Indi Go!

Indi Go!
Episode 21


__ADS_3

Hola! Apa kabar guys? Semoga masih sehat-sehat dan stay di rumah. Author minta maaf karena episode ini harusnya masuk di episode sebelumnya, cuma karena kesalahan dan kelalaian akibatnya episode ini hanya menjadi begitu pendek 🙏. Tapi tenang aja, di episode kali ini akan ada beberapa bonus tentang Indi Go! Yang mungkin akan sedikit menghilangkan rasa kecewa di dada. Terima kasih buat para pembaca yang masih setia membaca Indi Go! Walaupun authornya malas buat update. Silahkan dinikmati ceritanya guys. Stay safe and stay healthy.


#dirumahaja


Rico yang sedari tadi mengejar mereka berhasil menyusul. Melihat boneka yang tergeletak membuat Rico hanya berdiam diri. Anak perempuan itu lalu berdiri, menatap Indi. Ia mengangkat salah satu tangannya. Indi lalu merasakan sesuatu yang mencekik lehernya. Kedua kaki Indi mulai terangkat dari tanah. Indi meronta, namun percuma. Semakin ia meronta, semakin cepat tenaganya terbuang.


“He\-he\-hentikan.” Kata Indi parau.


Indi tak lagi memiliki tenaga. Pikirannya kacau. Satu per satu kilasan-kilasan kejadian, memenuhi kepalanya. Mungkin inilah akhir dari hidupnya. Setidaknya ia dapat bertemu dengan ibunya nanti.


“Indi! Ibumu masih hidup!” teriak seseorang.


Pikiran yang tadinya kalut tiba-tiba meluap, semua emosi dan energinya membuncah di kepalanya.


“HENTIKAN!”


Semua memutih. Indi lalu ambruk di tanah.

__ADS_1


***


Dibawah ini adalah kumpulan gambar karakter Indi Go! Yang author gambar, lengkap dengan biodata singkat mereka. Cekidot guys.



Gambar pertama adalah si Jeannet guys. Hantu cilik yang sering datang dan pergi. Iya dia hantu, artinya dia dulunya manusia namun karena suatu kejadian dia harus mati dan menjadi hantu. Tipe hantu cilik yang nakal nih guys. Mungkin buat temen-temen Indigo diluar sana yang bisa ngeliat atau ngerasain Jeannet bisa langsung disuruh balik ke UCI biar nggak nge-ganggu. Semasa hidupnya sampai sekarang dia sangat menyukai segala jenis makanan yang manis. Karena itu giginya ompong. Oh iya, pesan Jeannet buat para pembaca


"Jangan sampai mati lupa gosok gigi"



Pesan Rico untuk pembaca


"Jangan sampai terbawa perasaan. Ketakutanmu dapat menjadi sesuatu yang membuatmu jatuh"


__ADS_1


Berikutnya ada si Maddam Noella. Pemimpin UCI yang dandanannya selalu nyentrik ala gothic. Beliau ini merupakan kepala UCI sekaligus kolektor dari boneka-boneka antik. Beliau sudah memimpin UCI 20 tahun terakhir.


Pesan Maddam Noella untuk pembaca


"Boneka bisa menjadi lebih berharga dibanding mereka yang menyebut dirinya keluarga"



Berikutnya ada si hitam manis Catherine. Kepala asrama elementum. Gadis manis ini, hobinya memanah. Selalu unggul dalam kelas memanah. Tapi kalau bicara perasaan, sepertinya dia sedang menunggu seseorang memanah hatinya. Oh ya, selain kepala asrama, ia juga merupakan kepala Medicorum (Kek Rumah Sakit begitu guys) di UCI. Catherine paling benci dengan orang yang sering pura-pura sakit hanya untuk bertemu dengannya. Maklumlah, si doi punya face yang cantik.


Pesan Catherine untuk pembaca


"Apa yang kau pikirkan itulah yang terjadi"



Dan yang terakhir dalam bonus kali ini. Indi. Si tokoh utama dalam cerita ini. Dia ini gadis yang sering bolak balik ke psikiater karena kesurupan yang sering ia alami. Kira-kira Indi didiagnosis apa ya sama psikiaternya?

__ADS_1


Okay guys, sekian dulu untuk kali ini. Semoga kalian menikmati cerita dan bonusnya ya. Thank u. Jangan lupa vote, comment dan share.


__ADS_2