IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Ayah Jefri terjebak


__ADS_3

Ketika pagi telah menjelang, terlihat Jihan dan sang suami sudah keluar dari kamar mereka. mereka berdua tersenyum malu dengan kejadian tadi malam.


"Apa yang sedang kau lakukan sayang?" sindir Mbok Sri kepada ada Jihan.


"Idih mbok ini." ucap Jihan.


"Ayah di mana mbok?" tanya Daniel.


"Enggak tahu, dari tadi juga belum lihat ayahmu." jawab Mbok Sri.


"Kok ngak tau Mbok?" tanya Jihan.


"Kan mbok sudah bilang nggak tahu, mungkin Ayahmu masih berada di kamar." jawab mbok Sri.


"Jangan-jangan Ayah sakit Mbok?" tanya Daniel.


"Tidak tahu, coba saja bangunkan ayah kalian, takutnya dia itu sedang tidak enak badan." jawab mbok Sri.


"Baiklah kalau begitu mbok, kami akan membangunkan ayah dulu. lagipula ayah juga belum makan dari tadi malam." ucap Jihan.


"Ya sudah kalau begitu, cepat kalian bangunkan dia. takutnya ayahmu sedang tidak enak badan beneran." jawab mbok.sri.


Ketika mendengar perkataan Mbok Sri, seketika Jihan dan Daniel langsung mencari Ayah Jefri di kamarnya. saat mereka hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba suara jeritan dari sebuah kamar sudah terdengar begitu nyaring.


"Aaaaa!!!" teriak Rita.


"Siapa yang teriak!!" seru mbok sri yang mendengar suara teriakan dengan terburu-buru dia meninggalkan piring yang tadi dia bawa.


"Ada apa Mbok?!" seru Jihan.


"tidak tahu, kelihatannya wanita sundel bolong itu berteriak." jawab Mbok Sri.


"Lebih baik kita ke sana dulu, Mbk. ngapain juga wanita itu teriak-teriak tidak karuan." ucap Jihan yang kemudian mengajak Mbok Sri untuk ke sebuah tempat. di sebuah tempat yang tak lain adalah kamar Rita, Mbok Sri dan yang lain mengetuk pintu Rita dengan sangat kasar.


"Ada apa!!" seru Mbok Sri.


BRAKKK..


BRAKKK..

__ADS_1


mbok Sri, Wanita tua itu terus menggebrak kamar Mbok Sri. tidak ada suara yang keluar dari mulut Rita, sesaat kemudian suara teriakan kembali terdengar hingga membuat Daniel dan salah satu penjaga rumah dia adalah suami dari Mbok Sri ikut mendobrak kamar tersebut suara dobrakan kamar Rita.


BRAKKK...


Brakkk...


Mbok Sri dan yang lain terus menggebrak pintu kamar Rita, setelah beberapa detik kemudian akhirnya pintu itu sudah terbuka. Hal itu membuat Daniel dan yang lain langsung memasuki kamar Rita, sesaat kemudian tatapan mata mereka tertuju pada Rita yang sudah berteriak sambil terduduk di sebelah ranjang kamarnya.


"Kenapa kau berteriak seperti itu?!" teriak Mbok Sri.


"Tolong aku!" teriak Rita.


Seketika tatapan mata orang-orang yang ada di sana menatap seorang pria yang sudah ada di ranjang Rita.


"Ayah!" seru Jihan.


Ayah Jefri juga sangat kebingungan karena tiba-tiba dirinya sudah berada di kamar Rita


"Ada apa ini," ucap ayah Jefri yang terus memegang kepalanya.


"Apa yang Ayah lakukan di Sini?!' teriak Jihan yang begitu marah saat melihat ayahnya sudah berada di dalam kamar Rita dengan kondisi hanya memakai kolor dan kaos dalam.


"Ayah apa yang Ayah lakukan di sini?! Mengapa Ayah ada di kamar wanita ini!!" teriak Jihan.


Ayah Jefri benar-benar tidak tahu, dia terus menatap Rita yang sudah terduduk di lantai sambil memegang tubuhnya.


"Mas! Mas Jefri ngapain di dalam kamarku?! Mengapa Mas melakukan hal ini!!" triak Rita.


"Apa yang memangnya aku lakukan?!" tanya ayah Jefri.


"Mas, kau mencoba melakukan sesuatu padaku!!" teriak Rita.


"Aku tidak mungkin melakukan hal itu, karena aku bukan pria seperti itu." jawab ayah Jefri.


Tentu saja Ayah Jefri tidak akan melakukan hal itu, karena dia itu sudah tidak bisa berhasrat kepada semua wanita.


"Mas, tadi Mas mencoba untuk merayuku, Mas mencoba melakukan sesuatu yang buruk pada Ku!!" teriak Rita.


"Ayah Jefri menatap wajah Rita, pria tua itu tahu kalau Rita sekarang sedang berbohong, sebuah kebohongan yang benar-benar dibenci oleh ayah Jefri.

__ADS_1


"Dengar Rita, aku bukanlah pria brengsek seperti itu!!" seru Ayah Jefri.


"Jika Mas bukan orang brengsek seperti itu, lalu ngapain Mas berada di kamarku!!" seru Rita kembali.


Terlihat Ayah Jefri sangat kebingungan, pria itu terus memikirkan Kenapa dirinya ada di kamar Rita, kejadian ini persis seperti yang dilakukan oleh Erwita.


"Sayang, Bisakah kita bicara sebentar." ucap Daniel.


"Kenapa mas mau bicara di saat situasi seperti ini!" seru Jihan.


"Sudah nggak usah banyak bicara, cepat keluar!!" seru Daniel kembali yang kemudian menarik tangan sang istri.


Terlihat Daniel benar-benar sangat marah saat Jihan melihat ayahnya berada di kamar Rita.


"Ada apa mas!!" teriak Jihan.


"Kau jangan marah dengan ayah, kondisi seperti inilah waktu itu yang aku alami, ketika Erwita menjebakku." jawab Daniel.


"Apa maksudmu, Mas?!" tanya Jihan.


"Apakah kau ingat, kalau waktu itu aku tiba-tiba terbangun dengan kondisi tidak memakai pakaian sama sekali?" tanya Daniel yang membuat Jihan begitu emosi saat mendengar sang suami mengingatkannya pada situasi yang benar-benar membuat Jihan sangat marah.


"Apa maksud Mas Daniel?!" tanya Jihan. kepada Daniel yang membuat kedua bola mata Jihan langsung membulat sempurna.


"Maksud Mas Daniel?" tanya Jihan.


"Aku yakin kalau wanita itu menjebak Ayah Jefri, dengan sesuatu.


"Cobalah waktu itu kau ingat mengenai kejadian ku waktu itu, kepalaku pusing aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi waktu itu, tiba-tiba aku sudah berada di dalam kamar bersama Erwita. situasi Itu Sama persis dengan situasi saat ini." jawab Daniel.


Jihan langsung memikirkan apa yang dikatakan oleh suaminya, benar juga, Ayah Jefri memang sudah tidak mempunyai hasrat sama sekali dengan seorang wanita semenjak kematian istrinya. seolah pria itu ingin mengubur cintanya untuk wanita lain.


"Kau benar Mas, pasti wanita itu ingin menjebak Ayah, apalagi kau tahu sendiri kan kalau wanita itu selalu bilang kalau dia selalu disiksa oleh suaminya. namun jika dia benar-benar disiksa oleh suaminya Mengapa di tubuhnya tidak ada bekas luka sama sekali." jawab Jihan.


"Karena hal itu, kau jangan sampai marah dulu dengan ayah. kita selidiki masalah ini dan kita selidiki mengenai wanita ini, aku sangat yakin kalau wanita ini adalah wanita yang ingin mencoba mengganggu ayah Jefri." jawab Daniel.


"Kau benar Mas, jika wanita ini benar-benar ingin mengganggu Ayah, berarti dia harus berhadapan denganku. Aku tidak akan membiarkannya melakukan sesuatu dengan ayah, Lihat saja pasti aku akan membuat wanita ini bertekuk lutut padaku dan akan kubuat dia menjadi sampah kaleng." jawab Jihan yang terlihat emosi. memang dari dulu wanita itu tidak menyukai Rita, hingga sekarang kejadian yang benar-benar membuat Jihan sangat emosi ketika ayahnya dijebak oleh Rita agar wanita itu menjadi istri dari ayahnya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2