
Kuda-kuda Indi sudah siap jika dalam beberapa detik berikutnya, wanita berpenampilan gothic yang ada di depannya. Meski ia masih belum tau apakah saat seseorang terjebak dalam kurungan jiwa dapat menggunakan kemampuan indigonya. Ia bahkan sampai lupa dengan fakta bahkan untuk sebuah sentuhan tidak akan berpengaruh. “Bagaimana ia bisa berada disini? Apa yang sudah kulakukan hingga dia bisa ada di sini?” batin Indi.
Penampilan dari Noella yang dilihatnya bahkan berubah. Ia tak sama dengan Noella yang terakhir kali mengendalikan ratusan boneka pengendali elemen menyeramkan. Ia tampak lebih muda, segar dan tidak menyeramkan.
Hanya saja pakaian yang dikenakannya sama sekali tidak berubah. Yang tentu saja menjadi pertanyaan besar bagi Indi. Dalam pikirannya, bagaimana mungkin dia dapat melakukan operasi penyusutan tubuh dalam waktu secepat itu.
“Bagaimana kau bisa berada di sini?” tanya Indi dengan posisi siaganya (serta muka polosnya atau mungkin lebih tepat bodoh).
__ADS_1
Raut Noella melembut, dari bibir berbalut lipstick hitam pekatnya kini terutas sebuah senyuman, yang walau Indi membencinya, namun ia terlihat cantik. “Kau benar-benar harus lebih belajar jika kau berhasil keluar dari lingkaran segel ini,” ucap Noella lembut.
Oke, Indi dengan cepat menghilangkan pikiran positifnya tentang Noella. Ia tahu betul kalau dari dalam, wanita ini masih sama dalam hal kejiwaan.
Noella menatap Indi dengan ujung matanya, “Kaulah yang membuatku ada di sini. Ingatkah kau dengan apa yang kau lakukan sebelumnya?” tanya Noella.
Pikiran Indi mencoba menarik kembali kepingan-kepingan ingatan yang sebenarnya menjadi salah satu kelemahan terbesarnya. Hal yang jelas dalam ingatannya hanya detik-detik yang ia lakukan untuk melindungi Catherine dan mantra yang dirapalnya.
__ADS_1
Noella lalu menyinggungkan senyum underestimate-nya, “Aku benar-benar bodoh karena selama ini menganggap kalau kaulah anak dalam ramalan itu. Sementara dari segi apapun kau sama sekali tidak masuk dalam spesifikasi orang yang cocok dalam ramalan apapun,” kata Noella.
Kalau saja Indi tak sedang berada dalam kurungan memori jiwa nan aneh ini, Ia sudah jelas akan dengan senang hati lepas kendali dan menghajar wanita dengan dandanan aneh yang ada di depannya, tapi ia tahu bahwa selain tak dapat melakukan hal itu, ia juga tahu kalau ia harus tetap diam untuk mencari tahu jawaban bagaimana ia dapat terjebak serta keluar dari apapun yang sedang menahannya saat ini.
“Tenang saja, aku tak akan terus menyiksamu dengan harus melihat semua memori menyedihkan yang selama ini bahkan terlalu berat untuk ku alami. Namun untuk hal ini aku memerlukan bantuanmu, karena kaulah orang yang merapal mantra itu tanpa mengetahui resikonya,” sambung Noella.
Kedua alis Indi bertautan, ia dengan jelas sadar kalau apa yang baru saja dikatakan Noella adalah benar, dan ia ingin dengan cepat keluar dari tempat apapun yang sedang ia tempati saat ini, hanya saja otaknya benar-benar sangat buntu untuk mencoba kembali mengingat-ingat segala mata pelajaran mengenai mantra yang pernah didapatkannya selama di UCI.
__ADS_1
“Apa maksudmu dengan resiko?” ucap Indi memberanikan diri agar tak terlihat terlalu bodoh dengan segala pikirannya.
Noella menyunggingkan senyum sinis andalannya, “Resiko yang kau dapatkan karena merapal mantera itu. Seperti terbunuhnya jiwamu sebagai contoh,” tuturnya dengan senyum yang masih saja mengembang pada wajahnya yang penuh dengan riasan angker itu.