Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 11 Berjodoh


__ADS_3

Papah Fillea, bibi Sabila dan juga paman Malik menghentikan obrolannya dan langsung menatap kearah Fillea membuat ketiganya langsung menghampiri Fillea dan juga Valeno yang masih berdiri di tempatnya. Valeno langsung terkejut mendapati paman dan juga bibi nya berada di rumah Fillea. 


Berbeda dengan paman Malik dan juga bibi Sabila yang langsung tersenyum senang melihat pemandangan yang berada di hadapannya saat keduanya sudah mendekat kearah Fillea dan juga Valeno. 


"Leno?" tanya bibi Sabila dan juga paman Malik berbarengan. 


"Bibi, paman kenapa kalian berada disini?" tanya Valeno balik. 


"Apa kamu mengenal paman dan juga bibi ku?" sambung Fillea bertanya kepada Valeno membuat Valeno langsung menatap kearah Fillea sambil mengangkat kedua alisnya bingung. Pasalnya Fillea juga menyebut keduanya dengan sebutan paman dan juga bibi. 


"Sayang, Leno ini keponakan bibi, syukurlah kalian sudah mengenal satu dengan yang lainnya dan kalian sudah menjadi sepasang kekasih, jadi kita tidak repot lagi," ujar bibi Sabila sambil tersenyum dan menyatukan tangan Fillea dan juga Valeno. 


"Hijo, lihatlah anak kamu ternyata sudah mengenal jodohnya. Jodoh memang tidak akan lari kemana, kamu lihat sendiri Lea ternyata kekasih Leno yang ingin aku jodohkan dengan Lea," sambung paman Malik sambil menatap papah Fillea. Membuat Fillea dan juga Valeno langsung saling pandang satu dengan yang lainnya. 


"Maksud paman?" tanya Fillea dan juga Valeno berbarengan. 


"Lihatlah Hijo mereka memang berjodoh, berkata saja sudah kompak," ucap paman Malik kepada papah Fillea yang juga begitu antusias, mengetahui kebenaran tentang anaknya, yang sudah menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah di pilih oleh paman Malik untuk Fillea yang tak lain dan tak bukan adalah keponakan paman Malik. 


Valeno dan juga Fillea yang sudah duduk bersebelahan di sofa ruang tamu langsung menghembuskan nafasnya kasar. Saat keduanya baru mengetahui bahwa keduanya lah yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya masing-masing. 


"Kenapa kalian tegang begitu?" tanya bibi Sabila pada keduanya. 

__ADS_1


"Tidak bi," ujar keduanya bersamaan. 


"Hijo lihat lah mereka sangat kompak," sambung paman Malik kepada papah Fillea. 


"Alhamdulillah ternyata kalian sudah saling mengenal jadi papah tidak akan ragu untuk kalian segera menikah," ucap papah Fillea sambil menatap Fillea dan juga Valeno bergantian. 


"Tapi pah, kita belum ingin menikah," ucap Fillea. "Iya kan sayang?" tanya Fillea pada Valeno sambil menginjak laki Valeno. 


"Apa yang kamu lakukan? Kamu menyakiti kakiku," bisik Valeno ditelinga Fillea.


"Bilang saja iya," Fillea berbisik balik ditelinga Valeno, membuat Valeno langsung mengangguk kepalanya kearah paman, bibi dan juga papah Fillea untuk mengiyakan perkataan Fillea. 


"Tapi bi…" 


"Tidak ada tapi tapian ok, kamu sudah tidak muda lagi Lea kamu tahu itu, kasihan papah kamu sudah ingin memiliki cucu," ujar bibi Sabila yang sekarang duduk di samping Fillea. 


"Kamu juga Leno siapa yang akan mewarisi hotel the Prince milik kamu, kalau kamu tidak segera menikah dan memberi cucu untuk daddy dan juga mommy kamu?" ujar bibi Sabila membuat Fillea langsung terkejut. 


"The Prince hotel sultan yang terkenal itu milik…" 


"Apa kamu tidak tahu Leno ini pemiliknya," ucap bibi Sabila memotong perkataan Fillea. 

__ADS_1


"Jelas saja aku tahu bi, mana mungkin aku mau menjadi kekasihnya kalau aku tidak tahu siapa dia," bohong Fillea sambil menatap kearah Valeno. 


Valeno dan Fillea yang sedang berada di taman belakang rumah Fillea yang terhubung dengan kolam renang di samping kiri taman, hanya bisa saling menatap saat keduanya disuruh untuk menunggu kedatangan kedua orang tidak dari Valeno. 


"Buaya kampret apa yang harus kita lakukan? Kamu jangan diam saja," ucap Fillea yang sedang mondar mandir didepan Valeno yang sedang duduk di bangku taman. 


"Entahlah aku juga bingung kenapa semuanya jadi begini, coba saja kalau kamu tidak mengajakku untuk menjadi kekasih bohongan ini tidak akan terjadi," 


"Kenapa kamu menyalahkan aku, kamu kenapa mau?" tanya Fillea membuat Valeno langsung mengangkat kedua bahunya. 


"Fillea Berpikirlah," ucap Fillea pada dirinya sendiri yang masih terus mondar mandir, dan Fillea terjatuh tepat di dekapan Valeno, saat Fillea tersandung kakinya sendiri. 


"Astagfirullah hal azim!" 


*


*


*


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2