
"Memang ada yang aku kuatirkan. Mudah mudahan yang aku kuatirkan tidak akan pernah terjadi,"
"Apa ini ada hubungannya dengan Leno dan Lea?" tanya paman Malik penasaran sambil menganggukan kepalanya.
"Tapi aku sudah menyuruh orang untuk selalu menjaga Leno dan Lea,"
"Bagus,"
"Oh iya sudah berapa persen persiapan pernikahan anak kamu Vier? Aku tidak menyangka dia akan segera menikah secepat ini," tanya daddy Valeno saat mengetahui anak paman Malik akan segera menikah.
"Sama aku juga tidak menyangka dan persiapan nya sudah lima puluh persen. Tapi ini sudah keputusan dia. Aku dan juga Sabila hanya mengikuti keinginannya ingin cepat menikah. Meskipun aku dan juga Sabila tidak terlalu menyukai calon istri Vier," jelas paman Malik mengingat kembali calon menantunya.
"Jangan berkata seperti itu. Karena kamu belum mengenal dekat calon menantu kamu. Kalian kan memang jarang bertemu,"
"Benar juga. Sudahlah jangan dibahas lagi ayo kita ikut bergabung dengan mereka," ajak paman Malik yang langsung beranjak dari duduknya menuju meja makan di ikuti daddy Valeno dari belakang.
__ADS_1
Valeno yang baru memasuki kamarnya langsung mendengus kesal mendapati mommy nya dan juga bibi Sabila terus saja berada disamping istri nya. Tidak membiarkan dirinya bisa dekat dengan istrinya.
"Mommy. Bibi aku ingin berdua dengan istriku. Lagian juga ini sudah malam. Aku ingin beristirahat," kesal Valeno sambil menyingkirkan kedua tangan wanita paruh baya yang sedang memaksa memijat kaki istrinya di atas tempat tidur.
"Tidak bisa kamu istirahatlah di kamar lain. Mommy ingin tidur bersama dengan ketiga cucu mommy," ujar mommy Valeno sambil mengelus perut Fillea dan tersenyum senang mendapati kalau menantunya tersebut sedang mengandung kembar tiga.
"Betul kata mommy kamu. Bibi juga ingin tidur dengan Fillea," sambung bibi Sabila yang juga ikut mengelus perut Fillea.
"Kalian tidak mengerti aku ingin memberi nutrisi untuk anakku mom,"
"Mommy ini nutrisi bukan dari mulut atas tapi dari mulut bawah. Dan ini sangat bagus untuk perkembangan anak aku dan juga cucu mommy. Agar pertumbuhannya begitu sempurna. Kalian pasti paham lah. Sekarang aku mohon kalian pergilah," pinta Valeno.
"Oke oke tapi ingat. Jangan ditekan tuh cucu mommy dan jangan lama-lama. Kalian main aman saja," ucap mommy Valeno dan turun dari tempat tidur. Begitupun dengan bibi Sabila tahu apa yang Valeno maksud.
"Kalau bisa kamu yng di bawah," sambung bibi Sabila pada Valeno.
__ADS_1
"Dan setelah selesai panggil mommy. Mommy ingin tidur bersama dengan cucu mommy,"
"Oke mommy sayang dan selamat malam," sambung Valeno sambil mendorong tubuh mommy nya dan juga bibi Sabila untuk keluar dari kamarnya.
"Apa apaan sih kamu? Tidak sopan tahu dengan orang tua begitu. Maksud kamu memberi nutrisi mulut bawah itu apa?" tanya Fillea penasaran setelah Valeno menghampiri nya.
"Itu kikuk kikuk. Aku menginginkannya boleh ya?"
"Tidak. Hari ini aku lelah,"
"Oh tidak. Aku sudah satu minggu tidak mengunjungi anakku, dan memberikan anakku nutrisi istriku,"
"Pembohongan publik. Dan sekali tidak tetap tidak," ucap Fillea yang langsung menutup seluruh tubuh nya dengan selimut. Membuat Valeno langsung tersenyum sambil mengangguk anggukkan kepalanya tahu apa yang harus dilakukannya. Karena selama ini dirinya selalu bisa membujuk istrinya untuk melakukan kikuk kikuk.
"Jangan tersenyum begitu hari ini aku tidak akan mempan dengan semua tipu muslihat mu," ucap Fillea dari balik selimut.
__ADS_1
*Like*Komen*Bersambung............