
“Apa maksudmu?” tanya Noella yang dengan sangat amat jelas dapat Indi katakan kalau ia sedang berpura-pura.
Pria itu tampak mengatur nafasnya. Ia benar-benar harus berkunjung ke Psikolog, melihat kondisinya sekarang ini. Gemetarnya mulai hilang, tapi ia masih kesulitan untuk mengeluarkan kata dari mulutnya.
“A-aku melihatnya. Kau- kau, teknik itu. Teknik itu membuat orang lain kehilangan nyawanya! Dan mereka bukanlah manusia biasa Noella, mereka sama seperti kita. Apa sebenarnya tujuanmu? Hal ini bukanlah apa yang ingin kusepakati. Dan aku tak bisa melanjutkan apapun yang kau lakukan berikutnya,” ucapnya terengah-engah.
Indi tak mengerti dengan apa yang terjadi pada pria itu, namun jelas kalau apa yang telah dia alami adalah sesuatu yang dapat mengguncang kejiwaannya.
Anehnya, setelah semua yang telah diucapkan oleh pria itu, Noella tetaplah tenang dan terlihat seperti semuanya sedang baik-baik saja. Perlahan Noella mendekati pria itu, tangannya lalu menggenggam kedua tangan pria itu yang belum berhenti gemetar. Indi paham betul dengan kondisinya. Ia sendiri, meskipun faktanya kalau kedua orang tuanya adalah dokter, ia tetap saja merinding dan merasa ketakutan saat melihat orang yang sudah tak bernyawa lagi.
__ADS_1
“Tenanglah, semuanya akan menjadi baik-baik saja,” kata Noela lembut, dengan kedua tangannya yang kini erat menggenggam kedua tangan pria itu.
Entah bagaimana penjelasan logisnya, namun cara itu berhasil membuat pria itu untuk tenang, “Kau tahu bahwa aku sangat mengagumi. Caramu menuturkan rencanamu tentang masa depan para indigo spesial selalu membuatku semakin jatuh hati padamu. Hanya saja, apa yang kau lakukan hari ini adalah hal yang sebaliknya. Kita tidak seharusnya menyakiti maupun menghilangkan nyawa dari anak-anak yang harus kita lindungi,” perlahan lelaki itu menarik kedua tangannya dari genggaman Noella.
“Aku mencintaimu, tetapi yang kau lakukan adalah salah. Dan apapun yang kau rencanakan, aku tak akan lagi tergabung di dalamnya,” diakhir perkataannya, pria itu segera berbalik dan menuju ke pintu, namun ia terhenti oleh sesuatu.
“Sayangnya kau tak bisa melangkah lebih jauh lagi, karena kau adalah salah satu alat kami yang berguna,” ucap suara dari boneka itu. Suara yang sama yang didengar Indi pada boneka Noella kecil.
Pria itu jelas tidak menduga hal itu sebelumnya. Indi jelas dapat mengatakan hal itu melihat raut wajahnya. Ia jelas tak pernah melihat boneka yang berbicara sebelumnya.
__ADS_1
“Apa ini? Bagaimana kau bisa berbicara?” pria itu tampak kembali ketakutan melihat boneka ventriloquist menyeramkan itu.
Mulut boneka itu membuka dan menutup dengan cepat sambil mengeluarkan suara tawa menyeramkan, namun tampaknya sangat amat tak sesuai dengan rupa boneka itu.
“Sudah kubilang padamu kalau dia termasuk kategori bodoh. Tapi biarlah lagipula kau akan segera berakhir disini. Ku beri tahu kau sesuatu,” kata boneka sambil mendekatkan tubuhnya ke depan wajah pria itu.
“Aku tak hanya bisa berbicara. Tapi aku juga bisa mengambil alih tubuh berhargamu itu,” ungkap boneka itu, yang membuat suasana menjadi lebih mengerikan.
__ADS_1