Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 54 Bentuknya Aneh


__ADS_3

"Sayang ada apa denganmu? Kenapa kamu sampai dirawat dirumah sakit? Bibi sangat mengkhawatirkanmu Lea sayang. Bibi langsung memutar arah saat bibi akan ke bandara saat bi Surti menghubungi bibi kalau kamu jatuh pingsan dan dilarikan rumah sakit," ujar bibi Sabila yang tiba-tiba masuk kedalam ruang perawatan Fillea sambil menyingkirkan tubuh Valeno yang berdiri tepat di sisi ranjang Fillea. 


"Bibi, aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,"


"Kalau kamu baik-baik saja tidak mungkin kamu berada di sini sayang?"


"Aku hanya kelelahan bi. Ditambah lagi aku sedang datang bulan," jelas Fillea sambil tersenyum kepada bibi Sabila yang sekarang duduk di atas ranjang Fillea. 


"Bibi tahu, kamu kalau sedang datang bulan pasti kondisimu menurun. Tapi tidak pernah sekalipun kamu begini sayang," ujar bibi Sabila sambil mengelus elus pipi Fillea dengan sayang. "Apa ini ada kaitannya dengan kamu Leno?" tanya bibi Sabila sambil menatap Valeno yang masih setia berdiri di sisi ranjang Fillea. 


"Ko aku bi. Aku tidak melakukan apapun bi,"


"Tidak melakukan apapun. Tapi lihat keadaan Lea. Pasti kamu…"


"Wajar saja bi kita pengantin baru. Seperti bibi tidak pernah merasakannya," sambung Valeno memotong perkataan bibi Sabila. 


"Tapi tidak harus melakukan nya terus menerus harus ada jedanya,"


"Aku hanya melakukannya tiga kali sehari bi tidak lebih, tenang saja,"


"Sudah seperti minum obat saja sehari tiga kali?"

__ADS_1


"Harus dong bi. Orang sakit minum obat tiga kali sehari agar cepat sembuh. Dan aku melakukan tiga kali sehari. Agar kecebong ku tumbuh subur bi. Apa bibi tidak menginginkan kami segera memiliki momongan?"


"Jelas saja mau dong, bibi sudah membayangkan Leno junior pasti lucu sekali,"


"Jangan dibayangkan bi. Bentuknya aneh sekali, kalau lagi tidur mengkerut, tapi kalau sudah bangun bagaikan tiang listrik," sambung Fillea membuat bibi Sabila langsung menaikkan alisnya sambil menatap Fillea. "Jangan menatapku begitu bi. Bibi pasti tahu jangan sok polos seperti author penulis novel ini,"


"Ha ha ha ha ya ampun Lea, bibi baru sadar. Tapi sejak kapan otak kamu sudah tidak jernih lagi?"


"Sejak bertemu dengan keponakan bibi ini,"


"Pus ko aku," sambung Valeno saat Fillea menunjuk dirinya. 


"Siapa lagi, kamu sudah mengkontaminasi pikiranku ini kus,"


"Itu nama panggilan kesayangan kita bi kus pus," ujar Valeno sambil menunjuk dirinya dan juga Fillea bergantian. Membuat bibi Sabila langsung tertawa kencang. 


"Kalian ada-ada saja kus pus. Dulu daddy dan juga mommy kamu mataku hatiku sungguh menggelikan. Tidak ada kata yang romantis lagi memang?"


"Tidak bi yang lain pasaran. Aku tidak suka yang pasaran begitu bi, iya tidak pus?" jawab Veleno sambil bertanya pada Fillea. 


"Terserah," jawab Fillea sambil menutup kepalanya dengan selimut. 

__ADS_1


"Terserah kalian, kalau sedang kasmaran memang begitu," ucap bibi Sabila. 


"Nanti dulu bi kata bibi dulu mommy dan daddy punya nama panggilan kesayangan siapa?" tanya Valeno penasaran pada bibi Sabila. 


"Angkat dulu ponsel milikmu. Nanti bibi ceritakan semuanya," ujar bibi Sabila membuat Valeno langsung mengangkat ponsel miliknya yang berada didalam kantong celana nya dan menjauh dari Fillea dan juga bibi Sabila. 


Kemudian Valeno kembali lagi keranjang Fillea sambil tersenyum saat sudah menutup sambungan ponselnya. 


"Pus maaf aku harus pergi ada urusan penting yang harus aku kerjakan dan setelah urusan selesai aku akan kembali. Istirahat," ucap Valeno sambil memberikan ciuman singkat di bibir Fillea dan Fillea langsung mengangguk sambil tersenyum. "Bi tolong jaga istriku. Agar cepat sembuh dan kita bisa…"


"Sudah sana pergi. Tanpa kamu suruh bibi jua akan selalu menjaga Lea sayangku," sambung bibi Sabila memotong perkataan Valeno. 


"Terima kasih bi," ucap Valeno sambil mencium pipi bibi Sabila dan langsung pergi meninggalkan ruang perawatan Fillea. 


*


Like


*


Komen

__ADS_1


Bersambung..............


__ADS_2