Indi Go!

Indi Go!
Episode Special


__ADS_3

**Ensiklopedia Indi Go**!


Hai para pembaca! Aku lega pada akhirnya aku dapat menceritakan segala sesuatunya sendiri, setelah delapan puluhan episode dan belasan chapter si penulis maupun karakter dalam novel ini menggunakanku sebagai “boneka”. Sebagai seorang karakter utama yang menjadi judul utama novel ini, tentunya sudah menjadi tugas dan tanggung jawabku untuk menceritakan dan menjelaskan beberapa informasi yang mungkin selama ini menjadi pertanyaan maupun tidak, bagi beberapa pembaca setia novel ini, yang kuharap ada. (Kau tau kalau aku tak dibayar untuk segala petualangan melelahkan dan menyebalkan, jadi ya aku sangat berharap kalau suatu hari cerita ini dapat dibaca lebih banyak orang diluar sana, khususnya para kaum Indigo yang belum menemukan jati dirinya). Oke ku pikir basa-basinya sudah cukup, walaupun sejujurnya aku masih ingin menceritakan banyak hal pada kalian, khususnya tentang penulis yang akhir-akhir ini kehilangan semangatnya. Mari kita mendoakan segala hal yang baik mengenai kehidupanku di cerita ini. Oke langsung saja kita masuk ke Ensiklopedia Indi Go! Volume 2!!!


Aku harus memberitahukan pada kalian, kalau dalam ensiklopedia ini mungkin tak semua pertanyaan yang membuat kalian kebingungan dapat terjawab, atau mungkin beberapa terjawab namun tak memuaskan kalian. Jangan salahkan aku, karena bukan aku yang bertanggung jawab dalam mengarang dan menjalankan segala kisah para avatar yang membosankan dan membingungkan ini. Oke, lagi-lagi aku terbawa suasana.


Dari beberapa episode terakhir kita dapat lebih melihat kemampuan-kemampuan baru dari karakter-karakter di cerita ini. Yuk kita simak bersama-sama, yang masih belum paham atau masih memiliki hal yang dibingungkan bisa kalian tanyakan di kolom komentar dari episode special kali ini, dan biarkan sang penulis tercintah yang menjawabnya.


Indi


Tentu saja, akulah yang pertama, karena tentu saja kalian sudah mengetahuinya bukan? Tidak! Kenapa masih begitu banyak orang yang salah paham dengan judul cerita ini. Memang orang-orang yang diceritakan dalam cerita ini adalah para “indigo” tapi judul cerita ini bukan merumus pada kaum aneh itu, tetapi Indi Go! Yang artinya Indi Pergi! Atau Indi Lima! Kalau kalian menerjemahkannya dari Bahasa yang berbeda. Aku sangat bersyukur kalau pada akhirnya aku diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuanku yang sebenarnya di chapter-chapter belakangan ini. Apa saja itu?


Time Travel


Tahukah kalian, ternyata selama ini para penjelajah waktu itu benar-benar ada? Hanya saja mereka tidak secara harfiah berpindah ke masa depan maupun masa lalu, tetapi melalui penglihatan. Dan itulah yang ku alami, dulu aku sering mengira kalau semua yang ku alami itu hanyalah mimpi serial mimpi bodohku, namun ternyata itu tidak benar. Itu adalah kemampuan alami yang kudapatkan dari para indigo Tempus, dan aku dapat melakukannya dengan mimpi.


Movere

__ADS_1


Basically, kemampuan ini merupakan kemampuan bawaan dari seorang temporiorem dimana orang yang mempunyai kelebihan ini dapat merasakan emosi dari orang lain.


Cogito Ergo Sum (CES)


Okey, aku tahu. Aku sendiri harus menghafalnya selama seminggu untuk benar-benar mengingatnya. Tapi begitulah orang-orang di UCI menyebutnya.


Kemampuan lain dari seorang interiorem yang membuat orang lain merasakan apa yang kita rasakan. Kuperingatkan kalian, jika kalian seorang interiorem untuk tidak menggunakan CES dalam unjuk rasa, maupun protes nilai dari guru maupun dosen.


Emotionless


Kalau menurut Fanny, emotionless hanya bisa digunakan dan dikuasai oleh seorang interiorem yang sudah sangat amat pakar, jika tidak maka kejadiannya akan sama seperti yang terjadi padaku, dimana aku tak dapat mengendalikan diriku sendiri. Lagi untuk emotionless, setiap emosi yang mengambil alih tubuh kita akan memunculkan kemampuan unik, seperti amarah yang membuat kemampuan fisik seseorang menjadi lebih kuat, kebahagiaan yang dapat membuat seseorang menjadi lebih ringan dan kata Fanny bahkan bisa membuat seseorang terbang, sama seperti kisah Peter Pan.


Kesedihan yang membuat seseorang dapat menghilangkan auranya maupun kehadirannya, dan ketakutan yang membuat tubuh kita dapat lebih cepat menghindar dari setiap serangan yang akan menyakiti kita.


Dan jika kalian bertanya bagaimana aku bisa melakukannya, sekali lagi jangan tanya aku.


Shield

__ADS_1


Kemampuan yang satu ini benar-benar sangat keren, meskipun sangat amat menguras setiap energiku. Percayalah setelah menggunakan kemampuan ini kalian akan merasakan pusing, mual, dan muntah-muntah. Kemampuan ini membuat kalian dapat menciptakan pelindung tak kasat mata, yang kata Fanny karena adanya medan elktro dan blab la bla. Kemampuan ini dapat digunakan jika kalian adalah seorang cerebellum. Bagaimana aku dapat melakukannya? Sekali lagi jangan tanya aku.


Telekinesis


Oke kalau kalian adalah penikmat film bergenre super hero kalian pasti sudah tahu tentang apa kemampuan ini. Yaps, kalian dapat menggerakkan benda yang kalian ingingkan dengan sesuka hati, dan tanpa menyentuhnya. Sekali lagi, jangan tanyakan aku tentang bagaiamana hal itu dapat dijelaskan secara ilmiah, kalian bisa menyimpan hal itu nanti dan menanyakannya pada Fanny. Kemampuan ini merupakan bawaan untuk seorang cerebellum.


Zephiris


Okey, aku sangat excited untuk menceritakan kemampuanku yang satu ini, yang mungkin akan menghabiskan seluruh part ensiklopedia ini (sejujurnya alasan lain karena aku mulai lelah dan kehabisan air ludahku pada setiap penjelasan).


Kemampuan ini baru-baru saja kutemukan. Benar. Sangat keren. Bagaimana tidak, aku baru saja menyadari kalau aku merupakan keturunan dari avatar Aang pengendali elemen angin terakhir di dunia. Dan aku juga dengan sangat bangga menceritakan kalau kemampuan ini merupakan salah satu kemampuan dari seorang elementum, salah satu tipe indigo yang sudah dianggap punah, namun ternyata masih ada.


Yaps sama seperti Liona. Hanya saja kemampuan api miliknya bernama Hestia. Aku sebenarnya sudah menghafal dengan nama kemampuan tiga elemen lainnya, tapi aku lupa, intinya mereka adalah air, tanah, dan petir. Sekali lagi jangan tanyakan aku bagaimana penjelasan ilmiah hal-hal itu.


Tapi hei, secara logis, orang-orang zaman dulu tak akan langsung berimajinasi tingkat tinggi tentang dewa-dewa (selain yang berwajah hewan) yang memiliki bentuk dan rupa yang sama dengan manusia namun dianggap sebagai dewa api, angin, air dan lain sebagainya. Ia mereka adalah Indigo, sama sepertiku.


Oke, aku benar-benar harus minum dan kembali mengisi asupan ludah dalam mulutku. Dan juga penulis tak membayarku dengan semua hal ini, tapi tenang saja. Aku akan kembali segera setelah menyelesaikan urusan mulutku, dan melanjutkan ensiklopedia ini.

__ADS_1


__ADS_2