Indi Go!

Indi Go!
Episode 96


__ADS_3

Indi


jelas tak ingin segera mempercayai apa yang baru saja dikatakan Noella, karena


pertama; Jiwanya masih baik-baik saja, kedua; ia sudah sering menjadi korban


kebohongan dari Noella. Indi percaya kalau saat ini Noela sedang berusaha


sebaik mungkin agar dapat memperdayainya.


            “Kau tak dapat membohongiku lagi,


tidak kali ini. Aku telah berhasil menahanmu di sini, dan semua rencanamu kini


telah berakhir,” kata Indi percaya diri, sambil mencoba meyakinkan dirinya


bahwa apa yang dipercayainya adalah benar.


            “Aku menyukaimu Indi,” ucap Noella


pelan dengan tersenyum, “Meski tak akan merubah pendapatku tentang kebodohanmu,


namun kau adalah sosok yang berani, kau bahkan rela mengorbankan dirimu sendiri


demi mereka yang baru saja kau kenal. Demi sekolah yang sama sekali belum kau


ketahui seluk beluknya, bahkan aku menebak yang kuyakini benar, kau bahkan sama


sekali belum mengetahui apa rencanaku yang sebenarnya, dan apa yang membuatku sampai


kepada rencana itu,” sambung Noella.


Tenanglah Indi, ia hanya berusaha


memperdayaimu kau sudah melakukan hal yang baik, batin


Indi.


            “Tanpa memberitahukannya padaku, aku


juga sudah  tahu tentang rencanamu. Kau


ingin memusnahkan anak dalam ramalan yang menurutmu dapat menghancurkan

__ADS_1


rencanamu untuk menguasai dunia,” jelas Indi.


Noella


jelas tak ingin merubah suasana yang saat ini sedang diciptakannya, tapi


perkataan Indi barusan jelas tak dapat membuatnya menahan gelak tawa. Tawanya


pecah, bahkan terdengar bergema di ruangan batin itu.


            “Kau benar-benar bisa dengan cepat


mengubah suasana hatiku. Oh sayang, kau pikir untuk apa aku harus membunuh anak


dalam ramalan hanya untuk menguasai dunia. Tidak sesimple itu sayang. Kau


bahkan belum melihat semua yang pernah kulihat, masa depan tak hanya


semenakutkan itu Indi, ia lebih buruk lagi. Karena itu ibumu selalu mengurungmu


dalam lingkaran itu,”


Lagi-lagi


akal sehatnya. Ia sudah cukup malu untuk kembali bertanya, bahkan saat tidak


berada di dunia nyata.


Noella


menangkap kebingungan di mata Indi. Ia lalu memutar kedua bola matanya. Ia


jelas dapat mengatakan kalau ia tidak bisa menjelaskan sesuatu pada Indi hanya


dengan kata-katanya.


            “Meski ini akan memakan waktu yang


lebih lama, namun sepertinya akan sepadan dengan apa yang akan kudapatkan. Dan


juga, dengan hal ini aku tak lagi harus melihat kebodohanmu yang terjadi


berulang-ulang. Semoga kau bisa belajar, dan mengerti mengapa rencanaku tak

__ADS_1


sesimpel menguasai dunia. Selamat menonton dan bertahan,” ucap Noella yang lalu


terberai jatuh ke tanah, sama seperti pasir.


Bagus, sekarang genre film apa lagi


yang harus kutonton? Gerutu Indi. Tentu saja Indi berharap


agar apa yang ia akan lihat berikutnya, masuk dalam kategori anime, animasi,


ataupun romance. Meski ia agak merasa geli dengan genre romance yang mungkin


akan diperankan oleh Noella. Namun setidaknya tidak akan ada adegan sadis di


sana bukan? Sekeliling Indi lalu perlahan berubah. Sekitarnya seakan tengah


mengecat cikal bakal adegan-adegan yang akan ditonton Indi. Latar itu lalu


mulai Nampak jelas.


Dari


tempatnya berdiri, Indi mulai merasakan sesuatu yang bercahaya dan berkilauan.


Panas. Detik berikutnya Indi dapat melihat jelas apa yang ia rasakan


sebelumnya. Di depan matanya, Indi melihat tiga buah tiang kayu balok bundar


yang kurang lebih berdiameter sama seperti pohon yang ada di halaman rumahnya. Di


depan masing-masing tiang, terikat sosok manusia, yang beridiri tepat di atas


tumpukan kayu yang terbakar, dengan dikelilingi ratusan manusia. Pandangan yang


dilihat  Indi berikutnya lebih mengerikan


dari film horror manapun yang pernah ditonton Indi. Lidah-lidah api mulai


menjalari, dan dengan cepat membakar manusia yang ada di ketiga tiang itu.


Meski tak terdengar satu suara pun, namun Indi dengan jelas dapat merasakan apa


yang tengah dilihatnya.

__ADS_1


            “Hentikan!” teriak Indi.


__ADS_2