Indi Go!

Indi Go!
Episode 48


__ADS_3

"Apa makhluk itu baru saja berbicara?" tanya Jeannet.


"Tidak lucu Jeannet. Jelas dia barusan berbicara. Kau sudah memakan daun pemberian para peri kan?"



"Aku sudah memakannya. Hanya saja aku tak mengerti dengan apa yang dikatakannya. Kenapa kau begitu bodoh Indi. Kalau aku tidak memakannya, jelas aku tak bisa duduk diatas Vega dan melihat mahkluk setengah ayam di depan!" jelas Jeannet ketus.


Indi benar-benar baru terpikirkan hal itu. Bahasa yang tadi digunakan mahkluk itu memang sedikit berbeda. Tapi entah bagaimana ia bisa memahaminya.


"Aku juga tidak tau bagaimana menjelas\-"



"AKU BERBICARA PADA KALIAN!" kata mahkluk itu kali ini dengan lebih lantang, yang membuat angin berhembus.



"Ka\- kami minta maaf, ehm tuan?... Burung?" kata Indi gugup.


Mahkluk itu memicingkan matanya. Jelas tampak tersinggung dengan ucapan Indi barusan.


"Kau menganggapku rendah! Dasar manusia! Aku adalah pelindung negara ini! Sang Perkasa Garuda." katanya bangga.

__ADS_1


Indi masih sedikit tercengang, mengetahui bahwa mahkluk di depannya lah yang selama ini di pajang di dalam kelasnya. Namun perbedaannya begitu jauh.


"A\-aku minta maaf. Kedatangan kami kesini tidak dengan niat jahat. Kami hendak pergi ke suatu kota di negara ini dengan damai,"



"Apa maksudmu wahai gadis muda? Sudah jelas tidak akan ada seorang gadis nan muda dengan membawa maksud damai dengan mengendarai seekor naga berwarna hitam?"


Oke, itu jelas ide yang buruk. Andai Fanny atau Liona, tidak. Ia tak boleh terbawa emosi saat ini. Ia harus memikirkan sesuatu. Alasan yang drama-able tapi tidak terlalu mendramatisir.


"Sang Garuda yang agung. Aku membawa naga kesini benar\-benar bukan dengan niatan yang jahat. Aku kesini karena mendengar pertandingan kecepatan antar negara. Kami sedang berada di jalur pertandingan ketika sebuah badai datang dan menerbangkan kami dari jalur tanding. Aku lupa nama kotanya. Hmm.." ucap Indi beralasan.


Garuda memicingkan matanya menatap Indi. Dari pandangannya jelas kalau alasan yang dilontarkan Indi sangat tidak masuk akal.


Indi mengangguk gugup. "Antar Negara?" Garuda kembali bertanya.


"Iya," balas Indi.



"Tanpa mengundangku! Benar\-benar penghinaan. Bagaimana bisa aku tidak diikutsertakan dalam pertandingan tingkat dunia ini? Apa mereka meremehkanku?" kata Garuda kesal.


Entah darimana, tapi Indi baru saja mendapatkan ide brilian. "Hei, kau masih bisa terlibat dalam pertandingan ini,"

__ADS_1


Tatapan garuda tampak tertarik dengan pernyataan Indi. Dalam hatinya Indi berharap semoga otak dari mahkluk ini sama seperti burung lainnya. Jika tidak ia pasti akan berada dalam masalah saat ini.


"Apa itu artinya aku bisa memperlihatkan kehebatanku sebagai simbol negara ini?"


Dengan cepat Indi mengangguk, "Tentu saja. Kau dapat membanggakan negaramu dan segala mahkluk didalamnya. Kau tidak hanya akan menjadi simbol negaramu, tetapi juga simbol seluruh dunia," kata Indi terdengar meyakinkan.


Garuda tersenyum, tebak Indi. Atau mungkin hanya membuka mulutnya secara lebar. Sulit menebak ekspresi seorang, maksudnya seekor burung.


"AKU IKUT!" seru Garuda bangga.


"Bagus"



"Lalu bagaimana caranya aku dapat bergabung dalam perlombaan? Aku begitu bersemangat untuk memenangkan perlombaan ini."


Indi terpikirkan sesuatu yang brilian. "Jeannet tenanglah, kita akan segera menuju kota." Kata Indi.


Jeannet sedari tadi diam dan hanya melongo dengan apa yang dilihat dan didengarnya.


Hi Guys! Gimana Episode ini? Jangan lupa vote, comment, dan share. Oh iya, sedikit pengumuman besok Indi Go! Libur ya soalnya mau ngisi stok cerita dulu. Dan mulai Minggu depan, Indi Go! Akan dipublished setiap hari Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu dikarenakan tugas akhir dari author. Harap dimaklumi ya, setelah itu Indi Go! Kembali update setiap hari. Jangan bosan-bosan baca Indi Go! Ya. Thank you.


Stay safe and stay healthy

__ADS_1


#stayathome


__ADS_2