
"Berhenti!" seru Daniel.
HOS...
HOS..
suara helaan Nafas si pencuri saat dia sudah terhenti.
"Ha-ha-ha..., sekarang kau tidak akan bisa kemana-mana!" seru si pencuri. tak berselang lama terlihat beberapa penjahat sudah keluar.
"Siapa kalian!" seru Daniel.
"Kami adalah orang yang akan membawamu!" seru para penjahat
"Apa maksud kalian?!" seru Daniel.
"Kami disuruh oleh seseorang untuk membawa mu pergi dari sini." jawab para penjahat.
Ketika mendengar perkataan dari para penjahat itu, nampak Daniel yakin kalau semua yang terjadi hari ini hanyalah jebakan semata.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk menjebak ku?" tanya Daniel kepada tiga penjahat itu.
"Kami telah menerima uang begitu banyak untuk membawamu pergi dari sini, tentu saja untuk memisahkan mu dari istrimu." jawab 3 penjahat itu.
Saat mendengar perkataan dari para penjahat itu, sontak Daniel benar-benar marah."Kalian tidak akan bisa memisahkan ku dari istriku!" seru Daniel.
"Apakah kau bisa melawan kami!" seru para penjahat.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan kalian pukulan telak dan aku mau tahu siapa yang telah menyuruh kalian untuk mencelakai ku!" seru Daniel. Daniel mulai melipat lengan bajunya, dia bersiap-siap untuk menyerang 3 penjahat yang ingin mengambilnya. entah siapa yang telah memberikan perintah untuk menculik Daniel.
__ADS_1
"Kita beri pria itu pelajaran!" seru para penjahat. seketika itu langsung terjadi perkelahian, Daniel terus menghajar ketika pria itu.
BUK..
Duk..
Brakk.
Daniel terus-menerus memberikan serangan telak kepada 3 penjahat itu, emosinya sudah menyelimuti dirinya ketika ketiga penjahat itu mengatakan akan memisahkan dirinya dari sang istri.
"Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan sesuatu hingga membuatku kehilangan istriku!!" seru Daniel.
3 penjahat itu nampak babak belur karena Daniel yang notabenenya adalah seorang pengawal, tentu saja pria itu mempunyai keterampilan dalam hal beladiri dan lain sebagainya. muka yang penuh pukulan, mulut yang sedikit berdarah dan tergeletak di tanah. Tak ada kata yang bisa keluar dari mulut ketiga penjahat itu, mereka hanya bisa terdiam saat mengetahui ternyata pria yang seharusnya mereka lukai malah sekarang membuat mereka terkapar tidak berdaya.
"Kalian masuk penjara, Aku mau tahu siapa yang telah menyuruh kalian untuk melukaiku!" seru Daniel.
"Baiklah kalau begitu, jika kalian tidak mau mengeluarkan sepatah katapun dan memberitahuku Siapa yang telah menyuruh kalian untuk mencapai ku, Maka jangan salahkan aku jika aku akan memberikan kalian sedikit luka yang tidak akan pernah kalian lupakan." ucap Daniel yang kemudian mengambil sebuah balok kayu dan memukulkan di kedua kaki mereka.
"Aaaaa!!!!!"
suara teriakan dari ke-3 penjahat itu saat balok kayu itu dipukulkan ke kaki mereka.
"Sayang, hentikan!" teriak Jihan yang sudah mendapatkan keberadaan sang suami.
"Biarkan saja sayang, mereka adalah para penjahat yang akan melukai ku." jawab Daniel. karena tidak ingin terjadi sesuatu Jihan langsung menelpon salah satu petugas kepolisian yang juga bertugas untuk membantunya di pabrik.
"Kau tidak boleh melakukan hal itu, biarkan pihak berwenang yang menangkap mereka." ucap Jihan yang kemudian memeluk sang suami.
Getaran tubuh Jihan sewaktu menangis seolah membuat Daniel tersadar dari emosinya yang benar-benar telah menyelimuti dirinya.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang." ucap Daniel.
"Ayo kita pergi." pinta Jihan yang kemudian menarik tangan sang suami, terlihat Daniel yang menelpon salah satu pekerja yang ada di rumah, dia ingin meminta salah satu dari pegawainya untuk menjemput dirinya dan sang istri.
1 jam kemudian.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Seharusnya aku yang bertanya Mas, apakah Kau tidak apa-apa?" tanya Jihan. wanita itu langsung memeluk tubuh Sang suami, kata terluka sudah membayang di benak Jihan takut akan kehilangan, kata-kata itu adalah senjata yang paling menakutkan bagi Jihan saat ini.
"Ada apa denganmu? aku baik-baik saja." ucap Daniel yang terlihat mencoba untuk menenangkan sang istri.
"Kau tidak boleh meninggalkanku seperti tadi, kau tiba-tiba meninggalkanku." ucap Jihan yang terlihat Sudah menangis di pelukan sang suami .
"Maafkan aku, aku tadi tidak sengaja tiba-tiba meninggalkanmu." jawab Daniel.
"Aku takut kehilanganmu Mas." ucap Jihan.
"Kau tidak boleh menangis seperti ini, Kau bukanlah Jihan Sahila yang aku kenal. seorang wanita yang benar-benar sangat kuat." ucap Daniel.
"Aku tidak mau Mas, Aku tidak mau kehilanganmu." jawab Jihan.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Apapun yang terjadi bila maut sudah menjemput ku pun aku tidak akan membiarkanmu terlepas dari ku." jawab Daniel.
"Jangan mengatakan hal itu Mas, aku takut." ucap Jihan.
"Sebenarnya akulah yang begitu takut ketika para penjahat itu mengatakan kalau mereka akan memisahkan mu dariku." ucap Daniel dalam hati. sesaat kemudian terlihat Mbok Sri membawakan air dingin dan teh hangat untuk Daniel dan Jihan.
** bersambung **
__ADS_1