
Detik berikutnya Catherine ambruk ke tanah. Di tubuhnya belati yang menghunusnya menyisahkan tulisan-tulisan mantra yang mulai menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Sementara Fanny masih terbaring lemah. Indi menatap Noella dengan segala emosinya.
“Apa yang kau lakukan pada Catherine?” bentak Indi.
“Ah dia masih hidup, jika kau bertanya tentang hidupnya. Hanya saja ia tidak benar-benar hidup,” kata Noella lalu menyapu-nyapukan tangannya di udara.
Ia kembali menatap Indi beberapa detik, lalu tertawa terpingkal-pingkal, “Bodohnya aku. Maafkan aku, aku lupa kalau kau mungkin belum tahu apa maksud perkataanku barusan. Baiklah, izinkan aku menjelaskannya. Secara biologis Catherine tidaklah mati, jantungnya masih bertak, dan darahnya masih mengalir, begitu juga dengan setiap sel di otaknya. Hanya saja, sekarang ia hanyalah wadah kosong, karena rohnya telah kusegel. Sama seperti yang hampir saja terjadi padaku. Sekarang kau paham kan anak manis?” ucapnya dengan senyum antagonisnya.
Indi tak dapat mengatur nafasnya. Ia tahu kalau saat ini tenaganya tak akan mampu untuk melawannya. Bahkan dengan bantuan Catherine maupun Fanny, Noella sama sekali tidak terluka.
Hal yang sangat dikhawatirkannya saat ini adalah keselamatan teman-temannya. Setidaknya Indi sedikit lega dengan kata tersegel. Yang jelas ia tahu kalau Catherine masih belum mati sepenuhnya (atau itulah yang ada dalam pikirannya).
__ADS_1
“Sekarang apa yang akan kau lakukan sayang?” tanya Noella, yang kini mulai berjalan ke arahnya.
“Tak perlu lagi bersusah payah melawan. Kau sudah mencobanya, bahkan dengan tiga orang. Sudahkah kusebutkan tiga orang beserta anak dalam ramalan? Tak ada lagi yang bisa kau harapkan. Menyerahlah, setidaknya saat kau menjadi bonekaku, kau tak perlu lagi menjalani semua hal tidak masuk akal ini,” Noella kini berada tepat di depan Indi.
Salah satu tangannya membelai pipi Indi. Indi benar-benar paham kalau saat ini tidak ada gunanya lagi untuk melawan. Sebelumnya ia bahkan sudah pasrah dengan kematiannya sendiri, mengapa tidak ia melakukannya lagi. Dengan begitu semuanya akan berakhir.
Noella mendekatkan wajahnya pada telinga Indi, lalu membisikan sesuatu yang tak dipahami Indi. Namun ia tahu kalau itu adalah sebuah mantra. Pikirannya betul-betul kalut, dan sebagian dari dirinya kini benar-benar pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Sejenak ia dapat merasakan kalau energinya ditarik dari tubuhnya.
Kejadian-kejadian pada masa lalunya berputar di dalam kepalanya bagaikan sebuah roll film. Ia melihat dengan jelas masa kecilnya, bersama ayah dan ibunya. Semuanya tampak begitu normal. Dan selama hidupnya baru saat ini ia merindukan kembali kehidupan masa kecilnya yang penuh dengan senyuman dan tawa.
__ADS_1
Jika kau tak lagi menemukan alasan untuk bertahan, maka ingatlah alasan kenapa sejak awal kau memulainya, kata Ayahnya.
Indi mengingat itu. Itu adalah nasihat ayahnya saat Indi benar-benar sudah putus asa untuk lanjut sekolah, karena semua hal abnormal dan bullyan dari teman-temannya. Indi tidak dengan jelas mengingat bagaimana kejadian berikutnya, namun ia tahu kalau nasihat dari ayahnya berhasil membuatnya mau bersekolah kembali.
Lalu untuk saat ini, apa alasannya ia memulai semua hal ini. Perlahan satu per satu memori perjalanannya di UCI berputar dalam kepalanya. Ia melihat saat-saat dimana orang-orang yang belum lama dikenalnya rela mengorbankan keselamatan mereka hanya untuk dirinya. Alasan aku memulainya, batinnya.
Tidak, jelas bukan hanya karena ramalan itu. Indi mengingat dengan betul bagaimana perasaannya saat mengetahui ternyata Liona adalah salah satu dari The Sanctus dan bagaimana ia begitu kecewa karena Fanny ikut mendukungnya. Juga perasaannya terhadap Rico, dan kecemburuannya pada persahabatan Fanny dan Catherine.
Detik berikutnya, Indi seakan tersadar atas apa yang baru saja dilihatnya. Alasan ia memulainya. Ia, hal itu bukan karena ramalan itu. Bukan pula karena ia terjebak dengan keadaan itu.
Dan teman mungkin akan meninggalkan seperti yang kau lakukan, tapi mereka akan kembali, pada mereka yang benar-benar seorang teman, gumamnya.
__ADS_1
Ia memulainya karena ia benar-benar menemukan orang-orang yang sama seperti dia. Orang-orang yang tidak memandangnya aneh. Orang-orang yang menerimanya dengan segala kebodohan dan kekurangannya. Teman.
Seakan tersadar, Indi kini merasakan rohnya yang saat ini mulai terhubung dengan roh Noella. Dingin. Indi seolah dapat merasakan apa yang dirasakan Noella. Secara refleks ia menyentuh Noella dengan kedua tangannya. Hal itu sontak membuat Noella terdiam beberapa saat, karena kaget. Raut Noella berubah khawatir, ia tidak bisa dengan reflex menghindar saat rohnya tengah terhubung. Indi melemparkan senyum padanya. Lalu mulutnya mulai mengucapkan sesuatu.