaran." ucap Jihan.


"Kalau kamu menangis, menangislah. ada Mas disini, pundak Mas cukup lebar untuk menampung dirimu yang hendak menangis." ucap Daniel yang membuat Jihan langsung meneteskan air matanya di pundak sang suami.


"Aku benar-benar tidak habis pikir, Mas. diriku yang dulu seperti itu seolah dibuat malu dengan semua pembelajaran ini, desa yang bisa dibilang miskin, banyaknya warga yang menggantungkan diri mereka pada pabrik yang dimiliki ayah." ucap Jihan.


"Kau tahu sayang, Ketika dirimu mengatakan akan membuka pabrik di tempat ini lagi.., aku sangat senang. Mas sangat bahagia karena sesuatu yang ingin dicapai oleh almarhum ibu mu akan kau jalankan." ucap Daniel.


"Maksud Mas?" tanya Jihan.


"Dulu almarhum ibumu mempunyai cita-cita membuka pabrik konveksi untuk para warga, namun sayangnya Tuhan berkehendak lain. umur almarhum terlalu pendek sebelum dia menggapai cita-citanya." jawab Daniel.


"Terima kasih Mas, atas segala yang kau berikan padaku, izinkan Aku mencintaimu, izinkan aku menjadi istrimu selamanya." ucap Jihan.


"Tentu saja sayang, izinkan Mas juga mencintaimu, menjadi suamimu yang pertama dan untuk yang terakhir." jawab Daniel.


Para ibu-ibu yang mendengar perkataan sepasang suami-istri itu, nampak mereka meneteskan air mata mereka.


"Mbak Jihan benar-benar sudah berubah ya, sangat berbeda ketika dia baru pertama datang ke sini." ucap Ibu Cece.


"Kau benar, bahkan Mbak Jihan sekarang menjadi wanita yang sungguh luar biasa." jawab bu Ana.


"Sudah, sudah, nanti kedengaran Mbak Jihan malah kita nggak jadi kerja." ucap Bu Lita yang kemudian mengajak ibu-ibu yang lain untuk segera meninggalkan tempat itu.


Satu bulan kemudian


Waktu mulai berjalan, pabrik konveksi yang dibuka oleh Jihan sudah mulai menampakan jalannya. banyaknya pesanan dari kota membuat Jihan tersenyum,


"Nisa, cepat catat semua pemesanan kita!" seru Jihan.

__ADS_1


"Bentar dulu dong Mbak, ini aku juga ada telepon." jawab Nisa.


"Nisa, cari pegawai lain untuk membantumu, masa aku terus yang terus membantumu!" seru Jihan kembali.


"Di sini nggak ada yang mempunyai pendidikan tinggi Mbak." Jawab Nisa.


"Nggak perlu pendidikan tinggi, yang penting otaknya sedikit pandai seperti kamu." jawab Jihan.


"Mbak kira aku ini bodoh apa." ucap Nisa yang tidak terima.


"Ya enggak gitu, kau kan lebih pandau daripada mereka. Coba kamu cari orang-orang seperti dirimu." jawab Jihan.


"Ya Mbak, nanti akan kucari." jawab Nisa yang kemudian mencatat beberapa pemesanan dari kota.


Sudah 1 bulan lebih lamanya ibu-ibu sudah mulai bisa menjahit pakaian standar, nampak mereka sudah lihai. Pak lurah dan putrinya yang melihat hal itu..,mereka berdua benar-benar sangat kesal.


"Bagaimana bisa putri dari Jefri melakukan hal itu, para warga sudah mendapatkan pekerjaan di sana. Bahkan mereka begitu memuja Daniel dan Jihan!" seru Pak lurah.


"Aku tidak peduli, Ayah. yang penting aku menginginkan Mas Daniel!" seru Erwita.


"Daniel, Daniel, Daniel, itu terus yang kau katakan. Apakah tidak ada pria lain di tempat ini? dasar kau itu wanita tidak berguna!" seru Pak lurah.


"Aku tidak perduli, tujuanku adalah menghancurkan Jeffri." jawab Pak lurah.


Istri dari Pak lurah nampak hanya diam saja, kalau dia mencoba untuk menentang suami dan anaknya bisa-bisa wanita itu akan dihajar habis-habisan oleh suami dan anaknya. Pak lurah juga sudah mendengar mengenai Jihan yang mencari pekerja untuk membantu Nisa, saat mendapat informasi seperti itu, seketika Pak lurah mendapatkan ide untuk menghancurkan pabrik milik Jihan.


"Kalau begitu melamar lah di pabrik milik Jihan!" seru Pak lurah.


"Kenapa aku harus bekerja, Ayah? aku tidak mau!" teriak Erwita.


"Dasar wanita malas, pantas saja suamimu tidak mau bersamamu! kau itu wanita pesolek, malas, tidak mau menuruti perintah!" seru Pak lurah.


"Aku tidak peduli Ayah." jawab Erwita.


"Kalau kau bekerja di pabrik Jihan, maka kau akan mendapatkan kepercayaan wanita itu dan kau bisa mendekati suaminya!" seru Pak lurah.


Saat mendengar perkataan ayahnya seperti itu tentu saja Erwita langsung semangat 45. dia akan mendekati Daniel dan mendapatkan pria itu, sudah 1 tahun...genap 1 tahun lamanya Jihan dan Daniel sudah menikah.


2 hari kemudian.

__ADS_1


Erwita datang ke pabrik Jihan, wanita itu melamar pekerjaan kepada Nisa dan Nisa mengantarkannya ke tempat Jihan.


"Mbak Jihan, Mbak Jihan!" seru Nisa yang mendatangi Jihan. terlihat Jihan melihat para pekerja yang sedang bekerja, wanita itu mengawasi semua hasil karya anak buahnya.


"Ada apa Anisa?" tanya Jihan.


"Ini lho Mbak, ada Putri Pak lurah yang mau ngelamar kerja." jawab Nisa.


"Apa ya? Mana?" tanya Jihan.


"Di sana orangnya, ada di sana Mbak." jawab Nisa.


Akhirnya Jihan mendatangi Erwita, terlihat erwita membawa lamaran pekerjaan kepada Jihan.


"Selamat siang, Mbak Jihan!" seru Erwita.


"Selamat siang." jawab Jihan yang menatap Erwita dari ujung rambut sampai ujung kaki,


"Ada apa Ya?" tanya Jihan.


"Ini lho mbak, katanya Mbak Jihan mencari pekerja baru untuk mendampingi Nisa?" tanya Erwita.


"Iya, benar." jawab Jihan.


"Bolehkah saya melamar pekerjaan itu, Mbak? karena saya lulusan dari kota, saya mengerti banyak mengenai pembukuan." ucap Erwita yang kemudian memberikan surat lamaran pekerjaan.


"Baiklah kalau begitu, Oh ya Nisa..,Bisakah kita bicara sebentar." ucap Jihan yang kemudian meninggalkan Erwita.


"Ada apa, Mbak?" tanya Nisa.


"Nisa, Apakah wanita itu wanita baik-baik?" tanya Jihan.


"Tentu Mbak, Memangnya kenapa?" tanya Nisa.


"Kok aku nggak srek banget ya sama dia." ucap Jihan.


"Apa Iya, Mbak?" tanya Nisa.


** bersambung **

__ADS_1


mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπŸ€—πŸ˜Šβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ‘πŸ‘πŸ‘ terima kasih πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2