
Pagi itu Daniel keluar dari kamarnya dengan raut wajah yang benar-benar sangat bersinar. Ayah Jefri yang melihat hal itu tentu saja pria itu akan menyindir menantunya dan membuat menantunya itu salah tingkah. Ayah Jefri melihat kejadian kemarin waktu Daniel menggendong putrinya. tentu saja pikiran pria itu tertuju pada satu kelakuan Daniel.
"Kelihatannya Kau sangat berseri, sekali hari ini." ucap Ayah Jefri yang membuat Daniel melihat mertuanya.
"Memangnya kenapa ayah?" tanya Daniel yang terlihat kebingungan dengan perkataan mertuanya itu.
"Kelihatannya Kau mendapatkan asupan tenaga ya tadi malam? hingga sekarang Kau terbangun dengan raut wajah yang begitu berbahagia." ucap Ayah Jefri.
Daniel yang mendapatkan sindiran dari mertuanya tentu saja wajahnya langsung bersemu merah. pria itu hanya tersenyum kemudian menatap sang istri yang sudah membawakan masakan untuknya dan sang suami.
"Ayah ini bilang apa sih? anak kecil kok dibilang seperti itu." canda Jihan.
"Kecil apanya? sebentar lagi kalian akan mempunyai anak-anak yang lucu-lucu." jawab ayah Jefri yang membuat Daniel menampakan senyum malu-malu.
"Benar loh Tuan, kelihatannya sebentar lagi tuan akan mendapatkan cucu." ucap Mbok Sri.
"Mbok ini ngomong apaan sih." jawab Daniel.
"Memangnya kamu nggak mau punya anak dari istrimu?" tanya Mbok Sri yang membuat Dani langsung salah tingkah.
"Tentu saja mau Mbok." jawab Daniel.
"Lalu, ngapain kamu mengatakan hal itu? kalau kamu mau menyangkalnya itu namanya kamu mau berdoa tidak mau punya Anak dari istrimu." ucap mbok sri yang membuat Daniel langsung ketakutan Jika istrinya marah dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mbok Sri.
"Nggak juga Mbok, Tentu saja aku menginginkan anak dari istriku." jawab Daniel seketika suara canda tawa yang ada di ruangan itu terdengar begitu membahagiakan.
"Selamat pagi!" seru Nisa yang sudah berada di rumah tersebut.
"Selamat pagi, ngapain kamu di sini?" tanya Mbok Sri yang sudah melihat Nisa berada di rumah Ayah Jefri.
"Mbok Ini kenapa sih sikapnya jelek gitu sama aku? Tentu saja aku mau ke tempat Mbak Jihan. Aku kangen lho sama Mbak Jihan." jawab Nisa.
"Halahhh, alasanmu saja." jawab Mbok Sri.
"Mbok Sri tuh ngapain sih kok jahat banget sama aku? lagian aku tidak datang sendiri lo." ucap Nisa.
"Memangnya kamu datang sama siapa?" tanya Mbok Sri.
"Aku sekarang sama Mas Edi." jawab Nisa.
"Edi?" tanya Mbak Sri yang kebingungan.
"Iya Mbok, dia itu adalah pacar Nisa pengganti Mas Daniel." jawab Jihan yang membuat Nisa seketika Salah tingkah.
__ADS_1
"Apaan sih Mbak!!" seru Nisa.
"Kamu nggak mau ya ngakuin Edi sebagai pacarmu? Kalau begitu aku bilang saja sama pria itu untuk mencari wanita lain, karena kamu tidak mau mengakuinya." ucap Jihan yang membuat Nisa Salah tingkah kembali.
"Apaan sih Mbak, Mbak Nisa ini selalu saja menggodaku!!" seru Nisa yang kemudian duduk di ruang makan bersama yang lain.
"Kok Kamu duduk di sini sih?" tanya Jihan.
"Memangnya kenapa Mbak?" tanya Nisa kembali.
"Katanya tadi kau ke sini bersama dengan Edi, lalu dimana dia? kamu membiarkan dia di luar sana sedangkan kamu masuk ke sini mau makan gitu?" ucap Jihan yang membuat Nisa seketika langsung berdiri untuk membawa Edi masuk.
"Dasar bocah semprul." ucap Mbok Sri yang kemudian duduk di ruang makan.
"Siapa Edy itu, Jihan?" tanya ayah Jefri.
"Itu loh ayah, salah satu pegawaiku yang ada di pabrik konveksi. dia adalah mekanik di tempat itu." jawab Jihan.
"Kelihatannya wanita itu menyukainya ya?" tanya Ayah Jefri.
"Tentu saja.."Jawab Jihan.
"Sudahlah sayang, kamu nggak usah menggoda Nisa terus seperti itu. nanti dia malah dia kebingungan."ucap Daniel yang membuat Jihan tersenyum.
"Sini Adi, Ayo makan bersama!" seru Jihan.
"Tidak Mbak, terimakasih." jawab Edi.
"Sudah enggak usah malu-malu, ajak dia duduk sama kita, Nisa!" seru Daniel.
Terlihat dia menatap wajah Daniel, rumor mengenai pria itu sedikit membuat Edi penasaran mengenai sosok suami dari majikanmya.
"Kenapa kau menatap suamiku seperti itu, Edi?"tanya Jihan.
"Tidak apa-apa, Mbak." Jawab Edi.
"Pasti kamu ingin mengetahui Siapa orang yang sudah memperkosa Erwita, Bukankah seperti itu?" tanya Jihan.
Edi langsung salah tingkah saat Jihan mengatakan hal itu.
"Sudah nggak apa-apa, lagi pula wanita itu adalah wanita tidak tahu diri." jawab Jihan.
"Oh ya Mbak, Apakah aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Edi.
__ADS_1
"Memangnya ada apa?" jawab Jihan.
"Kalau aku mengatakan hal ini, apakah Mbak Jihan tidak akan marah?" tanya Edi kembali.
"Memangnya ada apa?"jawab Jihan.
"Kelihatannya wanita itu bukanlah wanita baik-baik, Mbak. karena beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan pesan dari teman saya kalau dia habis berkencan dan bermalam bersama Erwita." jawab Edi.
Seketika Jihan dan yang lain langsung tersedak, mereka semua buru-buru untuk minum setelah mendengar kabar dari Edi.
"Beneran kamu, Mas. kamu nggak bohong!!" serius Nisa.
"Nggak." jawab Edi.
"Lalu, apalagi yang dikatakan oleh temanmu itu?" tanya Nisa yang benar benar begitu penasaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh Edi.
"Kelihatannya wanita itu mencoba untuk menjebak seseorang, dia akan menggunakan kehamilannya dari hubungannya dengan teman saya, lalu kehamilan itu untuk menjebak sesorang. tidak tahunya orang yang akan dijebak itu mas Daniel." jawab Edi.
"Huk..huk huk..," Daniel langsung tersedak dan terbatuk ketika mendapatkan informasi dari Edi.
"Apakah kamu yakin Edi?" tannya Daniel.
"Benar Mas, Bahkan dia mengirimkan notifikasi dirinya dan Erwita beberapa minggu yang lalu, sebelum wanita itu masuk ke pabrik." jawab Edi.
Dengan segera Jihan langsung membereskan makanannya dan membersihkan mulutnya.
"Ayo kita ke ruang tengah, jangan ada disini. kita bicara yang serius." ucap Jihan yang kemudian menepuk punggung sang suami untuk mengajaknya pergi dari sana.
Beberapa detik kemudian mereka sudah sudah berada di ruang tengah,
"Cepat, ceritakan apa yang tadi kau katakan secara detail. karena ini semua berhubungan dengan masa depanku dan suamiku." ucap Jihan.
Akhirnya Edi menceritakan semua kronologi kejadian temannya dan Erwita. semua diceritakan oleh Edi dengan begitu detail hingga membuat Jihan benar-benar melongo.
"Ternyata wanita itu wanita ular wanita kurang ajar, wanita brengsek, dia tahu tidak tahu diri, dia tidur bersama pria lain tapi dia ingin menggunakan suamiku aku sebagai objek nafsunya." jawab Jihan yang benar-benar tidak terima.
"Sudahlah sayang, yang penting aku tidak melakukannya kan." ucap Daniel.
"Enak saja, kalau dia mengatakan dia sekarang hamil, kemudian dia bilang kalau kehamilannya itu karena kelakuanmu gimana?!" seru Jihan. tentu saja Daniel langsung menelan ludahnya dengan susah payah karena perkataan Jihan.
** bersambung **
mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπ€πβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ terima kasih
__ADS_1