IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Cemburu itu indah


__ADS_3

Pagi ini Jihan akan pergi ke salah satu pabrik yang dimiliki di desa itu Jihan begitu bersemangat dia ingin mengetahui para wanita yang sering menemui suaminya.


"Aku mau tahu siapa saja yang berani berusaha untuk menggoda suamiku, lihat saja akan ku pecat dia dan akan ku jadikan dia seorang wanita yang tidak mempunyai pekerjaan." ucap Jihan yang terlihat begitu emosional.


Wanita itu benar-benar sangat marah, dia murka saat mendengar kalau sang suami sering mendapat tamu dari beberapa wanita yang bekerja di pabrik pembuatan perhiasan.


"Kau mau kemana?" tanya Daniel kepada Jihan. pria itu nampak menatap Jihan yang sudah berpakaian rapi sambil melirik istrinya.


"Tentu saja aku mau ke pabrik, Kau kira aku mau ke mana." Jawab Aselia.


"Lalu ngapain juga harus ke sana, Kau itu kan butuh istirahat." ucap Daniel.


"Hei, aku sudah sembuh jadi aku tidak butuh istirahat. emangnya kenapa aku tidak boleh ke pabrik? Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan?" tanya Jihan yang terus menyelidik. tatapan matanya menatap Daniel yang terlihat kebingungan dengan semua tuduhan yang ditunjukkan oleh istrinya itu.


"Halo Mas Daniel!" seru Nisa. terlihat Wanita itu sudah berada di rumah Jihan dan berpakaian begitu rapi.


Jihan benar-benar ingin tahu kemana wanita itu akan pergi. Kenapa Nisa pagi-pagi sudah berada di rumahnya, berpakaian rapi sambil menenteng tas wanita di tangannya.


"Lagi ngapain disini pagi-pagi buta seperti ini?" tanya Jihan kepada Nisa.


"Ini lho Mbak, aku kan sudah mulai kerja di pabrik. jadi aku akan ke sana bareng sama Mas Daniel." jawab Nissa.


Jihan yang mendengar hal itu, nampak wanita itu memutar bola matanya jengah, emosinya belum tuntas malah Daniel terus membuat permasalahan yang benar-benar membuat Jihan sangat jengkel.


"Pria ini benar-benar sangat menjengkelkan, Dia janji tidak akan mendekati gadis ganjen ini. eh...,malah sekarang dia akan pergi ke pabrik bersama gadis kangen ini." guman Jihan sambil menghela nafasnya sedikit kasar.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu, kalian gunakan mobil saja berdua. aku akan naik motor Ayahku sambil berjalan-jalan di desa ini." jawab Jihan sambil melirik kepada Daniel.


Sebenarnya Jihan ingin melempar muka Daniel dengan sesuatu, namun yang terjadi malah yang ada di depannya itu adalah barang-barang berat yang tidak mungkin dilemparkan oleh Jihan.


"Mengapa kau harus membawa motor itu? kenapa kau tidak bersama kami?" tanya Jihan.


Daniel yang kemudian berjalan mendekati Jihan.


"Jangan berani maju, kalau tidak akan ku lempar sepatu ini ke mukamu!" seru Jihan yang kemudian berjalan meninggalkan Daniel.


Ternyata emosinya benar-benar diluar batas pemikiran Daniel.


"Ya udah kalau gitu Mas, kita pergi aja yuk." pinta Nisa kepada Daniel.


Ternyata dia tidak main-main, Wanita itu sudah berjalan ke arah garasi mobil. saat mendengar suara motor tersebut seketika Daniel langsung berlari dengan sangat kencang.


"Stop!" seru Daniel yang tiba-tiba sudah ada di depan motor Jihan.


"Ada apa? ngapain kamu di sini!" teriak Jihan.


"Kamu tidak main-main mau membawa motor ini!" seru Daniel.


"Kau kira aku ini anak kecil mau main-main, minggir kalau tidak kan ku tabrak!" seru Jihan yang terlihat sudah memakai helm dan jaket yang begitu seksi.


Tatapan mata Daniel bahkan menatap wanita itu sembari nafasnya yang sedikit tercekat saat melihat tubuh seksi istrinya.

__ADS_1


CEKLEK..


Daniel mematikan motor itu, dia langsung mengambil kunci motor dan memasukkannya ke saku jaketnya.


"Kamu mau apa, berikan kuncinya!" seru Jihan.


"Tidak." jawab Daniel.


"Berikan!" teriak Jihan kembali.


"Tidak." jawab Daniel.


saat mendengar Daniel mengatakan hal itu terus-menerus dia langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, pastinya dia menelpon Deni dan meminta pria itu untuk mengantarkannya ke pabrik.


"Kamu mau apa!" seru Daniel.


"Tentu saja aku meminta seseorang untuk menjemput ku dan mengantarkanku ke pabrik." jawab Jihan yang kemudian menunggu ponselnya diangkat oleh Deni. dengan sangat cepat Daniel langsung mengambil ponsel Jihan dan mematikan ponsel itu.


"Apa!" seru Jihan.


"Mundur, aku akan membawa motor ini." jawab Daniel yang benar-benar sangat marah. bukannya ngambek malah Jihan ingin membawa motor ke pabrik.


"Aku tidak mau." jawab Jihan.


"Kalau tidak mau akan ku gendong kau!" seru Daniel yang terlihat tidak main-main. dengan segera dia menarik tubuh sang istri agak ke belakang dan mengambil kemudi motor itu.

__ADS_1


"Kau ini benar-benar membuat kepalaku sangat pusing, membuatku khawatir dan membuatku bisa mati seketika dengan kelakuanmu ini." ucap Daniel sembari menghela nafasnya terlihat pria itu sudah


** bersambung **


__ADS_2