IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Aku tidak melakukannya!


__ADS_3

Tak berselang lama terlihat Ayah Jefri sudah berada di kamar itu, pria tua itu benar-benar terkejut saat melihat kondisi ruangan itu tidak langsung menghakimi Daniel.


"Ada apa ini?!" seru Ayah Jefri.


"Tuan, Tolong saya tuan!!" seru Erwita yang berlari dan memeluk kaki ayah Jefri.


"Ada apa ini? kenapa kau memakai selimut?!" seru Ayah Jefri.


"Tuan, tuan berikan saya keadilan, Tuan!" seru Erwita.


Daniel nampak tidak bisa mengatakan apapun, pria itu mencoba untuk mengingat segala sesuatu seperti yang dikatakan oleh Erwita.


"Ada apa Daniel?" tanya ayah Jefri kepada Daniel.


"Entahlah, Ayah. aku tidak tahu." jawab Daniel.


Ayah Jefri yang sangat mengenal Daniel, tentu saja pria itu tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Erwita.


"Tuan, Mas Daniel sudah memperkosaku, Tuan!" seru Erwita.


"Tidak, Ayah. aku tidak melakukan hal itu." jawab Daniel sambil menghembuskan nafasnya. dia terus mencoba mengingat kejadian yang di katakan oleh Erwita.


"Jika benar dia memang telah meniduri mu, Erwita, Coba kau ceritakan apa yang terjadi di sini?" tanya ayah Jefri.


"Aku tidak tahu, Tuan. tiba-tiba Mas Daniel sudah membekap ku dan melakukan hal itu. Aku tidak bisa memberontak, aku tidak bisa mengatakan apa pun, seketika Mas Daniel sudah memperkosaku. Tuan!!" seru Erwita kembali.


Nampak ayah Jefri menatap Erwita. ada kebohongan pada kata-kata yang diucapkan oleh Putri Pak lurah itu.


"Apakah semuanya itu benar, Daniel?" tanya ayah Jefri.


"Aku tidak pernah merasa melakukannya,Ayah?" jawab Daniel.


"Tentu, tentu saja kau merasa tidak pernah melakukannya. kau sudah meniduriku, kau sudah memperkosaku,Mas Daniel!!" teriak Erwita yang kemudian berakting menangis meraung-raung.


Apa yang bisa dia katakan lagi, semuanya sudah tidak bisa dipikirkan oleh Daniel dengan normal.


"Jika memang benar kau sudah memperkosanya, Kenapa kau tidak bisa ingat Daniel?" tanya ayah Jefri.


"Aku tidak tahu, Ayah." jawab Daniel.

__ADS_1


"Kemungkinan Mas Daniel habis minum minuman keras, tuan. dia tidak sadar kalau dia sudah memperkosaku, Dia melepaskan hasratnya pada Ku!!" teriak Erwita.


Daniel bukanlah tipe seorang seorang pria yang suka minum-minuman keras walaupun dia dalam kondisi tertekan, depresi atau dalam kondisi tidak sadar.


"Kenapa apa kau melakukannya, Daniel?" tanya ayah Jefri sambil menatap kedua bola mata Daniel. tidak ada kebohongan di mata Daniel ketika dia menyangkal apa yang dituduhkan oleh Erwita.


"Mas Daniel harus bertanggung jawab, Mas Daniel harus bertanggung jawab atas apa yang Mas dan lakukan!" seru Erwita.


Daniel tidak mengeluarkan sepatah katapun, salah satu anak buah Ayah Jefri nampak di suruh untuk memanggil Jihan.


Ayah Jefri meminta Erwita untuk segera memakai pakaiannya, dia akan membicarakan mengenai apa yang terjadi. tak berselang lama terlihat Jihan sudah memasuki ruangan itu, nampak kedua bola matanya menatap ayahnya, Daniel, erwita dan dua anak buah Ayahnya.


"Ada apa,Ayah?" tanya Jihan.


"Mbak Jihan!!!" seru Erwita yang kemudian berlari sambil memeluk wanita itu.


"Ada apa, Erwita?" tanya Jihan.


'Mbak Jihan, tolong aku!!" seru Erwita.


"Ada apa?" tanya Jihan kembali.


"Ada apa? memangnya ada apa?" tanya Jihan kembali.


"Mas Daniel memperkosaku, Mbak!" seru Erwita dengan suara yang keras. kemudian menutup mukanya dengan kedua tangannya. Erwita, wanita itu berakting menangis.


"Apa maksudmu!!" seru Jihan yang kemudian mendorong tubuh Erwita.


"Mas Daniel sudah memperkosaku, mbak. Dia menjebakku, dia melakukan sesuatu yang begitu kejam!!" seru Erwita yang kemudian menunjuk Daniel yang masih terduduk di ranjang.


Ayah Jefri menatap Daniel, "Pasti wanita itu ingin menjebak Daniel." ucap Ayah Jefri yang terus memperhatikan gerak-gerik Erwita.


"Sudahlah, lebih baik kalian diam saja. aku akan mencoba mencari tahu apa yang terjadi di tempat ini!!" seru Ayah Jefri.


Jihan yang mendengar hal itu, nampak wanita itu menatap suaminya. sorot mata Daniel nampak mengatakan kalau pria itu tidak akan mungkin melakukan hal itu.


"Ada apa ini Mas?" tanya Jihan.


"Aku tidak tahu, Sayang." jawab Daniel.

__ADS_1


"Mengapa Mas harus melakukan hal itu pada aku?" tanya Jihan kembali.


"Aku bersumpah, Sayang. aku tidak melakukan hal itu." jawab Daniel.


"Lalu apa ini,Mas? apa?" tanya Jihan kembali.


Jihan benar-benar sangat syok dengan semua perkataan Erwita, dia tidak pernah memikirkan hal ini akan terjadi di dalam hidupnya. dia tidak pernah memikirkan suatu saat Daniel akan menghianati nya.


"Aku tidak menyangka Mas Daniel yang begitu baik, orang yang aku kira begitu sempurna, ternyata orang itu mempunyai pikiran yang sangat licik!" seru Erwita.


Jihan hanya menghela nafasnya, dia menutup kedua bola matanya. sesaat kemudian terlihat wanita itu tidak mampu menahan berita yang dia terima.


BRUKK...


Seketika Jihan langsung tersungkur di lantai kamar itu, bebannya begitu berat ketika mendengar berita dan kenyataan yang diucapkan oleh Erwita. dengan segera Ayah Jefri membawa putrinya ke rumah sakit,


"Untuk beberapa saat ini kita tetap berada di kota sampai putriku kondisinya membaik." ucap Ayah Jefri.


"Baik,ayah." jawab Daniel.


Keesokan hari foto-foto kejadian yang ada di kamar itu sudah masuk ke koran, terpampang jelas kalau wajah Daniel memenuhi berita hari itu.


"Ada apa ini, Daniel? Mengapa harus seperti ini?" tanya ayah Jefri.


"Aku benar-benar tidak melakukannya,Ayah. Aku bersumpah demi Allah aku tidak pernah melakukan hal itu!" seru Daniel.


"Aku sangat yakin padamu, Daniel. aku sangat yakin, tapi kita harus mencari bukti untuk memenjarakan wanita itu, aku takut Jihan akan mengalami tekanan dengan semua kejadian kemarin." ucap Ayah Jefri.


"Aku tidak mau kehilangan istriku, Ayah. aku tidak mau!!" seru Daniel.


"Karena hal itu kita harus segera mencari tahu apa yang dilakukan oleh wanita itu? kita harus mencari bukti mengenai kejadian kemarin." jawab ayah Jefri.


Jihan yang sudah tersadar dan berada di kota, Dia hanya bisa menghela nafasnya. dia yakin kalau suaminya tidak akan pernah melakukan hal itu, tapi foto-foto yang terpampang di koran membuat hatinya begitu sakit l, sakit saat melihat suaminya memeluk wanita lain.


"Kenapa ini harus terjadi padaku." ucap Jihan yang sudah melihat foto-foto suaminya terpampang di koran. air matanya tiba-tiba mengalir, dadanya terasa sesak. "Apakah Mas Daniel benar-benar melakukan hal itu? apakah Mas Daniel adalah pria brengsek." ucap Jihan kembali.


Seketika Jihan melempar koran itu ke lantai, dadanya benar-benar sesak saat melihat foto-foto kejadian kemarin. terlihat Jihan tidak mau keluar dari kamar, wanita itu mengunci dirinya di kamar tanpa ingin ditemui oleh siapapun.


** bersambung **

__ADS_1


mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπŸ€—πŸ˜Šβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ‘πŸ‘πŸ‘ terima kasih πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2