
"Terima kasih Mbok, karena mau menemaniku di sini." ucap Daniel kepada Mbok Sri.
"Tentu aku akan menemanimu di sini." jawab Mbok Sri.
Daniel terus menatap Jihan yang masih tidur, pria itu benar-benar tidak ingin tidur dan meninggalkan Jihan.
"Mengapa kau bodoh sekali Daniel, kalau kau takut Jihan pergi kunci saja pintunya Lalu kunci itu kau simpan. Jihan tidak akan bisa pergi bukan?" ucap mbok sri yang membuat Daniel nampak tersenyum.
Dia baru ingat apa yang dikatakan oleh Mbok Sri itu ada benarnya juga, perasaan khawatir seseorang membuat orang itu menjadi bodoh dan otaknya tidak berguna sama sekali.
"Benar Mbok, kenapa aku tidak memikirkan hal itu." ucap Daniel yang membuat Mbok Sri tersenyum.
"Tentu saja kau tidak akan bisa memikirkan hal itu, karena Mbok yakin kamu benar-benar takut kehilangan istrimu." jawab mbok sri.
Perkataan yang diucapkan oleh Mbok Sri membuat Daniel menatap wanita tua itu, ada 1000 pertanyaan di benak Daniel karena Mbok Sri mengetahui kalau mereka berdua sudah menikah.(lupa ya...kan habis ngomong sendiri)
"Apakah Mbok boleh tanya, Daniel?" tanya Mbok Sri kepada Daniel.
"Memangnya ada apa Mbok?" tanya Daniel.
"Semenjak kapan Kau mempunyai perasaan dengan Jihan?" tanya Mbok Sri sambil menatap kedua bola mata Daniel.
"Aku tidak tahu Mbok, aku tidak tahu semenjak kapan aku mempunyai perasaan kepada gadis yang selalu aku jaga. seorang gadis yang dititipkan oleh ibunya kepadaku, seorang gadis yang selalu mengikutiku kemana saja." Jawab Daniel.
"Lalu Bagaimana perasaanmu dengan Jihan?" tanya Mbok sri kembali.
"Entah kapan perasaan ini semakin besar dan berakar Mbok, hingga membuat akar itu begitu menancap hingga tidak bisa dicabut." jawab Daniel.
__ADS_1
"Jika kau tahu seperti itu, lalu Mengapa kau membuat kesalahan hingga kata maaf itu tiba-tiba hilang?" tanya Mbok Sri.
"aku memang bodoh Mbok, aku tidak tahu." jawab Daniel.
"Lalu Bagaimana perasaanmu dengan Nisa?" tanya Mbok Sri.
"Aku tidak mempunyai perasaan apapun kepada Gadis itu, Mbok. aku tidak ada perasaan apapun terhadap Nisa, perasaanku kepadanya adalah sebatas seorang kakak dan adik saja." Jawab Daniel.
"Kalau kau yakin seperti itu maka kejarlah cintamu pada istrimu, raihlah dia, dekatilah dia, peluklah dia dan milikilah Dia." jawab Mbok Sri.
"Aku benar-benar tidak mengerti Mbok, aku telah melukai hati istriku tanpa aku ku sadari. aku membuatnya seperti seorang wanita yang tidak kuhargai." ucap Daniel.
"Karena hal itu gapailah kembali cintanya, raihlah semua hasrat nya agar kau bisa menjadi satu-satunya pria yang ada di hatinya." jawab Mbok Sri.
Tiga hari kemudian
"Mbok sudah sampai di sini?" tanya Jihan yang melihat Mbok Sri pagi-pagi buta sudah berada di ruangannya. tentu saja Mbok harus membantumu untuk mempersiapkan diri, memangnya siapa yang akan membantumu untuk menata barang-barang ini." canda Mbok Sri Sambil tertawa menatap Jihan.
"Terima kasih ya mbak sudah begitu baik sama Jihan." ucap Jihan yang membuat Mbok Sri tersenyum.
Memang sekarang sikap Jihan sangat berbeda dari waktu ketika dia pertama kali datang ke tempat itu, sekarang sikap Jihan terlihat lebih manusiawi bahkan benar-benar seperti seorang wanita.
Tatapan mata Jihan nyalang menatap keluar kearah pintu.
"Apa yang sedang kau lihat? apakah Kau sedang menunggu Daniel?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.
Saat mendapat pertanyaan seperti itu seketika Jihan langsung tersentak, wajahnya sedikit memerah karena dia ketahuan mencari keberadaan Daniel.
__ADS_1
"Tidak Mbok, ngapain juga Aku mencari pria itu. aku lagi mencari Deni Katanya dia mau menjemputku." jawab Jihan.
"Memangnya kau tidak mau dijemput oleh suamimu itu? apalagi beberapa hari ini begitu banyak para karyawan wanita dari pabrik yang berdatangan ke rumah." ucap Mbok Sri yang membuat Jihan langsung menatap wanita tua itu.
"Apa maksud mbok?" tanya Jihan.
"Tentu saja aku cuma mau menyampaikan kemungkinan besar Daniel tidak akan ke sini, karena di rumah dia sedang menerima banyak tamu apalagi tamunya genit genit sama seksi-seksi." ucap Mbok Sri yang membuat Jihan seketika wajahnya langsung memerah karena emosi.
"Pasti hatinya benar-benar terbakar karena kata-kataku tadi." guman Mbok Sri dalam hati saat melihat raut wajah Jihan yang sudah merah karena marah.
"Sudahlah Mbok, jangan menghiraukan pria itu lebih baik Mbok cari taksi untuk menjemputku pulang " jawab Jihan yang kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya.
"Ayo kita pulang, lagi pulang ngapain juga nungguin Daniel di sini Pasti dia sedang bersama dengan para wanita itu. dia tidak mungkin memperhatikanmu Apalagi kamu kan beberapa hari ini selalu nolak dia." ucap Mbok Sri yang membuat Jihan menghentikan langkah kakinya dan menatap wanita tua itu.
"Kenapa sih dari tadi Mbok selalu bilang gitu, mbok itu mau mengajakku berantem ya!" seru Jihan yang membuat Mbok Sri tersenyum.
"Ngapain juga harus berantem sama nak Jihan, Ya jelas lo Mbok Sri kalah Kalau berantem sama gadis muda sepertimu." jawab Mbok Sri yang kemudian menarik koper milik Jihan.
DEG..
DEG..
jantung jihan terus berdebar, emosinya mulai meluap ketika mendengar kalau sekarang Daniel berada di rumah bersama para wanita pekerja pabrik.
"Ternyata dia tidak menjemputku karena bersama para wanita itu. Lihat saja pasti aku akan memberimu pelajaran karena kau berani main-main dengan Ku." ucap Jihan dalam hati yang kemudian melangkah. baru dua langkah keluar dari pintu ternyata Daniel sudah ada di sana.
** bersambung **
__ADS_1