
CHAPTER 11
Bertemu Tuan Rumah?
“Rumah ini pasti telah mempengaruhimu. Jangan mempercayai apa yang sudah kau lihat Indi. Tempat ini jebakan. Tak ada waktu lagi, kita harus segera menyelamatkan Liona.” Kata Fanny.
Indi sudah membulatkan keputusannya. Ia tak bisa mempercayai siapa-siapa lagi saat ini. Fanny bahkan mungkin seseorang yang sama dengan Liona. Indi tak pernah tahu itu.
“Tidak. Jika kau memang ingin menyelamatkannya silahkan. Tapi aku akan pergi. Sejak awal tujuanku bukanlah Liona, tetapi ibuku. Sejak awal aku tak pernah menginginkan semua ini. Aku. Aku bahkan tidak tahu siapa lagi yang dapat kupercaya,” mata Indi mulai berair, “Maaf Fanny. Tapi aku harus mencari ibuku. Terima Kasih atas semuanya.” Kata Indi lalu berlari menuju pintu keluar.
“Indi!” Fanny mengejarnya, tetapi pintu ruangan itu tiba-tiba menutup dengan sendirinya.
Diluar hujan tak ada lagi. Indi berlari menuju Vega. Hatinya masih terlalu sakit untuk meninggalkan teman-temannya. Tapi ia tak punya pilihan lain. Sejak awal tujuannya memang hanya satu. Keluarganya.
Indi menaiki makhluk itu. Jeannet si hantu tampak tertidur di atas punggungnya. Indi membiarkannya. Ia mengambil tali kekang naga itu, dan menariknya.
Vega lalu merentangkan sayapnya yang sepertinya sudah pulih. Makhluk itu mengepak-ngepak sayapnya, berlari dan mulai terbang ke langit.
Dari atas Indi melihat bangunan itu.
Air mata yang dibendungnya menetes. Ia jelas tak ingin mempercayai apa yang waktu itu dikatakan Lisa. Tapi ternyata ia benar.
***
Indi tak pernah tau kalau ia cukup mahir dalam mengendarai naga. Meskipun ia harus menahan rasa mual dan pusingnya. Sudah tiga puluh menit sejak ia meninggalkan rumah itu. Rasa bersalah masih merasuki benaknya karena meninggalkan Fanny sendiri di rumah itu.
“Apa yang terjadi?” Jeannet si hantu cilik tampaknya sudah terbangun dari tidurnya.
“Tunggu, kenapa kita sudah berada diatas langit? Dimana Fanny dan Liona? Indi dimana mereka?” tanya Jeannet mulai panik.
Indi jelas tak ingin menjawab pertanyaan itu. Saat ini tujuannya hanya satu. Keluarganya. Mungkin inilah jalan terbaik baginya. Menjalani semuanya seorang diri. Setidaknya, ia tahu bahwa dirinya tak akan berkhianat kepadanya.
__ADS_1
“Aku akan melompat kalau kau tak mau berbicara!” ancam Jeannet.
Indi melirik hantu cilik itu dengan gugup. Ia tak tahu apa ia bisa percaya padanya. Setelah semua yang terjadi padanya, Indi mungkin menjadi satu-satunya manusia yang tak mudah percaya dengan orang lain. Tunggu, ia baru ingat kalau Jeannet bukanlah “orang” lagi.
“Selama kau diluar, apa yang terjadi?” tanya Indi.
Jeannet menatap Indi curiga, “Kalian bertiga masuk, dan menutup pintu rumah itu dengan keras.”
“Menutup pintu?”
Jeannet mengangguk, yang membuat Indi mulai ragu dengan keputusan yang diambilnya. Mereka tak pernah menutup pintu itu ketika masuk. Bagiamana kalau Fanny ternyata benar. Bagaimana kalau yang dilihat Indi semuanya hanya jebakan dari UCI?
“Apa yang terjadi di dalam sana Indi?”
Indi menggeleng. “Aku. Aku tak ingin membahasnya.” Kata Indi, dengan suara yang bergetar.
Hi Guys! Untuk episode kali ini, kita kenalan sedikit sama Fanny dan Liona yuk! Langsung disimak ya.
Nama: Tiffany Louise Yuki
Zodiak: Virgo
Indigo: spiritus & cerebellum
Kemampuan:
• Melihat dan berkomunikasi dengan hantu dan roh.
__ADS_1
• Mediasi dengan roh.
• Membantu membuka mata batin.
• Mengendalikan roh.
• Membaca pikiran.
Status: Belum diketahui
Hobi: Berkomunikasi dengan hantu & Belajar Mantra
Liona
Nama: Liona Karmila
Zodiak: Pisces
Indigo: Elementum
Kemampuan: Pyrokinesis (memunculkan dan memanipulasi api)
Status: Belum diketahui
Hobi: Jalan-jalan
__ADS_1