Indi Go!

Indi Go!
Episode 52


__ADS_3

“Mungkin aku salah lihat. Tapi tetap saja, kau belum bisa pergi dari tempat ini. Kami akan menghubungi nomor orang tuamu terlebih dahulu. Mereka harus tahu kelakuan anak gadis mereka,” katanya sambil menautkan alisnya.


Kenapa Indi tidak terpikirkan sebelumnya. Ia tak lagi berada di UCI dan dunia yang begitu gaptek dengan teknologi. Ia hanya perlu meminjam handphone seseorang dan menelpon kedua orang tuanya.


“Sekarang ketik nomor handphone kedua orang tuamu disini,” kata petugas sambil menyodorkan handphone itu.


Indi mengambil handphone itu hendak mengetik nomor ñ, ketika baru disadarinya ia tak mengingat satu angka dari nomor kedua orang tuanya.


“Jangan bilang kau tidak menghafal nomor kedua orang tuamu? Apakah kau tinggal di hutan atau gua? Anak\-anak zaman sekarang memang terlalu banyak mengonsumsi micin! Cari saja instagram atau facebook kedua orang tuamu lalu coba hubungi mereka.”


Polisi ini benar. Kali ini Indi benar-benar merasa seperti orang yang baru datang dari masa lalu. Ia lalu membuka instagram dan mencoba menghubungi kedua orang tuanya. Sayangnya mereka berdua tidak aktif. Dan dari tanggal postingan mereka yang terakhir membuat Indi sedikit khawatir. Indi menatap pandangan polisi itu. Raut Indi tampak murung.


“Apa kau baik\-baik saja?”


Indi diam mematung. Kekhawatiran tampak menyerang pemikirannya saat ini. Orang tuanya tak mungkin tak memposting sesuatu dalam beberapa minggu ini. Dan mereka tak mungkin tidak memiliki kuota. Indi merasakan, berat di kepalanya, matanya berkunang-kunang. Sedetik kemudian semuanya menggelap.

__ADS_1


Indi mengerjapkan matanya. Ia masih bingung apakah dia sadar atau tidak. Tapi ia tak lagi berada di kantor polisi. Ia berada di ruangan gelap. Ruangan itu begitu sempit dan gelap. Cuma perasaannya, namun ia sepertinya berada di ruangan itu. Seseorang berada di ruangan itu, ia memakai jubbah hitam panjang yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia tengah duduk di ruangan sempit nan lembab, tampak menunggu kedatangan seseorang.


“Kenapa gerakanmu begitu lambat?” tanya orang dari balik jubbah itu.


Apa dia gila? Atau sedang berbicara sendiri, batin Indi. Seseorang lalu masuk ke ruangan itu. Seseorang yang benar-benar berpenampilan sama seperti dia. Siapa sebenarnya mereka ini? Apa mungkin ia hanya berada di kamar seseorang yang sedang berpesta kostum.


“Kau tak perlu kuatir. Aku sudah merencanakan semuanya dengan matang. Besok dia pasti sudah kembali ke tempat ini,” ucap orang yang baru saja masuk ke ruangan itu.




“Kau hanya perlu menunggu. Aku yang akan turun tangan langsung.”


Pandangan itu lalu mengabur. Indi kali ini berada di suatu bangunan, yang tampak hancur lebur. Seseorang pasti salah memasang gas batin Indi. Kepulan asap menyeruak dimana-mana.

__ADS_1


Beberapa orang tampak tergeletak tak berdaya, yang lainnya tampak terluka dan saling bahu membahu menolong. Indi lalu melihat Catherine. Gadis itu berlutut tepat disampingnya. Ia tampak begitu kacau. Di wajahnya tampak beberapa goresan dan luka yang tampak masih baru. Air mata bergelinang di kedua matanya.


“Kau berhasil,” kata Catherine serak.


Gadis itu lalu memeluk Indi, yang membuat semua pandangan itu tampak terhisap oleh sesuatu.


“Kau sudah sadar nak?”


Indi menyentuh kepalanya. Cahaya matahari tampak begitu terang jatuh dari sela-sela ventilasi ruangan itu. Di depannya, pria berkumis tampak khawatir dengan keadaannya. Tunggu. Pria berkumis itu polisi semalam.


“Aku sudah mengingatmu kali ini, kau merupakan berita besar di kota ini dari beberapa minggu lalu. Dan orang tuamu sedang mencarimu,”


Mendengar itu Indi langsung duduk, “Antarkan aku pada mereka sekarang!”


***

__ADS_1


mulai besok Indi Go! update seperti biasanya ya! thank you guys


__ADS_2