Indi Go!

Indi Go!
Episode 58


__ADS_3

***


Lisa menatap Indi penuh amarah. Ia jelas tak tahu bagaimana bisa Indi melakukan hal tersebut.  Ia masih tak dapat menggerakkan satu pun anggota tubuhnya.


“K\-k\-kau b\-bagaimana?” katanya kesusahan.



“Kau tahu, kau perlu belajar sesuatu hari ini. Jangan pernah meremehkan lawanmu, selemah apapun penampilannya. Kau tidak usah khawatir, aku hanya bisa membuatmu terdiam seperti sekarang, tapi aku tak tahu bagaimana caranya untuk mengendalikanmu,” kata Indi.


Indi kemudian mengambil pedang tak kasat mata dari genggaman Lisa. Ia meletakkan pedang itu dengan hati-hati ke atas meja makan. Ia mengambil tali dari lemari di belakang rumah, lalu mengikat Lisa dengan hati-hati.


“K\-k\-kau be\-bel\-lum m\-menang,” kata Lisa.


Indi tersenyum, “Begitulah kata-kata orang yang sudah kalah,”


“Ya, kau benar,” ucap suara dari belakang Indi.


Indi berpaling, ketika ia benar-benar melihat siapa sumber suara tadi,  tiba-tiba semua memutih. Indi lalu ambruk dan tidak merasakan apa-apa lagi.

__ADS_1


***


Indi membuka kedua matanya. Ia kembali berada di ruangan itu. Ruangan sempit nan gelap. Kali ini ia melihat dua orang yang mengenakan pakaikan serba hitam. Satunya seorang pria, dan satu lagi seorang wanita. Indi bisa menebaknya, tapi ia tak bisa melihat wajah mereka dengan jelas.


Kedua orang itu duduk berhadapan, sebuah meja bundar kecil menjadi pemisah diantara mereka. Lampu kuning yang redup membuat Indi kesulitan untuk melihat apa yang tertulis di beberapa dokumen yang ada di atas meja.


“Sudah kubilang kalau tidak perlu tergesa\-gesa. Sekarang kartu as kita sudah berada kembali di genggaman kita,” jelas si wanita.



“Masalah kita belum selesai sepenuhnya. Mereka bisa saja datang dan membuyarkan semua rencana yang sudah kita susun secara rapih,” kata si pria.



Pandangan Indi lalu mengabur. Kali ini ia melihat beberapa orang yang tak dikenalinya. Mereka ada sekitar sepuluh orang, semuanya tampak duduk melingkari suatu meja. Indi tak mengerti lagi dengan apa yang dilihatnya, kesepuluh orang itu tampak tengah berdebat, hanya saja semuanya mengenakan topeng, dan mengenakan atribut serba putih.


“Mereka mendapatkannya, kita harus bergerak!” ucap salah seorang yang memakai topeng wajah manusia.


__ADS_1


“Kita tak boleh terburu\-buru. Mereka bukanlah orang biasa. Mereka bisa saja menangkap kita,” salah seorang dengan topeng kelinci bersuara.


Seseorang yang memakai topeng iblis lalu berdiri. Ia satu-satunya orang yang tampak tenang di antara perdebatan kecil yang terjadi di antara mereka. Melihatnya berdiri membuat yang lain terdiam.


“Kalian ingat kan dengan tujuan awal kita. Bagaimana kita bisa dikumpulkan. Kalian juga harus sadar, bahwa kita bukanlah orang biasa. Kita pasti bisa menghentikan mereka. Dan, mereka belum tahu kalau kita memilikinya. Ia pasti dapat merubah situasi kita.” Ia lalu mengangkat salah satu tangannya, dan mengepalkan telapak tangannya, “Kita bergerak!”


Pandangan Indi lalu tampak mengabur dan tersedot sesuatu. Ia merasakan berat di kepalanya. Pandangannya tampak kabur.


Ia mengerjapkan matanya. Hanya ada kegelapan yang dilihatnya. Di edarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ia lalu tersadar. Ia mengenali ruangan itu. Ia sering melihatnya.


“Indi,” ucap seseorang lemah.


Indi menoleh ke sumber suara. Raut Indi seketika berubah. Wajahnya tampak pucat, ia jelas tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seorang gadis yang tampak lemah. Kepalanya tertunduk, wajahnya lesu, dan kedua tangannya terantai.


“Catherine!”


***


Gimana Episode kali ini? Jangan lupa untuk ninggalin vote ya! Karena menulis dan menciptakan ide untuk perjalanan Indi berikutnya tidak mudah. Thank you yang udah baca!

__ADS_1


__ADS_2