
Terlihat Ayah Jefri mencari keberadaan Daniel yang tiba-tiba menghilang dari acara pameran perhiasan. pria tua itu berkeliling di tempat itu untuk mencari keberadaan menantunya.
"Di mana Daniel? kenapa dari tadi dia belum kembali." ucap Ayah Jefri yang terlihat mencari keberadaan Daniel. pria tua itu terus melangkah, kedua bola matanya mencari keberadaan Daniel di setiap sudut.
"Kemana perginya Daniel," guman Ayah Jefri.
"Ada apa, Tuan?" tanya salah satu anak buah Ayah Jefri.
"Ini loh...,kemana Daniel, Kok dari tadi belum kembali?" tanya ayah Jefri.
"Saya tadi melihat Kalau Mas Daniel masuk ke toilet, tuan." jawab Salah satu pekerja di perusahaan Ayah Jefri.
"Masak Kalau mau ke kamar mandi dari tadi dia tidak kembali?" tanya ayah Jefri.
"Tidak tahu, Tuan. tadi waktu saya membersihkan kamar mandi Tuan Daniel berada di sana." Jawab pekerja pria.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mencarinya karena para pengusaha mencari menantuku itu." jawab ayah Jefri yang kemudian mencari keberadaan Daniel.
Entah mengapa apa Ayah Jefri memiliki firasat yang sangat aneh, walaupun pria itu bukanlah ayah kandung dari Daniel. tapi karena Daniel bersama ayah Jefri semenjak kecil, Hal itu membuat Ayah Jefri mempunyai ikatan batin dengan Daniel.
"Jarang sekali pria itu pergi meninggalkanku tanpa berpamitan, ada apa dengan Daniel." ucap Ayah Jefri yang kemudian berjalan ke toilet yang ada di gedung tersebut.
Di tempat lain terlihat seorang wanita tertawa terbahak-bahak saat melihat Daniel sudah tertidur di ranjang sebuah kamar yang sudah dipersiapkan oleh ayahnya.
"Lihat saja, sebentar lagi mau Tidak mau kau akan menjadi suamiku. aku tidak akan pernah membiarkan Kau lepas dariku begitu saja." ucap Erwita. janda licik itu benar-benar membuat orang emosional. kelakuannya yang selalu mudah terjerat cinta membuat suami dari Erwita meninggalkan wanita itu.
"Apakah pria itu belum bangun?" tanya Erwita kepada anak buah ayahnya.
"Belum Mbak, kami juga sudah menyuntikkan obat tidur kembali di tubuhnya." jawab anak buah Pak lurah.
"baguslah kalau begitu, dengan begitu semua rencana aku akan berjalan dengan sangat lancar." jawab Erwita.
__ADS_1
Terlihat Erwita berjalan mendekati ranjang tempat Daniel tidur, seorang pria tampan yang mempunyai tubuh yang begitu kekar membuat detak jantung Erwita benar-benar berdebar tidak karuan.
DEG..
"Kau benar-benar pria yang sangat menggoda, menggairahkan dan membuatku tidak bisa melupakanmu." ucap kita yang kemudian duduk di ranjang. wanita itu terus menatap wajah Daniel, tangannya mulai menyentuh wajah Daniel. "Aku tidak akan membiarkanmu bersama dengan wanita itu, lihat saja aku pasti akan membuatmu menjadi suamiku mau ataupun tidak." ucap Erwita.
"Apa yang harus kami lakukan, Mbak?" tanya anak buah Pak lurah.
"Tentu saja kalian lakukan seperti yang direncanakan oleh ayahku, kalian harus merekam semua yang aku lakukan. kalian foto aku dengan pose yang benar-benar menantang, hingga siapapun yang melihatnya tidak akan mampu mengatakan kalau itu adalah foto bohongan." jawab Erwita.
Anak buah Pak lurah terlihat tersenyum. "Dasar kau wanita licik, Tentu saja aku tidak akan membiarkanmu berjalan bebas seperti itu. aku akan mengabadikan ini di ponselku, aku juga mengabadikan semua kata-katamu.kau juga sudah masuk jebakan ku. jika kau berani mengusik hidupku.., maka lihat saja akan ku jadikan kau dan Ayahmu menjadi sapi perah." guman anak buah Pak lurah dalam hati.
Orang licik akan berteman dengan orang licik, tentu saja anak buah Pak lurah sudah mengetahui bagaimana sifat dari ayah dan anak itu.
"Sekarang kau bisa tertawa terbahak-bahak, lihat saja setelah kau memberikan aku uang Akan kujadikan bukti-bukti ini mesin penghancur mu sendiri, dan aku akan meminta kepada mereka uang yang sangat banyak." guman anak buah Pak lurah.
Satu tembakan akan membelah menjadi dua, ternyata anak buah Pak lurah adalah orang yang mempunyai 2 pemikiran. pria itu bermuka dua, penjilat pasti akan mengamankan dirinya sendiri.
"Tenang saja, Mbak. saya akan melakukannya." jawab anak buah Pak lurah.
Pria itu menjawab seperti itu namun salah satu ponselnya sudah merekam semua yang dilakukan oleh Erwita. bukti-bukti yang akan membuat Pak lurah dan putrinya masuk penjara.
"Akan ku peras kalian, lihat saja..," guman anak buah pak lurah.
Beberapa foto dengan pose yang benar-benar menantang, membuat Erwita begitu bahagia. terlihat juga wanita itu menunggu hingga Daniel terbangun.
"Ugh...,"suara erangan Daniel karena kepalanya terasa berat, matanya serasa tidak bisa dibuka.
"Ada apa ini?" kenapa mataku sangat berat." ucap Daniel. pria itu terus Mencoba membuka matanya, dia mengucek matanya kemudian mendudukkan dirinya. kedua tangan Daniel nampak meraba tempat keberadaannya."Kenapa aku seperti berada di kamar." ucap Daniel. perlahan-lahan Daniel membuka matanya, pria itu mendengar suara tangisan sedikit lirih di tempat keberadaannya.
"Siapa yang menangis." ucap Daniel.
__ADS_1
Kedua bola mata Daniel terbuka, pria itu mencari keberadaan suara siapa itu.
"Siapa yang menangis." ucap Daniel.
Kedua mata Daniel sudah terbuka dan pria itu begitu terkejut saat dirinya dalam kondisi tanpa sehelai pakaian pun.
"Ada apa ini?" ucap Daniel.
Sesaat kemudian terlihat Erwita sudah berdiri dan mendekati Daniel.
"Apa yang kamu lakukan, mas. apa yang kamu lakukan padaku!!" teriak Erwita yang membungkus dirinya dengan selimut. Wanita itu sudah melepas seluruh pakaiannya dan menaruhnya di lantai secara berserakan bersama dengan pakaian Daniel.
"Apa maksudmu?" tanya Daniel yang terlihat pria itu terus memegang kepalanya. terasa berat kepalanya seakan habis terbentur oleh sesuatu
Kedua bola mata Daniel nampak menatap Erwita. di dadanya terlihat bekas cumbuan, bahkan wanita itu berakting begitu melas dan menangis meraung-raung sambil memegang erat selimut yang ada di tangannya.
"Apa maksudmu? aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan!" seru Daniel yang mengelak.
"Mas, jangan mengelak dari semua yang kau lakukan, tadi kau telah menodai ku, kau telah meniduri Ku!!" teriak Erwita yang terlihat mendekati Daniel dan memukul pria itu. dia menangis, sedangkan Daniel tentu saja pria itu tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Erwita.
Tidak mungkin dia mengingat apa yang dia lakukan, pria itu terus menatap Erwita. kemudian dia berjalan mendekati pakaiannya dan menelepon mertuanya.
"Apa yang kau lakukan, Mas. kau mau melarikan diri setelah melakukan hal itu padaku!!" teriak Erwita.
"Apa yang kau lakukan, kau katakan aku sudah memperkosamu, aku tidak mungkin melakukan hal itu!" seru Daniel.
"Lihatlah, kau telah menodai ku!" seru Erwita yang tidak terima.
** bersambung **
mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπ€πβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ terima kasih ππ
__ADS_1