
"Kenapa daddy dan mommy menatapku begitu, ini jaman modern apalagi di negara ini orang jalan di tidak mengenakan pakaian itu sudah bisa,"
"Itu hanya orang gila, yang melakukannya," sambung mommy Valeno.
"Mommy biasa aja jangan ngotot begitu. Lagian kita sudah menjadi suami istri mommy,"
"Suami istri selama tiga bulan itu maksud kamu?" tanya daddy Valeno membuat Valeno dan juga Fillea langsung saling menatap mendengar perkataan daddy nya.
"Apa maksud daddy?"
"Harusnya daddy yang bertanya apa maksud ini semua?" tanya daddy Valeno sambil menunjuk map yang berada di atas meja membuat Valeno langsung menepuk jidatnya sendiri dan Fillea langsung menundukan kepalanya. "Jelaskan apa maksud surat perjanjian ini. Dan kamu tidak perlu tahu dari mana daddy mendapatkan ini,"
"Tapi dad…"
"Jelaskan saja," ucap daddy Valeno memotong perkataan anaknya.
"Ini sudah tidak berlaku dad, semua isi yang di dalamnya sudah kita langgar. Betulkan Lea?" tanya Valeno sambil memeluk bahu Fillea dan memberikan ciuman di pipi Fillea membuat daddy Valeno langsung memalingkan wajahnya.
"Pernikahan itu sakral dan tidak bisa dipermainkan seperti ini Leno," nasehat mommy Valeno.
"Iya mommy aku tahu, dan surat perjanjian ini sudah tidak berlaku lagi," ujar Valeno sambil merobek surat perjanjian dirinya dan juga Fillea yang sudah disepakati keduanya sebelum keduanya melangsungkan pernikahannya, kemudian Valeno langsung menjelaskan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Apa?"
"Kamu?" tanya daddy dan juga mommy Valeno setelah Valeno menjelaskan semuanya.
"Tapi sekarang aku berjanji demi istriku ini aku akan berubah mommy aku bersumpah," jelas Valeno saat dirinya memberi tahu kenapa membuat surat perjanjian itu dan memberi tahu kepada kedua orang tuanya kalau dirinya suka celup sana celup sini.
"Mommy kira dari anak mommy tidak ada yang mengikuti jejak daddy nya ternyata mommy salah, mommy lupa kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," ucap mommy Valeno sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Jadi daddy dulu tukang celup sana celup sini…"
"Itu masa lalu, tidak usah dibahas lagi, karena setelah daddy mengenal mommy, daddy langsung berubah,"
"Berubah juga setelah menjebol segel, karena belum pernah menjebol segel, karena daddy nge celup nya ke lobang dol,"
"Dan aku akan membuktikan kepadamu Lea kalau aku sudah berubah, karena aku mencintaimu. Mungkin terlalu cepat aku mengatakan itu. Tapi entah mengapa aku mempunyai getaran lain saat pertama kali aku mengenalmu, dan aku baru menyadari kalau getaran itu adalah cinta," ujar Valeno sambil menggenggam kedua tangan Fillea. "Dan satu lagi aku tidak butuh cinta darimu, cukup aku yang mencintaimu Lea," ucapnya lagi sambil memeluk tubuh Fillea. "Jangan katakan apapun Lea aku tahu apa perasaanmu padaku saat ini,"
"Sok tahu," ucap Fillea sambil melepas pelukan Valeno dan beranjak dari duduknya menuju tempat tidur.
"Karena aku tahu di hatimu belum ada rasa cinta untukku," ucap Valeno sambil memeluk tubuh Fillea dari belakang.
"Tapi mulai sekarang aku akan mencintaimu Leno," ujar Fillea melepas pelukan Valeno dan langsung membalik tubuhnya menatap Valeno. Kemudian Fillea memberikan ciuman di bibir Valeno.
__ADS_1
"Jangan menggoda ku dengan bibir manismu ini," ucap Valeno yang langsung mengangkat tubuh Fillea dan merebahkannya di atas tempat tidur.
"Junior ku ingin kehangatan, sarang kamu sudah tidak sakit kan?" tanya Valeno yang sekarang mengungkung tubuh Fillea di bawahnya dan Fillea menggelengkan kepalanya. Membuat Valeno langsung mencium bibir Fillea dan Fillea pun langsung balas mencium bibir Valeno.
"Leno, Lea hentikan ini masih siang," ujar mommy Valeno yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar Valeno membuat Valeno dan juga Fillea langsung melepas tautan bibirnya dan beranjak dari tempat tidurnya.
"Mommy ingin tidur siang dikamar kalian," ujar mommy Valeno yang langsung naik ke atas tempat tidur.
"Mommy mengganggu saja dan tidak pengertian,"
"Kamu tinggal pilih kamar yang masih kosong dan melakukannya disana,"
"Baiklah," ucap Valeno singkat sambil menarik tangan Fillea.
"Tunggu!"
*
Like
*
__ADS_1
Komen
Bersambung...........