Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 51 Peraturan


__ADS_3

"Maaf pak Leno…"


"Tidak usah dibahas lagi, kamu harus bertanggung jawab karena keteledoran mu mommy dan juga tahu surat perjanjian itu. Dan sebagai hukumannya gaji kamu akan aku tambah menjadi dua kali lipat untuk bulan ini," ujar Valeno memotong perkataan Mario saat Mario menjemput dirinya dan juga Fillea di bandara. 


"Kalau begitu caranya, aku akan membuat keteledoran terus agar aku dapat gaji dua kali lipat. Terima kasih pak Leno,"


"Lain kali tidak akan lagi dan tidak akan pernah, karena kali ini aku sedang bahagia, jadi aku berikan hukuman itu kepadamu,"


"Aku juga akan melakukan keteledoran seperti Mario agar aku dapat uang lebih dari mu kus," sambung Fillea. 


"Kalau untuk kamu pus, kamu tinggal telentang, miring kanan, miring kiri, dan bergaya di atas ranjang, aku akan memberikan semuanya untukmu termasuk nyawaku ini pus,"


"Kalau nyawamu tidak ada siapa yang akan memuaskan diriku di atas ranjang?"


"Benar juga, yang sudah aku tarik perkataan ku akan aku berikan semuanya yang kamu inginkan pus, apapun yang kamu inginkan asal jangan nyawaku, kalau aku tidak bernyawa siapa yang akan memuaskan mu. Begitu?"


"Wek lebay bin alay pus kus apaan," sambung Mario sambil masuk kedalam mobil. 


"Apa kamu sedang mengatai ku Mario?" tanya Valeno saat sudah berada di dalam mobil. 


"Tidak pak,"


"Aku belum tuli Mario!"


"Aku kira sudah tuli, biasanya orang yang sedang kasmaran kan bolot,"


"Mario!"


"Siap pak tancap gas," ujar Mario yang langsung melajukan mobilnya. 


"Tidurlah di pangkuanku pus," ucap Valeno pada Fillea yang sedang bersandar di bahunya. Kemudian Fillea langsung menidurkan kepalanya di pangkuan Valeno saat dirinya sudah tidak dapat menahan kantuknya saat didalam pesawat dirinya tidak bisa tertidur saat Valeno terus saja menggodanya. "Tapi sebelum kamu tertidur pulas, aku punya sesuatu untukmu pus," ujar Valeno yang langsung mencium bibir Fillea. 

__ADS_1


"Kus, hentikan kamu bisa membuat aku jatuh pingsan kehabisan nafas," ucap Fillea sambil mendorong wajah Valeno saat Valeno bukan saja mencium bibir nya tapi juga mel*matnya.


"Maaf kus aku tidak tahan melihat bibirmu yang manis ini,"


"Malu ada Mario,"


"Anggap saja dia mahluk yang tak kasat mata,"


"Jurig dong," sambung Mario sambil menatap Valeno dan juga Fillea dari kaca spion. 


"Jomblo diharap diam saja. Kalau ikut campur melanggar peraturan,"


"Peraturan dari mana, tidak ada undang undang nya. Harusnya yang sudah punya pasangan jangan bermesraan di depan jomblo itu baru melanggar peraturan,"


Dug


Valeno menendang jok mobil di mana Mario sedang mengendarai mobil. 


"Jangan bilang adik kecil. Punyaku besar tidak seperti dirimu bagaikan burung emprit, dan jangan membodohi ku dengan perkataan kamu itu,"


"Maaf pak, kalau punyaku seperti burung emprit. Kecil sekali dong pak?"


"Jelas bukannya kamu belum juga menemukan sarang,"


"Belum…"


"Sudah jangan banyak bicara istriku sudah tertidur lelap,"


"Istri?"


"Mario!"

__ADS_1


"Maaf pak, aku terkejut saja pak Leno dengan mudahnya mencintai seseorang dalam waktu dekat setelah sekian lama,"


"Jangan bicara lagi,"


"Maaf pak. Oh iya pak besok ada rapat di perusahaan. Pak Leno ingin menghadiri nya atau…"


"Aku akan datang, dan aku ingin semua berjalan sesuai dengan keinginan,"


"Siap pak. Bagaimana dengan…"


"Tidak usah dibahas di sini, terus awasi dia,"


"Baik pak. Siap laksanakan," ucap Mario dan tidak ada lagi suara di dalam mobil. 


*


Like


*


Komen


Bersambung.........


Maaf kemarin tidak up, otor banyak urusan di dunia nyata 😄😄😄😄, tapi otor udah kasih pengumuman di IG otor. makanya yuk follow IG di harumini_12.


agar tahu pemberitahuan terbaru dari otor.


sebelumnya selamat idul adha bagi yang menjalankan. hati-hati darting banyak makan daging Varo dan juga Malik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭 bercanda.


jangan lupa selalu like dan komen, walupun komen nek, atau lanjut juga tak apa. karena dengan like dan komen, kalian sudah memberi dukungan untuk novel ini Terima kasih 😘😘😘😘😘😗😗

__ADS_1


__ADS_2