
Apa yang dilihat Indi berikutnya adalah pemandangan yang tak dapat lagi dideskripsikannya dengan kata-kata. Jawabannya tidak, jika yang kau bayangkan adalah sebuah scene pembunuhan penuh dengan darah seperti film-film. Mungkin tidak dengan penuh darah, tapi iya dengan pembunuhan (atau mungkin tidak), Indi tidak bisa menjelaskannya dengan pasti, namun ia jelas melihat kumpulan orang-orang yang tadi dilihatnya kini tergeletak tampak tak bernyawa di rerumputan.
Hal yang menurut Indi mengerikan adalah, semua wajah mereka tampak mengekspresikan penyiksaan. Beberapa wajah yang dilihat Indi bahkan memperlihatkan mulut yang menganga, ataupun lidah yang menjulur.
Hal yang sama dari semua yang dilihatnya adalah mata. Semua mata dari orang-orang yang tergeletak itu berwarna putih. Indi mungkin akan berpikir tentang gejala medis seperti dehidrasi atau mungkin kejang, namun setelah ia mendapati gadis berjubah hitam itu di tengah-tengah mereka, ia menjadi sadar kalau semua ini pasti adalah ulahnya.
Noella masih berada di tengah-tengah lingkaran orang-orang zombie (kalau kalian melihat mereka secara langsung kalian pasti akan setuju) itu. Ia tengah bercengkrama dengan sesuatu yang kelihatannya tak asing bagi Indi.
__ADS_1
“Aku sudah menepati janjiku, dan akan tetap seperti itu. Lagi pula sepertinya aku mulai menyukai apa pun yang berbunyi dalam perjanjian kita,” ucapnya pada sesuatu yang saat ini sedang digenggamnya, lalu berpaling.
Kini Indi dapat dengan jelas melihatnya. Boneka kayu yang pertama kali dilihatnya di UCI. Namun, ia lupa dengan namanya (tak bisa disalahkan mengingat kejadian demi kejadian yang dialaminya beberapa minggu setelah dari UCI). Mata boneka kayu itu lalu berkedip. Kertakan kayu dari setiap sendinya membuat adegan yang dilihat Indi lebih menegangkan.
Hanya saja, suara boneka itu berbeda dengan yang diingat Indi. Suara yang didengar Indi saat ini, apa yang didengarnya terdengar lebih berat, dalam, dan gelap, juga sedikit bergema. Indi bahkan tak bisa membedakan apakah itu suara pria atau wanita.
__ADS_1
Tepat setelah mendengar perkataan boneka itu, dengan cepat Noella segera memeluknya, “Aku menyayangimu,” ucapnya lalu memeluk boneka itu dengan erat, yang begitu menakuti Indi.
Menurutnya dari semua hal yang barusan dilihatnya, apa yang dilakukan Noella pada boneka itu adalah yang terseram.
Pemandangan itu lalu mengabur. Apa yang dilihat Indi berikutnya tak bisa ia jelaskan menggunakan setiap kata-kata. Dalam detik-detik pertama ia dapat melihat kilasan yang memperlihatkan Noella tengah duduk di tengah-tengah kumpulan manusia yang tampaknya tak bernyawa lagi.
Kilasan berikutnya memperlihatkan Noella yang tampak mulai dewasa dan boneka itu tengah duduk diatas tumpukan beberapa tubuh. Indi sama sekali tak dapat mencerna kilasan-kilasan penglihatan yang dilihatnya. Ia hanya bisa berharap agar penglihatan itu bisa segera berhenti. Namun ia tak bisa. Ia terus menerus melihat kilasan-kilasan dimana ada manusia yang tergeletak. Memori itu terus menerus berputar di depan pandangan Indi hingga berhenti pada sebuah tempat yang begitu familiar. UCI. Apa yang terjadi? batin Indi.
__ADS_1
"Tempat ini, tempat ini merupakan lahan yang sangat bagus untuk kita berdua, bukan begitu?" kata Noella pada boneka yang ada di dalam pelukannya.