
Sekitar satu jam kemudian.
BRAKK...
sekitar 1 jam lebih terlihat Ayah Jefri dan Daniel pergi dari pabrik perhiasan, mereka akan ke sebuah tempat untuk membicarakan sesuatu dengan seseorang yang menunggu mereka. tidak jauh dari pabrik perhiasan mereka berdua tertawa terbahak-bahak, karena membicarakan Jihan yang akhir-akhir ini sering marah-marah, jutek dan selalu membuat kedua pria itu seperti berada di neraka terdalam.
"Ayah, aku benar-benar di buat pusing oleh kelakuan Jihan." ucap Daniel.
"Sudahlah, Daniel. lebih baik tidak usah membicarakan hal itu, akhir-akhir ini memang istrimu kelakuannya sangat aneh." jawab ayah Jefri.
"Ayah, Apakah istriku sedang hamil?" tanya Daniel yang membuat Ayah Jefri menatap menantunya.
"Memangnya kau tidak pernah memeriksakan istrimu ke rumah sakit?" tanya ayah Jefri kepada Daniel.
"Tentu saja aku tidak akan berani melakukan hal itu, Ayah. jika aku mengajaknya ke rumah sakit bisa-bisa dia marah-marah satu hari penuh." jawab Daniel.
"Kau benar, istrimu itu benar-benar wataknya begitu keras, kalau kita membuat masalah dengannya maka kita lah yang akan menanggung akibatnya juga." jawab ayah Jefri.
"Oh ya, Ayah. apakah Ayah mau menemui salah satu rekan bisnis kita?" tanya Daniel. saat perbincangan mereka berdua begitu serius terlihat seorang wanita dengan sengaja menabrakkan dirinya ke mobil Ayah Jefri yang dikemudikan oleh Daniel.
BRUKK..
seketika Daniel menghentikan mobilnya karena dia telah menabrak sesuatu,
"Ayah, kita menabrak seseorang!!" seru Daniel.
"Hentikan mobil ini, kita turun! apa yang terjadi dengan wanita itu?!" seru Ayah Jefri yang terlihat langsung membuka pintu mobilnya.
Saat Daniel mematikan laju mobil tersebut. Daniel dan ayah Jefri mencari keberadaan seorang wanita yang terlihat sudah terkapar di tanah yang ada di jalan.
"Ayah, kita benar-benar menabrak seseorang." ucap Daniel.
"Segera kita tolong dia, kelihatannya dia tidak terlalu parah lukanya." jawab ayah Jefri.
Akhirnya hari itu Daniel membawa seorang wanita tua dan memasukkan wanita itu ke dalam mobilnya.
"Segera bawa ke rumah sakit, Daniel!?" seru Ayah Jefri.
__ADS_1
"Baik, Ayah." jawab Daniel.
Daniel dan ayah japri memang tidak mengenal Rita, ibu kandung dari Daniel karena Ayah Daniel tidak pernah mengenal siapa sosok orang tua Daniel yang sebenarnya.
"Apakah dia baik-baik saja, Ayah?" tanya Daniel kepada ayah Jefri.
"Kelihatannya dia baik-baik saja, kemungkinan dia sedang memikirkan sesuatu, hingga dia tidak melihat dalam mobil kita melaju kencang." ucap Ayah Jefri yang terlihat terus menatap Rita yang ada di kursi belakang.
Beberapa saat kemudian akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Daniel sudah sampai di Puskesmas yang tidak jauh dari pabrik perhiasan milik Ayah Jefri.
"Suster! suster!!" Daniel memanggil Seorang perawat.
Dua perawat yang melihat hal itu ketika mereka mengambil ranjang dorong dan memberikan pada Daniel.
"Cepat Tuan, taruh di sini!!" seru perawat tersebut. dengan segera perawat itu membawa wanita yang ditabrak oleh Daniel dan ayat Jefri ke sebuah ruangan.
"Apakah dia baik-baik saja, Ayah?" tanya Daniel kepada ayah Jefri.
"Aku tidak tahu, Daniel. kelihatannya dia baik-baik saja." jawab ayah Jefri.
"Tenang saja, kelihatannya dia baik-baik saja." jawab ayah Jefri kembali.
Rita adalah seorang wanita yang benar-benar sangat licik, wanita itu menggunakan kecelakaan yang terjadi padanya untuk mengeruk keuntungan dari Daniel dan ayah Jefri. Sebenarnya dia tidak terluka parah, dia berpura-pura pingsan walaupun saat di rumah sakit dan dirawat oleh beberapa perawat.
Sekitar satu jam kemudian sang perawat sudah memberitahukan kepada ayah Jefri kalau wanita yang ditabrak oleh Daniel baik-baik saja.
"Kau baik-baik saja Bu?" tanya Daniel yang sudah masuk bersama ayah Jefri.
"Aku baik-baik saja Nak." jawab Rita yang kemudian menatap wajah Daniel.
"Ternyata anak hasil hubungan ku dengan pria itu benar-benar sangat tampan." guman Rita dalam hati yang kemudian membantu Rita.
"Saya akan membantu ibu, saya akan mengantarkan Ibu pulang. Di mana rumah ibu?"tanya Daniel kepada wanita yang sekarang sudah berada di depannya.
"Maaf ya, sebenarnya aku tidak punya rumah. aku habis melarikan diri karena terus-menerus disiksa oleh suami ku." jawab Rita yang terlihat begitu pilu.
Rita kembali melakukan aktingnya, wanita itu akan membuat Ayah Jefri dan Daniel bertekuk lutut padanya dan mengasihi wanita itu. rencana awalnya adalah untuk membuat Daniel mengakui nya sebagai ibu, namun ketika bertemu dengan ayah Jefri tiba-tiba rencana Rita langsung berubah.
__ADS_1
"Tidak mungkin kan kalau aku membiarkan pria yang ada di depanku ini lepas, akan kubuat dia jatuh cinta padaku dan akan ku buat dia menikahi Ku." ucap Rita yang kemudian berdiri Dari ranjang.
Saat melakukan hal itu, tiba-tiba Rita berakting terjatuh, hingga membuat Ayah Jefri membantu wanita yang sebaya dengannya itu.
"Kau baik-baik saja, Bu?" tanya ayah Jefri.
Seketika Rita langsung memegang erat tangan Ayah Jefri, wanita itu menatap Ayah Jefri dengan tatapan mata yang benar-benar sungguh menggoda hatinya.
"Saya baik-baik saja, Tuan." jawab Rita yang terlihat berpura-pura tidak bisa berjalan dan begitu lemah.
"Dia tidak kuat untuk berdiri, Daniel." ucap Ayah Jefri.
"Iya Ayah, sebaiknya kita bawa wanita ini masuk kedalam mobil dan kita bawa dia pulang dahulu." ucap Daniel.
"Yes, rencanaku telah berhasil. sebentar lagi aku harus mencari cara untuk membuat pria ini jatuh cinta padaku. Pria tua yang akan menjadi mesin pencetak uangku yang selanjutnya." guman Rita.
Terlihat Rita benar-benar berakting begitu bagus, sehingga aktingnya pun tidak bisa dilihat oleh ayah Jefri dan Daniel.
"Apakah kau bisa berdiri? Apakah kau bisa berjalan?" tanya ayah Jefri yang menatap Rita.
"Saya tidak kuat berjalan, Tuan. kaki saya rasanya lemas." ucap Rita.
"Akan aku gendong dulu, Daniel. kau ambillah mobilnya dan buka pintunya." pinta Ayah Jefri yang membuat Daniel langsung berlari untuk membuka pintu mobil itu.
Rita benar-benar tersenyum begitu puas, wanita itu tidak akan menyangka kalau dia akan bisa menjebak Ayah Jefri dengan sangat mudah.
"Hahaha..., sebentar lagi kau akan menjadi mesin pencetak uang Ku." ucap Rita.
Ayah Jefri menggendong Rita yang sudah berakting begitu lemah, pria tua itu membawanya masuk ke dalam mobil dan meminta Daniel untuk segera mengemudikan mobilnya dan membawa pulang.
"Daniel, jangan kencang-kencang." pinta Ayah Jefri yang membuat Daniel menganggukan kepalanya.
"Tenang saja, Ayah. aku akan menyetir dengan hati-hati." jawab Daniel.
Senyum Rita benar-benar mengembang, wanita tidak tahu diri itu begitu bahagia saat seorang pria tua seusia dengannya sudah memeluknya dengan begitu erat.
** bersambung **
__ADS_1