Indi Go!

Indi Go!
Episode 25


__ADS_3

Betapa pintarnya. Sedari awal ia tak akan bertanya pada Fanny jika jawaban yang ia terima hanya seperti itu.


“Aku tahu! Itulah rencana awal kita? Tapi bagaimana cara kita bisa keluar dari sin-“


Lidah api lalu jatuh tepat di samping Indi. Anehnya bus itu tak terbakar, yang membuat nyala api tetap berada di tempat itu. Liona kembali menyerang dan melempar dua bola api kearah Indi dan Fanny.


Mereka menghindar. Indi menghindar ke kursi belakang. Liona lalu kembali melempar api dari tangannya. Indi tahu ia tak bisa menghindar kali ini. Yang ia lakukan berikutnya begitu impulsive dan berbahaya, yang mungkin dapat membuatnya menjadi anggota Ghost Buster di tahun itu.


Api itu lalu terhenti oleh sesuatu di udara. Dan membuat tubuh tanpa kepala berlari tanpa arah dan menabrak Liona.


Liona mulai berlari tanpa arah. Tampak kesakitan. Sementara sebuah kepala tampak terbakar di lantai bus. Liona yang mengalami kerasukan lebih dari satu kali itu, mulai menabrak kesana kemari, yang membuat bus itu mulai oleng.


Bus lalu mulai menghantam sisi terowongan. Liona terus berteriak tanpa arah, namun dengan sigap Fanny menariknya juga Indi, ke pintu keluar. Mereka terlempar dari bus, dan terguling beberapa kali di aspal.


Di depan pandangannya, Indi melihat bus itu terus melaju dengan oleng. Sepertinya mereka perlu memperbaiki bus itu di bengkel hantu batin Indi.


Ia mengerang. Baru disadarinya ternyata tangan dan kakinya terluka. Ia melihat sekeliling. Fanny tampaknya tak sadarkan diri. Dan Liona, ia tampak baik-baik saja dengan sekujur luka di kakinya.

__ADS_1


Dia berdiri tegak, lalu mulai tersenyum. Liona mulai berjalan tertatih menuju Indi. Meski terluka tampaknya nyala api di kedua tangannya masih dengan suhu panas yang sama.


“Indi,” kata Liona, namun dengan suara dan aksen yang berbeda. “Aku harus mengalahkanmu, aku harus mengalahkanmu, hidup, tubuh, berjalan.” Gumamnya serak, lalu mulai menggeram.



Indi mencoba mencari sesuatu yang mungkin dapat membantunya. Ia lalu melihat ransel milik Fanny. Ia tahu idenya mungkin gila, tapi tidak ada jalan lain. Indi mulai berlari ke arah Fanny.


Bola api berjatuhan di belakangnya. Syukurlah gadis yang merasuki Liona tak pandai dalam menembak batin Indi. Indi telah meraih ransel Fanny, ketika sambaran api menyala di pundaknya.


Dengan cepat ia membuka tutupnya lalu menyiram nyala api di pundaknya. Api itu padam. Hanya saja kali ini Indi harus menerima kalau ia harus berhadapan dengan hantu itu dengan bau susu kambing. Tapi ia senang, karena berhasil meraih ransel itu.


“Menyerahlah sekarang!” kata Liona.



“Tidak akan, kali ini aku punya senjata untuk melawanmu,” kata Indi.

__ADS_1



“Susu kambing?” Liona lalu terkekeh dengan aksen anehnya.


Liona kembali menyalakan api. Dan entah apa yang merasukinya, namun gadis hantu itu membuat sebuah cambuk dari nyala api. Indi tak ingin memikirkannya, tapi sepertinya sebelum gadis hantu itu mati, ia adalah seorang pawang api.


Liona melecutkan cambuk api, namun berhasil dihindari Indi. Ia mengeluarkan belati yang dibawa Fanny, lalu menerjang. Gadis hantu itu terlalu cepat, lecutan cambuk api berhasil melingkari tangan Indi yang memegang belati.


Tangannya terasa dibungkus oleh wajan panas. Indi berusaha sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan belati itu. Indi berlari ke arah Liona. Wanita hantu itu tampaknya masih terlalu kaget dengan hal yang terjadi dan membuatnya membisu.


Indi menerjang lalu menonjok wajah gadis kecil imut itu. Indi berusaha untuk tak terkejut namun ia tetap terkejut. Liona tak hanya terjatuh tapi juga terhempas sejauh satu meter sebelum akhirnya menabrak aspal.


Indi begitu merasa bersalah. Indi berlari ke arah Liona. Kali ini tampaknya tubuh gadis malang itu tak mampu untuk dikendalikan hantu gadis itu.


“Khianat, Janji, Misi” erang Liona lalu pingsan.


Hi guys! Bagaimana episode kali ini? Oh ya, episdoe ini menjadi akhir dari chapter 5 ya. Jangan lupa vote, comment, dan share episode ini ya. Stay safe and keep healthy guys. Danke!

__ADS_1


__ADS_2