
Hi guys! Apa kabarnya? Sebelumnya author benar-benar meminta maaf karena tidak adanya pemberitahuan tentang Indi Go! Yang tidak update kemarin. Author harus kejar dengan revisi tugas akhir, dari dospem jadinya lupa buat nulis Indi Go! Tapi tenang aja, hari ini Indi Go! Udah di-update lagi. Makanya jangan lupa vote, comment, dan share cerita Indi Go! Ya agar author semangat buat nulis. Seriusan deh, ngehalu tentang ide itu susah. Maap curhat. Langsung aja dibaca ya. Happy Reading!
CHAPTER 15
Indi Mendapat Kunjungan
Indi dan Catherine masih berada di ruangan sempit dan gelap itu, dengan keadaan terkurung di dalam jeruji. Menurut Catherine selama berada di dalam situ tak ada yang dapat mereka lakukan, karena kurungan itu menghilangkan semua kemampuan indigo yang dimiliki.
“Bisa kau jelaskan bagaimana kau bisa seyakin itu kalau kita akan keluar dari sini pada waktu malam?”
Catherine menyimpulkan senyumnya. Walau terlihat tirus dan lemah, wajah manis Catherine tidak hilang dari parasnya.
“Aku akan memberitahumu, selama kau berjanji tak akan marah dengan jawabanku,”
“Apa maksudmu?” tanya Indi tak mengerti.
“Berjanjilah!”
Indi menatapnya bingung, tapi rasa penasarannya tak bisa ia pendam. “Aku berjanji,”
Catherine lalu tampak mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Sebuah plastik, bungkusan botol air yang tadi diberikan Jeannet. Dia pasti sudah gila karena berada disini dalam waktu yang lama. Aku tak boleh mengecewakan perasaannya, batin Indi.
__ADS_1
Indi memaksakan senyumannya, lalu tertawa basa\-basi, “Kau pasti bercanda kan?”
Catherine kembali tersenyum, “Kau harus melihatnya dengan lebih dekat Indi. Jangan hanya melihatnya dari tampaknya,” kata Catherine lalu menyerahkan plastik itu pada Indi.
Indi mengambil plastik itu. Ia memerhatikannya lebih seksama, dan menemukan sesuatu dibaliknya. Sebuah pesan.
Kalian akan segera keluar malam ini. Percayalah!
Indi hendak berkomentar tentang tulisan jelek yang dilihatnya, ketika diingatnya kalau Jeannet lah yang menulisnya. Hal itu kembali menyulut emosinya.
“Apa maksudmu kau percaya dengannya? Kau pasti sudah benar\-benar gila. Dia yang membuatku kembali ke UCI. Dia sudah berkhianat! Tidak ingatkah kau tentang itu?”
“Indi, dengarkan aku. Aku mengenal Jeannet dengan baik, jauh sebelum kau mengenalnya. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang dapat mencelakakan temannya. Dan yang harus kau lakukan, adalah percaya padanya,” kata Catherine, yang terdengar begitu yakin.
Indi hendak kembali membantahnya, tetapi ia terhenti ketika mendengar pintu ruangan itu terbuka. Dua orang tampak masuk ke ruangan itu. Indi mengenali mereka. Kedua lelaki yang sama yang pernah melukai Indi ketika festival Indigofera. Rasa geram menjelajari wajah Indi.
Baru disadari Indi, kalau wajah kedua lelaki itu sangat mirip. Mereka kembar. Lelaki yang satunya lagi lalu membuka kurungan itu.
“Apa yang akan kalian lakukan?” tanya Indi.
Kedua lelaki itu tersenyum, “Saatnya memanen roh.”
***
Kedua lelaki itu hendak melakukan sesuatu pada Indi. Mereka membuka sarung tangan hitam mereka, lalu menahan kedua tangan Indi. Melihat hal itu membuat Catherine tampak geram.
__ADS_1
“Lepaskan dia si kembar bodoh!”
Salah satu lelaki tertawa terpingkal-pingkal, “Bukankah kau yang bodoh karena tidak memikirkan rencanamu dengan matang?”
“Itu benar! Sekarang siapa yang bodoh? Lagipula apa yang bisa kau lakukan untuk menghentikan kami? Kau sekarang begitu lemah dan dirantai sama seperti hewan!” balas saudara kembarnya.
Indi jelas tak akan membiarkan mereka membawanya, tapi sesuatu dari mereka, rasanya melumpuhkan semua indra Indi. Apa yang mereka lakukan batin Indi.
“Lihat! Bahkan seorang indigo yang katanya memiliki semua kemampuan tak bisa melakukan apa\-apa sekarang,” ledek lelaki yang kini sudah memegang Indi.
Catherine menautkan kedua alisnya. Ia jelas tampak memikirkan sesuatu. Namun dari matanya jelas kalau ia tengah berharap pada pesan bodoh dari Jeannet.
“Indi, Joe dan John memakai sesuatu untuk melemahkanmu!”
“Kau sudah terlambat cantik. Sekarang kami permisi, ada roh yang harus dilepaskan Maddam Noella,” kata Joe atau mungkin John dengan nada mengejek.
Indi berusaha sekuatnya untuk memfokuskan semua tenaganya. Namun ia sama sekali tidak bisa. Semakin ia mencoba, semakin sakit sulit ia merasakan indranya. Joe dan John lalu mengeluarkan Indi, dan menutup kembali kurungan jeruji itu. Di dalamnya Catherine tampak meronta, dan berusaha untuk melepaskan rantai dari tangan dan kakinya.
Jantung Indi berdebar tak karuan sekarang. Ketakutan menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia sudah mengingatnya. Fanny pernah menceritakannya. Kekuatan dari Maddam Noella. Spirit Puppet. Mereka telah berjalan tepat di depan pintu.
“Tidak secepat itu sayang,” ucap suara dari belakang mereka.
Sedetik kemudian, sambaran api menyambar saudara kembar itu, yang membuat mereka terlempar ke dinding ruangan. Hal itu membuat semua indra milik Indi kembali berfungsi. Indi membalikan badannya. Ekspresinya jelas tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Gadis mungil yang dipikirnya telah berkhianat dalam perjalanannya.
__ADS_1
“Liona?” kata Indi, diikuti dengan senyuman dari gadis itu.
***