Indi Go!

Indi Go!
Episode 60


__ADS_3

***


Indi ingin sekali keluar dari dalam kurungan itu, dan segera melayangkan kedua tangannya pada apa yang dilihatnnya. Di balik jeruji besi, anak perempuan itu berdiri. Wajahnya tertunduk tak berani menatap apa yang ada di depannya. Indi beranjak dari tempatnya, dan menggenggam jeruji hingga kedua telapak tangannya memerah.


“Berani\-beraninya kau muncul di depanku setelah semua yang kau lakukan, dasar hantu nakal!” geram Indi dari balik jeruji.



“Aku tidak menyalahkanmu,” kata Jeannet, yang masih tak berani menatap Indi juga Catherine.


Catherine menatap hantu cilik itu lirih, “Apa yang terjadi? Ceritakan yang sebenarnya Jeannet. Aku percaya padamu,” katanya lembut.


Perlahan Jeannet mengangkat wajahnya. Tatapannya penuh dengan penyesalan dan kesedihan. Ia lalu menggeleng pelan. “Aku memang salah, dan tak ada alasan khusus,”


“Lalu apa yang kau lakukan disini? Belum cukup puas kah kau karena telah membuatku berada disini?”



“Karena, karena kalian adalah temanku,” kali ini terdengar kesedihan yang mendalam di suaranya.


Perasaan Indi jelas bercampur aduk sekarang. Tapi tetap saja, amarah yang paling menguasainya. Ia benar-benar  tak dapat mengendalikan pikiran dan perasaannya. Ia membutuhkan psikiaternya saat ini juga.

__ADS_1


“Aku telah melakukan kesalahan. Tapi aku bukanlah anak nakal. Aku pasti akan memperbaiki kesalahan yang kubuat. Aku janji,” kata Jeannet.


Keheningan terjadi di antara mereka. Tak mampu lagi berkata-kata, Jeannet memutuskan untuk pergi. Namun sebelum itu, ia meletakkan dua bungkus roti, dan dua botol air minum, tepat di depan jeruji kurungan itu. Ia menatap Indi sedih, lalu keluar dari ruangan itu.


Indi menatap makanan dari Jeannet. Ia lalu melirik Catherine yang tampak begitu lemah. Indi lalu mengambil, roti dan air di luar jeruji. Ia membuka bungkus dari roti, dan memberikannya pada Catherine.


“Aku tidak begitu lapar. Kau harus makan. Kau tampak begitu lemah,”


Catherine mengangguk dan perlahan mengambil roti itu. “Apa yang telah mereka lakukan padamu? Kenapa mereka mengurungmu?” sambung Indi.


“Aku tak tahu, kenapa mereka terus mengurungku selama ini. Kalau tentang kondisiku, semua ini sengaja kulakukan,”


“Apa kau gila? Kau hendak membunuh dirimu sendiri?”



“Aku, sudah berpikir sudah tidak ada lagi gunanya. Setidaknya ku pikir aku telah berhasil menjalankan rencanaku dengan membawamu keluar dari sini. Tapi, ternyata semua berjalan tidak sesuai perencanaanku. Kau tau aku memang sama sekali tak memiliki kemampuan cerebellum,”


Indi menundukkan kepalanya, ia mengutuk dirinya sendiri karena terlalu lemah, “Aku masih tak percaya, anak itu bisa melakukan hal itu. Aku, aku percaya padanya, aku bahkan berpikir kalau Liona lah pengkhianat pada perjalanan kami,”


Catherine menghabiskan rotinya, lalu mengambil botol air minum. Ia lalu tersenyum melihat botol air yang dipegangnya. Ia menyerahkan roti dan botol air pada Indi.

__ADS_1


“Jangan menyalahkannya. Sedari awal, keadaanlah yang membuat kita begini. Saat ini, kita harus memikirkan sesuatu agar bisa keluar dari tempat ini, sebelum mereka melakukan sesuatu padamu,”



“Apa maksudmu? Apa yang akan mereka lakukan padaku. Lagipula bagaimana cara kita keluar dari kurungan ini? Kau bahkan sudah berada disini lebih lama dari aku,”


Tatapan mata catherine kini tampak lebih terang dan percaya diri. “Aku tidak tahu dengan pasti, apa yang akan mereka lakukan padamu. Tapi hal itu pasti sesuatu yang buruk, dan mereka akan melakukannya malam ini, dan untuk keluar da-“


“Tunggu, bagaimana kau bisa tahu tentang semua itu? Selama ini kau selalu berada di dalam jeruji ini,” potong Catherine.


Catherien menatap Indi kebingungan. “Kau sendiri bagaimana kau bisa tahu dengan keberadaanku dalam jeruji ini? Kau bahkan sebelumnya tak pernah melihatku berada disini,”


Indi baru menyadarinya. Selama ini ia melihat Catherine dalam mimpinya. Gadis yang dirantai. Apakah ini artinya, semua mimpiku benar-benar terjadi? Batin Indi. Selama ini ia tak pernah menceritakan tentang mimpinya, karena ia merasa karena semua mimpinya adalah hal yang tak nyata.


“Mimpi, aku mengetahui semuanya lewat mimpi.”


Indi kemudian mulai menceritakan semua mimpi yang diingatnya, sejak awal perjalanan. Hal itu jelas membuat Catherine terkejut dan tak percaya dengan apa yang diceritakan Indi. Pupil mata Catherine lalu melebar, tampaknya ia baru saja terpikirkan sesuatu dengan apa yang baru saja didengarnya.


“Kita akan segera keluar dari sini!”


***

__ADS_1


__ADS_2