IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Jalan-jalan


__ADS_3

"Kita makan sepiring berdua saja, enggak usah cari makan di luar!" seru Jihan yang membuat Daniel benar-benar sangat terkejut.


"Apakah kau yakin?" tanya Daniel.


"Tentu." jawab Jihan.


"Kalau begitu aku akan ambil sendok lagi." ucap Daniel yang kemudian berdiri hendak mengambil sendok. Jihan kembali menarik tangan Daniel.


"Tidak usah, pakai sendok ini saja. nanti kau suapi aku seperti tadi." ucap Jihan.


Nisa yang mendengar perkataan Jihan tentu saja Gadis itu hatinya benar-benar panas.


"Apa, tadi Mas Daniel menyuapi wanita ini? wanita sok cantik dan sok kaya ini." guman Nisa dalam hati.


"Apa kamu yakin?" tanya Daniel.


"Tentu aku yakin." jawab Jihan yang kemudian melirik Nisa yang wajahnya benar-benar sangat kesal.


"Buka mulutmu, aku akan menyuapimu dulu setelah itu aku makan." ucap Daniel yang membuat Jihan langsung membuka mulutnya. sebenarnya kejadian seperti ini normal-normal saja. karena toh Mereka berdua adalah suami-istri bagi yang tahu, kalau yang tidak ya Mereka berdua adalah Putri majikan dan pembantunya.


"Nanti jadi tidak kita keluar?" tanya Jihan.


"Apakah kamu benar-benar ingin keluar?" tanya Daniel.


"Tentu." jawab Jihan.


"Aku ikut Mas!" seru Nisa yang tiba-tiba memotong pembicaraan sepasang suami istri Itu.


"Motornya tidak cukup, Nisa. kau carilah orang lain untuk membonceng mu!" seru Jihan.


"Tidak mau, aku mau sama Mas Daniel saja." Jawab Nisa.

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang Nisa, kalau motornya tidak cukup untuk kita bertiga." jawab Daniel.


Jihan nampak tersenyum kembali, Jihan itu mengangguk-anggukkan kepalanya karena melihat Nisa benar-benar sangat kesal.


"Ayolah Mas, ajak aku dong." pinta Nisa.


"Tentu saja aku mau mengajakmu, tapi kalau boncengan bertiga ya aku tidak bisa." jawab Daniel.


"Bagaimana kalau kita bertiga jalan saja." usul Nisa.


"Aku tidak mau, aku capek. lagi pula kau tahu sendiri kan kebiasaanku seperti apa kalau jalan jauh." ucap Jihan yang membuat Daniel menganggukkan kepalanya.


"Ya udah kalau gitu Nisa, kamu cari lah teman lain untuk membonceng mu. nanti kita ketemu di alun-alun desa ini." ucap Daniel yang kemudian menyuapi Jihan kembali.


Nisa benar-benar kesal saat melihat tontonan seperti ini, mereka berdua seolah sepasang suami istri yang sedang memamerkan kemesraan mereka.


"Kenapa wanita ini harus hidup di dunia ini, wanita menyebalkan. coba saja kalau dia bukan Putri majikan Mas Daniel, pasti pria ini tidak akan menuruti semua permintaan wanita ini." gerutu Nisa yang kemudian pergi dari ruang makan.


"Belum, Memangnya kenapa?" tanya Daniel balik.


"Kalau begitu aku buatkan kopi ya." ucap Jihan.


"Memangnya kau bisa membuat kopi? Kau kan tidak pernah masuk dapur." sindir Daniel.


"Kalau cuma buat kopi saja aku bisa." jawab Jihan.


Akhirnya malam itu Daniel benar-benar mengajak Jihan keluar untuk melihat perayaan yang ada di desa, sorot mata Jihan yang tidak pernah melihat hal itu nampak dia sangat bahagia. keramaian kota tidak sebanding dengan keramaian Desa, suara canda tawa orang-orang yang tertawa dan makanan tradisional.


"Kita kesana yuk!" seru Jihan yang dari tadi menarik tangan Daniel untuk melihat-lihat para penjual makanan.


"Memangnya kamu mau makan apa?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Aku mau makan makanan itu!" seru Jihan yang melihat kembang gula.


"Kau Itu bukan lagi anak kecil, masak mau makan kembang gula nanti kalau tidur tidak kau sikat gigimu bisa-bisa kau sakit gigi." ucap Daniel.


"Kau kira aku ini anak kecil apa." jawab Jihan.


Daniel nampak menatap wajah Jihan yang tersenyum begitu bahagia, Baru kali ini dia melihat wajah polos istrinya itu. walaupun semenjak kecil Daniel selalu memperhatikan Jihan bahkan pria itu melihat Jihan tumbuh semakin dewasa dan selalu dikejar oleh para pria kaya. namun wanita itu selalu menolaknya, sikap angkuh yang ditunjukkan oleh Jihan hanyalah sebagai dinding agar dirinya tidak disakiti oleh para pria yang selalu melihat harta kekayaan ayahnya.


Terlihat seorang pria dari tadi terus menatap Jihan yang berjalan kesana kemari sambil tersenyum, wanita itu memakai dress dan celana selutut. wajahnya yang cantik membuat beberapa pria melihatnya tanpa berkedip.


Daniel yang melihat hal itu, pria itu tahu kalau para pemuda desa yang melihat Jihan kelihatannya mereka mempunyai pemikiran jelek. salah satu dari pemuda itu hendak menabrak Jihan, dengan segera Daniel langsung menggunakan tubuhnya agar para pemuda itu tidak menyentuh tubuh Jihan.


"Apa yang kau lakukan!" seru Jihan yang melihat seorang pria hendak melakukan sesuatu kepadanya.


"Memangnya apa yang kami lakukan?!" seru beberapa pemuda.


"Berani sekali Kalian mau melakukan sesuatu padaku!" seru Jihan yang tidak terima karena beberapa pemuda itu hendak melakukan sesuatu padanya. karena begitu kesal terlihat Jihan langsung melepas sepatunya dan mulai memberikan tendangan kepada salah satu pria, Daniel melihat hal itu nampak pria itu menghela nafasnya. sifat liar istrinya kembali muncul karena dia tidak terima diperlakukan seperti itu.


BUG..


BRAKK...


Daniel langsung menghajar beberapa pria yang mencoba untuk menyentuh tubuh istrinya.


"Jangan berani kalian menyentuh wanita ini! seru Daniel yang tidak terima. pria itu benar-benar sangat marah, dia menghajar beberapa pemuda yang mempunyai kelakuan bejat itu.


"Ada apa mas Daniel?" tanya seorang pria kepada Daniel.


"Mereka bermaksud kurang ajar pada putri pak Jefri." jawab Daniel.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2